Uncategorized

11 Agustus dalam Sejarah: Tiga Alumnus Perang Afganistan Mendirikan Al-Qaeda

Share the knowledge

Pada tanggal ini tahun 1772, Gunung Papandayan di Garut Jawa Barat meletus dahsyat menewaskan 3.000 jiwa. Di tanggal ini juga tahun 2003, pemimpin Jamaah Islamiyah, Riduan Isamuddin, atau lebih dikenal sebagai Hambali, ditangkap di Bangkok, Thailand. Kembali ke abad ke-20 tepatnya 1988, organisasi teror yang mengatasnamakan misi Islam, Al-Qaeda, terbentuk di Peshawar, Pakistan. Belakangan AS “turut membesarkan” organisasi ini.

Sebuah pertemuan di Peshawar, Pakistan, antara Osama Bin Laden, Ayman al-Zawahiri dan Dr. Fadl pada 11 Agustus 1988, menghasilkan pembentukan organisasi militan Islam Al-Qaeda. Sepanjang 1990-an dan awal abad ke-21, organisasi ini bertanggung jawab untuk beberapa serangan teroris terburuk di seluruh dunia. Salah satu yang diduga sebagai serangan Al Qaeda  adalah runtuhnya nenara WTC pada 11 September 2001 di New York, Amerika Serikat.

Dilansir NewHistorian, Al-Qaeda, yang berarti “pangkalan”, berasal dari perlawanan Muslim selama satu dekade terhadap Uni Soviet di Afghanistan antara 1979 dan 1989. Dimulai sebagai perang saudara antara pemerintah komunis Afghanistan dan gerilyawan anti-komunis pada 1978, Perang Afganistan meningkat ketika Uni Soviet mengirim pasukannya ke Afghanistan dalam upaya untuk menopang pemerintah Komunis yang terkepung.

Postcomended   Terobosan di Bidang Laser Mendaratkan Nobel Fisika untuk Tiga Ilmuwan

Seruan “jihad” yang menyatakan menentang Uni Soviet menjadi panggilan reli internasional yang mengakibatkan ribuan pemuda Muslim dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Afghanistan untuk bergabung dengan perang melawan Uni Soviet. Al Qaeda berasal sebagai semacam jaringan logistik yang ditugasi mendukung, mengatur, dan mendanai perlawanan terhadap pasukan Uni Soviet.

Bin Laden adalah salah satu pemuda Muslim yang menuju ke Afghanistan pada 1980-an, dan dia memainkan peran organisasional yang penting dalam perang melawan Uni Soviet. Osama yang adalah putra raja konstruksi Arab Saudi yang kaya raya, Bin Laden, telah sangat dipengaruhi di masa mudanya oleh khotbah Abdullah Azzam dan Sayyid Qutb.

Dengan kekayaan pribadinya, Osama dengan murah hati mendanai perang melawan Uni Soviet, dan perlahan mengembangkan rencana untuk organisasi yang lebih berskala internasional. Jaringan dukungan “Rantai Emas” memungkinkan pemodal-pemodal kaya dari Arab Saudi dan Negara Teluk Persia untuk menyalurkan uang ke “Biro Layanan” yang secara internasional digunakan untuk merekrut dan melatih pejuang baru.

Pemerintah Arab Saudi dan Amerika Serikat yang berkepentingan merongrong Uni Soviet di era perang dingin, diam-diam menyalurkan miliaran dolar ke para pemberontak. Hal ini  memungkinkan Bin Laden menciptakan entitas yang semakin kuat.

Postcomended   Dua Remaja Saudi yang Melarikan Diri dari Ayah dan Saudara Lelakinya Mendapat Suaka

Pada Agustus 1988, dengan penarikan Uni Soviet dari Afghanistan yang tampaknya tak terelakkan, Bin Laden bertemu rekan-rekannya di pinggiran Peshawar untuk membahas masa depan organisasi yang mereka ciptakan. Al-Qaeda lahir dari keputusan untuk menciptakan “jihad global”, sebuah organisasi yang dapat membangun keberhasilan kampanye Afghanistan dan menjadi penghubung untuk kampanye jihad di seluruh dunia.

Selama beberapa tahun berikutnya, organisasi diperkuat melalui aliansi dengan Jihad Islam Mesir, dan Kelompok Islam. Kamp pelatihan dibuat di berbagai lokasi di seluruh dunia untuk mengajarkan keterampilan paramiliter kepada para agen dalam persiapan untuk menyerang target di seluruh dunia.

Konflik melawan Amerika Serikat dimulai pada 1990, ketika tentara AS mulai menempatkan pasukan di Afghanistan menjelang Perang Teluk pertama. Bin Laden telah menawarkan pasukannya untuk melindungi Afghanistan melawan Irak, dan marah oleh keputusan AS untuk mengabaikan tawaran ini.

Tiga tahun kemudian, serangan Al-Qaeda pertama di tanah AS diluncurkan, dengan pemboman Menara kembar World Trade Center (WTC). Serangan teroris Al Qaeda terus berlanjut di seluruh dunia sepanjang 1990-an.

Postcomended   10 November dalam Sejarah: Pertempuran Terhebat Setelah Perang Dunia II Berakhir, Terjadi di Surabaya

Secara signifikan, pada 1998 Bin Laden mengeluarkan fatwa yang mengklaim bahwa setiap warga negara AS adalah target sah Al Qaeda. Organisasi yang telah dimulai sebagai perlawanan terhadap Uni Soviet berubah menjadi berperang dengan Amerika Serikat.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top