Joseph Priestley (Royal Society of Chemistry)

Pada tanggal ini, 1629, Kepulauan Banda diterjang tsunami setinggi 15 meter, 30-58 menit seusai  gempa Bumi bermagnituno sekitar 8,0. Ini merupakan peristiwa tsunami megathrust yang terdokumentasikan dengan baik. Pada 2000 dan 2001, Jakarta diguncang serangan terorisme, masing-masing adalah bom mobil yang meledak di depan rumah Duta Besar Filipina yang menewaskan Dubesnya, dan setahun kemudian pada tanggal sama bom meledak di Plaza Atrium. Kembali ke abad ke-18, tepatnya 1774, Joseph Priestley menemukan oksigen.

Tanpa ditemukan, oksigen telah ada di sekeliling kita. Namun pada tanggal ini, 1774, seorang pendeta, filsuf, yang juga ahli kimia, bernama Joseph Priestley, dianggap telah menemukan bahwa unsur yang ada di udara tersebut adalah oksigen.

Priestley adalah ahli kimia pertama yang membuktikan bahwa oksigen sangat penting untuk pembakaran. Bersama dengan ilmuwan berkebangsaan Swedia, Carl Scheele, dia dikreditkan sebagai penemu oksigen dengan mengisolasinya dalam bentuk gas.

Postcomended   Dua Lusin Negara Telah Usir 150 Diplomat Rusia, Rusia Siap Membalas

Awalnya Priestley menamai gas ini dengan  “dephlogisticated air”, kemudian diubah menjadi oksigen oleh Antoine Lavoisier. Joseph Priestley juga ditahbiskan sebagai penemu asam hidroklorida, nitrous oxide (gas tawa), karbon monoksida, dan sulfur dioksida.

Priestley adalah seorang pendukung Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Pandangannya tentang kekristenan yang tidak populer menyebabkan rumah dan kapelnya di Leeds, Inggris, dibakar pada 1791. Akibatnya, Priestley memutuskan pindah ke Pennsylvania, AS, pada 1794. Di sana, dia semakin akrab dengan ilmuwan AS, Benjamin Franklin, yang memiliki pandangan serupa dan sama-sama jenius, yang kemudian menjadi Presiden AS ke-6.

Priestley pertama kali bertemu Franklin ketika keduanya tinggal di London selama 1760-an. Keduanya adalah laki-laki Renaisans dengan reputasi mapan sebagai ilmuwan dan filsuf politik dan mereka memulai persahabatan yang abadi. Priestley juga disebut dekat dengan tokoh AS lainnya yang kesemuanya menjadi presiden seperti John Adams (Presiden AS ke-2) dan Thomas Jefferson (Presiden AS ke-3).

Postcomended   21 Juni dalam Sejarah: Penyambung Lidah Rakyat Ini Meninggal dalam “Sepi”

Pada 1774, tahun dimana dia menemukan oksigen, Franklin dan Priestley menghadiri khotbah Unitarian di gereja Unitarian pertama yang didirikan di London. Unitarianisme berevolusi dari tradisi Kristen yang tidak setuju yang menolak konsep Trinitas dan keilahian Kristus. Unitarian percaya bahwa Tuhan adalah satu zat dan bahwa Kristus adalah seorang juru bicara manusia akan kebenaran Tuhan.

Priestley dilahirkan dalam keluarga yang berbeda pendapat (non-Anglikan Protestan) dan secara bertahap menemukan jalan menuju Unitarianisme pada awal 1760-an. Pandangan Franklin sangat mirip dengannya yang juga simpatik terhadap Unitarian, tetapi dia tidak pernah bergabung dengan jemaat Unitarian.

Di  Pennsylvania, Priestley menetap di Northumberland, hingga kematiannya pada 1804. Dia sempat mendirikan gereja Unitarian pertama di Philadelphia. Ceramah pertamanya dihadiri John Adams yang kala itu masih Wakil Presiden AS.

Sepanjang hidupnya, selain menemukan oksigen, Priestley juga menemukan minuman berkarbonasi buatan manusia yang pertama kali diminum (soda) pada 1767. Priestley juga disebut sebagai penemu penghapus, ketika dia mengamati kemampuan permen karet India menghapus bekas pensil. Priestley menyebutnya sebagai “karet”.(***/history/thoughtco)

Postcomended   Akhir Perjalanan HTI

 

Share the knowledge