(tropenmuseum)

Pada tanggal ini tahun 1954, Indonesia meninggalkan perjanjian Uni Indonesia-Belanda –yang ditandatangani dalam Perjanjian Linggajati pada 25 Maret 1949– secara sepihak. Perjanjian ini membuat Indonesia berubah bentuk menjadi serikat, yang dipandang Belanda sekadar simbolis dan memliki peran kecil, sementara pihak Indonesia menginginkan kedaulatan penuh dengan  peran dominan. Pada tanggal sama, 1867, jalur kereta api pertama di Indonesia diresmikan, yang kemudian disahkan sebagai Hari Perkeretaapian Indonesia.

Tropen Museum

Dilansir laman Facts of Indonesia, Inisiatif untuk membangun jalur kereta api di Indonesia dimulai pada era tanam paksa pada 1830. Pada waktu itu, Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memulai pembangunan rel kereta api untuk meningkatkan volume produksi tanaman yang diangkut dari pedalaman.

Pada 1840, Kolonel JHR Van der Wijk mengajukan proposal untuk membangun kereta api Jakarta ke Surabaya. Jalur kereta api 26 km pertama di Kemijen-Tanggung dibangun oleh NV. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) di Indonesia untuk pertama kalinya.

Postcomended   Harga Tanah di Calon Ibukota Masih 40-350 Ribu

Pembangunan rel kereta api dimulai dengan tanggul pertama pembangunan rel kereta api oleh Gubernur Jenderal Belanda. L.A.J. Baron Sloet Van De Beele pada 17 Juni 1864. Pada tanggal 10 Agustus 1867, jalur kereta api pertama di Indonesia mulai beroperasi di Jawa Tengah dan terhubung dengan stasiun pertama di Semarang.

Kereta ini berangkat ke Temanggung yang berjarak 25 kilometer. Jalur kereta api kemudian diperluas untuk mencapai Yogyakarta. Pada awal perjalanannya, kereta api dikelola oleh perusahaan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij dan menggunakan alat ukur standar 1.435 mm.

Pada 1920-an, hampir semua kota dan desa strategis di Jawa terhubung dengan jalur kereta api. Beberapa kereta beroperasi untuk mengangkut gula ke pabrik. Saat ini, meskipun Staatsspoorwegen tidak lagi mengelola kereta api di Indonesia, banyak kereta apinya masih digunakan di perkebunan-perkebunan atau sebagai kereta wisata.

Postcomended   10 Desember dalam Sejarah: Pertamina Didirikan, dan Menjadi Sapi Perah Orde Baru

Sepanjang 1864-1900, pertumbuhan jalur kereta api tumbuh pesat. Jika tahun 1867 hanya 25 km, pada 1870 hingga 110 km, pada tahun 1880 sudah mencapai 405 Km. Kemudian pada 1890 menjadi 1.427 km, hingga 1900 mencapai 3.338 km.

Selain di Jawa, pembangunan Kereta Api Indonesia juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), dan Sumatera Selatan (1914). Bahkan pada 1922 di Sulawesi juga dibangun rel sepanjang 47 km antara Makasar-Takalar. Dan sisanya Ujungpandang (Makassar)-Maros tidak sempat selesai. Hingga 1939, panjang jalur kereta api di Indonesia mencapai 6.811 Km.

Namun pada 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km. Sekitar 901 Km menghilang, diduga dibongkar saat pendudukan Jepang, dan diangkut ke Burma untuk pembangunan rel kereta api di sana.***

Postcomended   Girlband yang Sempat Dicap Simbol Seks ini Diundang Ramaikan Hitung Mundur Asian Games 2018

 

Share the knowledge