Seni Menyusun Batu, Antara Mengganggu Lingkungan dan Manfaat Psikologis

Menyusun menara batu sepertinya merupakan salah satu kegiatan me nyenangkan yang bisa dilakukan di pantai. Terlebih ini juga bisa menjadi obyek foto yang lucu untuk dipamerkan di media sosial. Tapi ini bukan tanpa masalah, meskipun yang lainnya menyebut ini menyehatkan.

Kritikus mengatakan, menyusun batu dapat merusak lingkungan alami juga bisa menjadi ancaman bagi satwa liar. Sementara para pendukungnya mengatakan, manfaat kesehatannya jauh lebih besar daripada kerusakannya.

John Hourston, pendiri Blue Planet Society, seperti dilaporkan BBC, percaya bahwa seni menyusun batu adalah tren yang mengkhawatirkan. “Orang-orang melakukannya tanpa pendidikan lingkungan sehingga mereka tidak tahu situs apa (asal batu-batuan yang ditumpuk) yang mereka gunakan; apakah situs tersebut memiliki makna bagi (kegiatan) satwa liar atau bagi sejarah,” katanya.

Menurut Hourton, semua ada tempatnya. “Kreativitas itu hebat dan saya pikir masuk ke lingkungan itu luar biasa, tetapi dengan pertumbuhan media sosial, ini mencapai titik di mana semua orang melakukannya.”

Sementara itu menurut James Craig Page, seniman seni menumpuk batu, dan juga penyelenggara kejuaraan menumpuk batu di Dunbar, Eropa, mengatakan, manfaat kegiatan menumpuk batu untuk kesehatan mental jauh lebih besar daripada bahaya yang mungkin dilakukan terhadap lingkungan.

“Kami telah melakukan lokakarya dengan sekolah-sekolah dan menemukan bahwa anak-anak yang memiliki masalah fokus di kelas telah mengambil terapi menyusun batu,” katanya.

Menurut Page, banyak orang tua dan guru yang terkejut pada anak-anak yang mengikuti terapi ini yang menghabiskan hanya lebih dari 30 detik untuk bisa fokus pada apa pun.

Hourston berpikir, pesan utamanya adalah bahwa orang harus sadar akan dampak yang mereka hadapi. “Aturan pertama terhadap lingkungan adalah ‘tidak meninggalkan jejak’,” katanya.

“Jika kita mendidik orang untuk memahami filosofi itu, saya pikir kemudian orang akan berpikir dua kali tentang membuat pernyataan pribadi dengan tumpukan batu.”

Seni menumpuk batu atau juga disebut seni keseimbangan batu, pernah menghebohkan warganet di Indonesia, tepatnya di Sukabumi, ketika sejumlah rangkaian tumpukan batu ditemukan di satu sungai yang berair cukup deras. Ketika itu warganet banyak yang mengaitkannya dengan kemistisan. ***

https://www.bbc.com/news/uk-scotland-45146681

18 Agustus dalam Sejarah: Unsur Asing Ditemukan Selama Gerhana Matahari Total 1868, Kini Dikenal Sebagai Helium

Pada tanggal ini, 1945, sehari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, UUD disahkan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal ini juga, 1868, saat terjadi gerhana matahari total, Pierre Jules Cesar Janssen menemukan helium. … Read More

KUSTOMFEST 2018 – COLOR OF DIFFERENCE

Thanks GOD…
Akhirnya Poster “@KUSTOMFEST 2018 – Color of Difference” siap di publish.
Ada yang spesial di poster Kustomfest tahun ini, kita mengambil setting era ‘50 akhir – pertengahan ‘60an.

Era baby boomer – Suatu era setelah pegang dunia II dimana anak muda lagi gila-gilanya kecepatan. … Read More

Cabang-Cabang Olah Raga Ini Pertama Kali Dikompetisikan di Asian Games

Bagi media asing di luar Asia, adalah menarik mengetahui bahwa ajang olahraga internasional sekelas Asian Games, memiliki tambahan beberapa cabang olahraga (cabor) yang tidak dikenal di benua lain. Cabor apakah itu? … Read More

Dapat Remisi, Umar Patek Setidaknya Bisa Bebas pada 2030

Umar Patek menjadi bagian dari paskibra di Lapas Porong pada 17 Agustus 2015.

Umar Patek yang divonis hukuman penjara 20 tahun pada 2012, kini tinggal menjalani sisa masa hukuman 12 tahun lagi, setelah pemerintah memberi remisi hukuman dua bulan, terkait peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73. Ini terlepas dari kemungkinan penambahan remisi lagi di tahun -tahun mendatang. Umar yang sebelumnya ditahan di Mako Brimob, dipindahkan ke Lapas Sidoarjo dengan harapan dapat mengungkap jaringan teroris Jatim. Siapa Umar Patek?

… Read More

India Bakal Kirim Manusia ke Luar Angkasa pada 2022

Indian Coast Guard mengecek prototype kapsul berawak mereka pada tes Juli 2018 –Air & Space Magazine

Kehidupan sosial ekonomi India boleh jadi tak ada ubahnya dengan negara berkembang lainnya, namun negeri ini perlahan menyetarakan penguasaan teknologinya dengan negara-negara maju. Ini dibuktikan dengan keberhasilan –setidaknya menurut media India– melakukan tes peluncuran kapsul luar angkasa berawak mereka pada Juli 2018 lalu. Keberhasilan ini membuat Perdana Menteri India berani mengumumkan, India akan mengirim manusia ke luar angkasa pada 2022. … Read More

PBB Sebut 1 Juta Muslim Uighur Ditahan di Kamp Rahasia, Cina Membantah

Women wearing traditional Uighur clothes in the city of Kashgar in the Chinese Xinjiang province –The Irish Times

Para ahli hak asasi manusia (HAM) PBB, Senin lalu (13/8/2018) mengumumkan, mereka yakin Cina telah menahan hingga satu juta anggota kelompok minoritas Muslim Uighur di kamp penjara rahasia Xinjiang. Cina pun membantah. Media Cina menyebut, Beijing hanya tak ingin Xinjiang menjadi Suriah atau Libya-nya Cina. … Read More

16 Agustus dalam Sejarah: Belanda Baru Mengakui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

 

Bernard Bot, kanan, saat mengikuti upacara proklamasi Kemerdekaan RI pada 2005 (foto: Getty Images)

Pada tanggal ini tahun 1972, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) mulai diberlakukan. Di tanggal sama, 2012, pendiri situs pembocor informasi rahasia WikiLeaks, Julian Asange, diberi suaka politik oleh pemerintah Ekuador. Tanggal ini tahun 2005 juga mencatat, Pemerintah Belanda, melalui Menteri Luar Negeri Bernard Bot, akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. … Read More

Perang Ancam Warisan Kuno Yaman: Mesjid dari Abad ke-9 Telah Rusak Total

Sputnik International

Kehancuran Yaman akibat perang, menambah panjang daftar kota-kota kuno Islam yang terancam kehilangan benang merah sejarahnya di Timur Tengah. Perang tiga tahun yang masih belum juga reda ini, harus dibayar mahal dengan rusaknya kota tua Sanaa yang bersejarah. … Read More

Cegah Kanker Usus dengan Sayuran Krusiferus

krusiferus

Bahwa sayuran keluarga kubis-kubisan baik untuk usus, tidak pernah diragukan. Tetapi penjelasan rincinya sukar dipahami. Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan memiliki jawaban baru mengapa sayuran krusiferus ini, seperti kubis, brokoli, dan kale, dapat mengurangi risiko kanker usus. … Read More

Paling Susah Berubah, Jempol Manusia Berevolusi Paling Akhir

Para ilmuwan menemukan bahwa jempol manusia adalah salah satu bagian terakhir dari kaki yang berevolusi. Ketika nenek moyang kita mulai berjalan dengan dua kaki, mereka juga masih  bergelantungan di pepohonan dan menggunakan kaki untuk menggaet cabang. Studi yang mengelaborasi teori evolusi yang kontroversial ini meyakini bahwa manusia adalah kera yang berevolusi. … Read More

10 Kota Dunia Rawan Copet: Dompet Mudah Amblas di Las Ramblas

Turis memadati Las Ramblas (Daily Mail)

Orang asing yang baru datang di kota-kota besar di Indonesia mungkin heran, mengapa banyak orang mengenakan ransel di depan badan mereka. Mereka tampaknya bukan orang yang berasal dari Barcelona atau Paris, dua kota rawan copet di Eropa. Dengan persiapan yang rumit dan keterampilan mencopet yang lihai, para pencopet di sana pastinya tidak ingin rahasianya diketahui lingkaran luar mereka. … Read More