Internasional

11 Februari dalam Sejarah: Pemberontak Timor Leste Alfredo Reinado Tewas, Diduga Dijebak dan Ditembak dari Jarak Dekat

Share the knowledge

 

Pimpinan pemberontak Timor Leste, Alfredo Reinado. Dia diduga dipikat datang ke rumah Presiden Timor Leste, sementara sepasukan militer dipersiapkan "menyambutnya" (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=oRywWJr2cUc)

Pimpinan pemberontak Timor Leste, Alfredo Reinado. Dia diduga dipikat datang ke rumah Presiden Timor Leste, sementara sepasukan militer dipersiapkan “menyambutnya” (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=oRywWJr2cUc)

Pada tanggal ini tahun 2008, pemimpin pemberontak Timor Leste, Alfredo Reinado, melancarkan serangan fajar ke rumah Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta di ibukota Dili. Horta tertembak di perutnya, sementara Reinado disebut berhasil ditembak mati. Namun laman Wikileaks memuat laporan yang menyebut Reinado dijebak dan ditembak dari jarak dekat.

Dilansir laman ABC.net.au, Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Jose Luis Guterres, mengatakan kepada CNN, Reinado ditembak mati selama serangan itu. “Mereka menyerang kepala negara dan komandan tertinggi negara ini dan reaksi penjaga keamanan memicu kematiannya,” kata Guterres.

Menurut penasihat PBB untuk Timor Timur, James Dunn, orang-orang bersenjata itu juga menarget Perdana Menteri Xanana Gusmao. “Tapi Xanana (berhasil) menghindari mereka, melarikan diri dengan berbagai cara,” kata Dunn, yang juga mantan konsul Australia di Timor Timur, mengatakan.

“Dua mobil menyerang rumah Presiden Horta pada pukul 4:30 pagi (waktu setempat). Serangan itu dilakukan oleh kelompok Alfredo,” kata juru bicara militer, Domingos da Camara, seraya menambahkan bahwa seorang prajurit Timor juga terluka parah dalam serangan itu.

Tentara penjaga perdamaian Australia telah menutup kediaman Horta. Ada laporan sebanyak 20 orang terluka saat serangan senjata.

Postcomended   Penerbangan Tersibuk di Bumi Berangkatkan Satu Pesawat Setiap Delapan Menit

Negara termuda di Asia ini kala itu sedang berjuang untuk menegakkan kembali stabilitas setelah jatuh ke dalam pertumpahan darah pada 2006 yang menewaskan 37 orang dan mengusir 150.000 warga dari rumah mereka. Kekacauan ini memaksa pelibatan pasukan asing untuk memulihkan ketertiban.

Reinado dituduh sebagai penyebab kekacauan tersebut. Dia disebut memimpin pemberontakan terhadap pemerintah dan didakwa melakukan pembunuhan selama kekerasan fraksi 2006 tersebut.

Reinado “Diundang” ke Rumah Horta

Sementara itu, dalam laporan yang disebut pertama muncul di World Socialist Web Site (WSWS) yang ditulis Patrick O’Connor dari WSWS yang dimuat di laman Wikileaks, disebutkan bahwa dua laporan otopsi atas Reinado yang bocor, menyangkal versi resmi peristiwa 11 Februari di Timor Timur.

Versi resmi menyebutkan, Reinado terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan Horta saat berusaha menyerbu kediamannya. Ini diduga sebagai bagian dari upaya Reinado melakukan kudeta dengan melakukan pembunuhan terencana baik terhadap Ramos Horta maupun Xanana Gusmao.

“Bukti yang ada sekarang dengan kuat menunjukkan kemungkinan —yang diajukan oleh WSWS sejak awal— bahwa Reinado dijebak dan dipikat datang ke Dili untuk dibunuh,” tulis O’Connor.

Postcomended   4 September dalam Sejarah: Page dan Brin Mendirikan "Mbah Google" #suruhgoogleaja

O’Connor menyebutkan, laporan otopsi Reinado menunjukkan bahwa dia mati setelah ditembak dari jarak dekat. Menurut seorang ahli forensik yang dikonsultasikan oleh surat kabar Australia, otopsi pada luka di mata, dada, leher, dan tangan Reinado, menunjukkan dia ditembak dari kisaran kurang dari 30 sentimeter.

Laporan dari kolega Reinado, Leopoldino Exposto, menemukan bahwa dia dibunuh oleh satu tembakan di bagian belakang kepala, juga oleh “senapan berkecepatan tinggi yang ditembakkan dari jarak dekat”.

Reinado dan orang-orangnya bersenjata lengkap ketika mereka memasuki rumah Horta. Otopsi melaporkan bahwa Reinado mengenakan rompi hijau dengan 12 magasin berisi total “347 amunisi hidup” di saku. Reinado disebut telah menerima pelatihan militer di Australia

Anggota pasukan Reinado yang ditangkap, semuanya bersumpah bahwa mereka memiliki janji untuk bertemu dengan presiden. Beberapa saksi sipil mendukung kesaksian ini, termasuk keraguan pemimpin Fretilin dan mantan Perdana Menteri, Mari Alkatiri, yang mengaku memiliki bukti foto bahwa dugaan serangan terhadap kendaraan Gusmao telah dilakukan sebelumnya.

Sebuah artikel di surat kabar Australia menyebutkan, banyak orang Timor Timur percaya semuanya adalah setingan, bahwa pemimpin pemberontak Alfredo Reinado diundang ke Dili untuk dibunuh, untuk mengakhiri pertikaian dua tahun di mana dia dan kelompok pemberontaknya tiada henti bergerilya di  perbukitan di barat negara ini.

Postcomended   9 Oktober dalam Sejarah: Orang Eropa Pertama Injak Amerika Utara (dan Kontroversinya)

Sebuah artikel yang diterbitkan Fairfax pada 19 Agustus 2008 membuat keraguan serius terhadap dugaan sebelumnya bahwa salah seorang anggota pasukan Reinado, Marcel Caetano, telah menembak Horta. “Penyelidik sekarang percaya bahwa penembak itu mengenakan seragam yang berbeda dari seragam Reinado,” ungkap cerita itu.

Pengungkapan itu akan memicu spekulasi baru di Dili bahwa Reinado terpikat mendatangi rumah Horta, tempat orang-orang bersenjata menunggu. Siapa yang menjebaknya dan mengapa, masih belum terungkap hingga sekarang.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top