Internasional

10 Februari dalam Sejarah: Penyerbuan Pasukan Mongol ke Bagdad Akhiri Kekhalifahan Abbasiyah

Share the knowledge

 

Lukisan ini menggambarkan pasukan Hulagu menyerbu Bagdad (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lt8mdwtx5Vc)

Lukisan ini menggambarkan pasukan Hulagu menyerbu Bagdad (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lt8mdwtx5Vc)

Pada tanggal ini tahun 1258, pasukan Mongol yang dipimpin cucu Jenghis Khan, Hulagu Khan, melancarkan serangan ke Mesopotamia, dan mengklaim Bagdad. Penyerbuan yang menghancurkan ibukota Irak ini mengakhiri penguasaan Muslim di seluruh Timur Tengah di bawah kekhalifahan Abbasiyah.

Mesopotamia adalah suatu kawasan antara sungai Eufrat dan Tigris, yang mencakup Suriah, Turki Tenggara, dan hampir semua Irak. Hulagu ingin mengamankan kesetiaan Khalifah Abbasiyah kepada saudaranya; pemimpin tertinggi Mongol, Mongke Khan.

Dikutip dari laman Thisdayinworldhistory.com, Bagdad pun dikepung selama dua minggu, dibakar sampai rata dengan tanah, dengan 90.000 warga terbunuh. Kekhalifahan Abbasiyah runtuh; mengakhiri lebih dari 500 tahun pemerintahan Muslim di Timur Tengah.

Abbasiyah berkuasa sejak pertengahan abad ke-8 dengan menggulingkan dinasti Umayyah yang berbasis di Damaskus, Suriah. Seratus tahun sejak itu, kepemimpinan Abbasiyah memindahkan ibu kotanya ke Baghdad sambil mengejar kebijakan ekspansi agresif dengan niat memperluas kekuasaan dari India barat laut hingga Spanyol selatan.

Namun, selama empat abad berikutnya, para khalifah perlahan menyerahkan kekuasaan kepada penguasa lokal, khususnya ketika suku-suku Turki merambah wilayah-wilayah di Asia barat; melemahkan dominasi Abbasiyah.

Postcomended   25 September dalam Sejarah: Artikel Awal yang Tegas Tentang Bahaya Merokok Dimuat di "The Times"

Pindah dari dataran Mongolia ke timur, para Khan meneror siapa saja yang mereka temui, yang sering kali berhasil meraih kemenangan berkat keterampilan berkuda yang unggul dan kemampuan memanah yang mematikan. Dengan Hulagu di kepala pasukan barat daya, kontrol Mongol didorong ke Persia pada pertengahan 1250-an.

Setelah menyelesaikan pembantaian terhadap para kaum Ismailiyah pada akhir 1256, Hulagu mengalihkan pasukannya ke barat dengan Bagdad sebagai target berikutnya.

Postcomended   23 Agustus dalam Sejarah: Inggris Rebut Hongkong, Tandai Kian Beratnya Perang Candu

Al-Mustasim, Khalifah Abbasiyah sejak kematian ayahnya pada 1242, menyambut pendekatan Mongol dengan skeptis. Ketentuan untuk menyerah secara damai kepada pemerintahan Mongol ditolaknya mentah-mentah.

Melapisi kedua sisi Sungai Tigris, puluhan ribu tentara Mongol bersiap memeras Baghdad pada 11 Januari 1258. Al-Mustasim mengirim 20.000 penunggang kuda untuk menghadapi ancaman itu, namun hanya untuk melihat mereka dibantai ketika pasukan lawan membanjiri ladang di belakang kavaleri dengan air.

Banyak anggota pasukan Al Mutasim mati tenggelam. Mereka yang tidak tenggelam di bawah kekuatan sungai Tigris, melarikan diri meninggalkan tempat itu untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, bangsa Mongol yang secara metodik membangun mesin pengepungan, melaju ke depan di tembok Baghdad pada tanggal 29 Januari. Benteng Bagdad yang dalam keadaan rusak dengan mudah diterobos pasukan Hulagu.

Disebutkan bahwa Al-Mustasim sebenarnya memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan bent


Share the knowledge
To Top