Perkenalan Concorde untuk pertamakali di Toulouse, 0rancis.(http://www.concordesst.com/history/events/pictures/001rollout1.jpg)

Hari ini, 1967, sebuah pintu hangar yang terdapat di kota Toulouse, terbuka. Sesosok yang ramping dan putih, berdiri anggun di hadapan publik untuk pertama kalinya. Sorak sorai lebih dari 1000 orang yang terdiri dari pejabat, pakar penerbangan, awak udara, dan pers, membahana menyambut kelahiran Concorde; pesawat supersonik hasil kerjasama Prancis dan Inggris.

Prototipe pesawat berkecepatan suara ini lalu ditarik oleh sebuah traktor diiringi berturut-turut lagu kebangsaan Prancis dan Inggris. Decak kagum penonton dan media hari itu bisa dimengerti.

Pesawat itu tidak hanya indah, dengan bentuknya yang dinamis dan sayap delta yang mengalun, tapi juga merupakan prestasi yang menakjubkan, kendati sempat diwarnai perselisihan cukup sengit antar kedua negara mengenai ejaan nama pesawat antara menggunakan huruf “e” atau tidak.

Meskipun penampilan pertamanya memukau seluruh dunia, keraguan membayangi dalam hal proses produksi dan daya tariknya di pasar penerbangan. Tingginya biaya pembuatan dan kekhawatiran akan polusi suara, membuat pesawat tidak pernah terbukti layak secara komersial.

Dengan rute terbatas, penjualan hampir tidak ada. Hanya 20 unit pesawat ini yang pernah dibangun dan memasuki pasar komersial, dengan hanya 14 unit yang beroperasi: tujuh bersama British Airways, tujuh lainnya bersama Air France.

Namun, kegagalan komersial ini seharusnya tidak mengurangi kenyataan bahwa Concorde adalah salah satu prestasi terbesar dunia penerbangan, khususnya Inggris.

Proyek ini pertama kali dicetuskan awal 1956 ketika pemerintah membentuk sebuah komite untuk memeriksa kelayakan perjalanan penumpang supersonik. Dalam proses musyawarah muncul usulan untuk membangun pesawat bersayap delta yang mampu mencapai Mach 2; dua kali kecepatan suara.

Namun dalam perkembangannya, pemerintah semakin khawatir dengan biaya yang sangat besar, yang diperkirakan sekitar 90 juta poundsterling. Karenanya pada 1962, Inggris menandatangani kesepakatan dengan Prancis, pelopor penerbangan lainnya, untuk bekerja sama dalam program ini.

Tantangan yang sangat besar teratasi berkat sepasukan 50.000 teknisi yang menunjukkan bakat luar biasa untuk solusi inovatif. Sistem asupan udara baru dibangun untuk mesin turbojet Olympus yang hebat untuk meningkatkan efisiensi.

Hidung panjang lancip pesawat, yang kemudian dibuat melekuk ke bawah, agar tidak menghalangi pandangan pilot saat lepas landas dan mendarat. Untuk mengurangi gesekan panas, badan pesawat dilapisi cat pelindung khusus

Untuk menangani beberapa kontrol pesawat terbang, para insinyur menggunakan salah satu komputer digital pertama di dunia.

Karena Concorde menggunakan teknologi yang begitu maju, ia harus menjalani pemeriksaan ekstensif sebelum bisa beroperasi, bahkan setelah penerbangan perdananya pada Maret 1969. Concorde pun menjadi pesawat paling ketat diperiksa sepanjang masa, melalui 5.000 jam lebih pengujian.

Namun toh pada Januari 1976, kapal ini siap juga melakukan penerbangan komersial pertamanya, yang mengambil rute London-Bahrain. Sebagai cerminan citra Concorde sebagai penerbangan mewah terbaik, penumpang ditawari champagne Dom Perignon, lobster, steak fillet dan bahkan cerutu Havana.

Tahun berikutnya, setelah berdebat panjang dengan pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Concorde diizinkan terbang di jalur transatlantik, memotong perjalanan antara London dan New York dari delapan jam menjadi hanya tiga jam.

Postcomended   Djadjang Nurdjaman "Membelot" ke Klub Musuh Bebuyutannya

Prospek untuk pesawat tampak cerah, terutama karena Concorde telah membuktikan dirinya jauh lebih aman, lebih dapat diandalkan dan lebih cepat dibanding satu-satunya pesaing supersoniknya, Soviet TU-144, yang harus dihukum pada 1978 setelah sejumlah kecelakaan.

Namun Concorde hanya selalu bisa dibanggakan secara teknologi, tapi tidak secara komersial. Kenaikan harga minyak Arab pada 1973, membuat biaya operasional Concorde sangat mahal.

Postcomended   Google Cekal Aplikasi Penambang Mata Uang Kripto dan Aplikasi Senjata Api

Belum lagi suara ledakan yang muncul akibat kecepatan supersoniknya membuat pesawat tersebut dilarang terbang di darat. Arab Saudi misalnya melarang Concorde dari wilayah udaranya karena khawatir kebisingan tersebut akan mengganggu berkembangnya unta di padang pasir.

Dalam upacara peluncurannya pada 1967, British Aircraft Corporation telah membual bahwa Concorde “bisa terbang dari London ke Newcastle setara waktu yang dibutuhkan untuk merokok”. Munculnya keberatan dalam hal kebisingannya, membuat pesawat ini tak pernah punya kesempatan membuktikannya.

Peluncuran Boeing 747 Jumbo Jet, yang juga melakukan penerbangan perdananya pada 1969, makin mengacaukan potensi komersialisasi concorde. Apalagi Jumbo sanggup membawa penumpang hingga 500 orang dibanding Concorde yang hanya 100. Jumbo pun merajai udara sampai hari ini.

Dicabut dari jangkauannya ke seluruh dunia, Concorde akhirnya hanya bermain sebagian besar di rute transatlantik, yang melayani orang kaya dan selebriti.

Postcomended   Bak Spiderwoman, Aries Kalahkan Kecepatan Pemanjat-tebing Rusia

Lonceng kematiannya berdentang setelah insiden Paris pada 25 Juli 2000 ketika sebuah tangki bahan bakar menyala saat lepas landas. Dalam bencana tersebut, sembilan awak kapal dan 100 penumpang tewas, serta empat orang di lapangan.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, di tengah penurunan penjualan tiket dan kekhawatiran global tentang terorisme setelah kejadian 9/11, British Airways dan Air France mengumumkan pengunduran diri Concorde.

Itu adalah akhir yang menyedihkan untuk sebuah pesawat yang pernah menjanjikan begitu banyak. Tapi semua tindakan komersial pesawat terbang inu tidak dapat mengurangi kontribusinya yang besar terhadap kemajuan teknologi.(***/express.co.uk)

Share the knowledge