LIFE/Getty Images (https://www.bbc.com/news/magazine-34198390)

LIFE/Getty Images


Dua peristiwa terkait penggal-memenggal kepala yang tercatat dalam sejarah terjadi pada tanggal ini. Pada 1977, Hamida Djandoubi menjadi orang terakhir yang dieksekusi menggunakan alat  penggal kepala Guillotine, di Marseille, Prancis. Pada tanggal ini juga, tahun 1945, seekor ayam di Colorado, AS, yang kemudian diberi nama Mike, menggemparkan dunia karena menolak mati setelah kepalanya dipenggal, dan tetap hidup tanpa kepala hingga 18 bulan kemudian.

Keajaiban Mike diketahui ketika sebuah kota kecil di Amerika Seriat (AS) mengadakan festival untuk merayakan fenomena seekor ayam jantan yang tidak mati –hingga 18 bulan kemudian– setelah kepalanya dipenggal.

Dikutip dari The Independent, kisah dimulai pada 10 September 1945, di kota kecil bernama Fruita, Colorado, ketika seorang petani, Lloyd Olsen, bermaksud menyembelih ayam untuk makan malam.

Matanya menyasar seekor ayam jantan muda yang montok, yang kemudian dia pikir si ayam akan mati dengan memenggal kepalanya menggunakan kapak. Namun setelah kepalanya terlepas, si ayam malah berdiri dan berlari, bahkan melakukan gerakan seperti mencoba mematuk makanan dan merapikan bulunya.

Postcomended   6 September dalam Sejarah: 18 dari 260 Awak Kapal Magellan Tiba di Spanyol, Tanpa Sang Tuan

Ayam itu didiamkan semalam, namun keesokan harinya, Olsen menemukan Mike masih hidup dengan posisi tidur. Lehernya terlihat masuk ke bawah sayapnya, sebagaimana gaya ayam tidur. Penasaran, Olsen memberinya makan menggunakan pipet.

Seminggu berlalu, Mike masih hidup. Karena penasaran Olsen membawanya Bersama bangkai kepalanya ke Universitas Utah di Salt Lake City. Para ilmuwan menemukan bahwa kapak Olsen tidak sampai memutus pembuluh darah leher Mike.

Gumpalan darah yang terbentuk di ujung pembuluh, mencegahnya mengalami kehabisan darah. Kapak Olsen pun tampaknya tidak memenggal lepas otak Mike karena ternyata masih utuh. Mike  hampir berfungsi sepenuhnya.

Postcomended   7 November dalam Sejarah: Seabad Revolusi Bolshevik, Lenin Pimpin Rusia

Olsen kembali ke pertanian, menyebarkan berita. Peristiwa ini mengundang dating Majalah LIFE, yang membawa penawaran untuk bisnis pertunjukan. Mike pun memiliki manajer dan melakukan tur.

“Mike the Headless Wonder Chicken” adalah judul pertunjukan Mike. Dia melakukan pentas hingga New York, Atlantic City, Los Angeles, dan San Diego. Publik di sana rela membayar 25 sen untuk bertemu dengan Mike. Mike sendiri diasuransikan sebesar 10.000 dollar AS.

Menginjak tahun ke-18 hidup tanpa kepala, Mike dan rombongannya berhenti di sebuah motel. Ketika pengurusnya mencoba memberi makan menggunakan pipet, dia  tersedak, dan mati.

Namun Mike tidak dilupakan. Beberapa tahun yang lalu, orang-orang Fruita memutuskan untuk mengadakan festival. Maka dimulailah Headless Chicken Days, yang menampilkan segala hal yang dilakukan oleh kota kecil di AS itu ketika ingin kehilangan kepalanya untuk akhir pekan.***

Postcomended   11 September dalam Sejarah: Teroris Serang Pentagon di Hari Peletakan Batu Pertamanya

Share the knowledge