Internasional

10 September dalam Sejarah: Hamida Djandoubi Orang Terakhir yang Rasakan Dinginnya Pisau Guillotine

Share the knowledge

Guillotine terakhir digunakan pada 1977 untuk memenggal kepala Hamida Djandoubi. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=XEWCDIer9BQ)

Guillotine terakhir digunakan pada 1977 untuk memenggal kepala Hamida Djandoubi. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=XEWCDIer9BQ)

Pada tanggal ini, 1977, bertempat di Marseille, Prancis, Hamida Djandoubi menjadi orang terakhir yang dieksekusi menggunakan alat penggal kepala legendaris, guillotine. Imigran Tunisia ini dieksekusi karena penyiksaan terhadap pacarnya.

Dikutip dari laman Wired, Djandoubi membunuh pacarnya sebagai pembalasan, setelah sang pacar melaporkan kepada pihak berwenang bahwa Djandoubi telah mencoba memaksanya menjadi pelacur. Setelah dijatuhi hukuman mati dengan pancung, dia mengajukan banding namun ditolak.

Djandoubi dibuatkan “panggung” pada pukul 4:40 pagi pada tanggal 10. Di panggung itu, Marcel Chevalier, kepala algojo Prancis, menjatuhkan pisau guillotine ke lehernya.

Postcomended   Berkat Google Earth, Satu Mobil Tenggelam dengan Mayat di Dalamnya Ditemukan

Metode itu, yang sudah mendapat kecaman keras dari para penentang hukuman mati, semakin memanas setelah eksekusi Djandoubi, ketika seorang dokter yang hadir bersaksi bahwa Djandoubi masih responsif hingga 30 detik setelah pemenggalan kepalanya.

Guillotine –terlepas dari hubungannya dengan Revolusi Prancis– bukan asli Prancis. Varian lainnya digunakan di negara-negara Eropa lainnya jauh sebelum dipakai untuk memenggal kepala Marie Antoinette dan Citizen Robespierre.

Satu mesin penggal ini –misalnya– digunakan pada 1307 untuk memberikan keadilan di Irlandia. Ini juga merupakan metode yang disukai Prancis untuk melenyapkan para pelanggar sebelum Revolusi pecah; satu praktik abad pertengahan yang mengerikan dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sakit sebesar mungkin sebelum kematian benar-benar menjemput.

Postcomended   Irma Ciptakan Eksodus Masal Terbesar dalam Sejarah Amerika

Guillotine diadopsi oleh Louis XVI sebagai bentuk eksekusi yang dianggap manusiawi. Louis sendiri –seperti Djandoubi yang malang hampir dua abad kemudian– segera mengetahui “betapa manusiawinya” (guillotine) itu sebenarnya.

Laman History menyebutkan, suatu hari setelah dihukum karena persekongkolan dengan kekuatan asing dan dijatuhi hukuman mati oleh Konvensi Nasional Prancis, Raja Louis XVI dieksekusi dengan guillotine di Place de la Revolution di Paris pada Januari 1793.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top