Loading...
Internasional

11 Juli dalam Sejarah: 7.000 Muslim Bosnia Dibunuh Masal oleh Pasukan Serbia-Bosnia

Share the knowledge

 

Seorang wanita Muslim Bosnia berdoa di tengah jenazah korban pembantaian Srebrenica (gambar dari:  https://www.youtube.com/watch?v=VPgzambHLVs)

Seorang wanita Muslim Bosnia berdoa di tengah jenazah korban pembantaian Srebrenica (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=VPgzambHLVs)

Pada tanggal ini tahun 1995, lebih dari 7.000 Muslim Bosnia dibunuh masal oleh pasukan Serbia-Bosnia di kota Srebrenica selama Perang Bosnia. Mereka merangsek ke suatu lokasi yang dianggap aman oleh PBB, lalu mengambil lelaki usia militer, bocah lelaki, dan beberapa lelaki tua.

Dikutip dari laman The Atlantic, selama hari-hari berikutnya, pasukan Serbia-Bosnia tersebut mengeksekusi mereka dan membuang tubuhnya ke lubang-lubang yang digali di hutan sekitar Srebrenica, satu kota di Bosnia dan Herzegovina timur. Eksekusi direncanakan dengan baik; tentara Serbia berhasil menyamarkan kegiatan pembantaian tersebut.

Pembunuhan masal tersebut dilakukan hanya dalam beberapa hari, namun proses menemukan mayat-mayat itu memakan waktu bertahun-tahun. Bahkan upaya mengidentifikasi dan menguburkan kembali mereka dengan benar masih berlanjut hingga dua dekade kemudian.

Lebih dari 1.000 masih dinyatakan hilang, menurut The Atlantic. Selain membantai para lelaki, laman Britannica menyebutkan, lebih dari 20.000 warga sipil lainnya diusir dari kota kelahirannya.

Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia –yang didirikan sebelum pembantaian untuk memeriksa kelakuan militer yang berkelanjutan– menyimpulkan bahwa pembunuhan di Srebrenica, yang diperparah dengan pengusiran massal warga sipil Muslim Bosnia, sama dengan genosida (pembersihan etnis).

Postcomended   23 April dalam Sejarah: Virus Penyebab AIDS Pertama Kali Ditemukan

Pembantaian ini, yang merupakan episode terburuk dari pembunuhan massal di Eropa sejak Perang Dunia II, membantu mendorong Barat untuk mendesak gencatan senjata yang mengakhiri tiga tahun perang di wilayah Bosnia.

Laman Britannica menulis, Perang Bosnia dimulai sejak 1992, ketika pasukan Serbia Bosnia menargetkan Srebrenica dalam kampanye untuk menguasai blok wilayah di Bosnia dan Herzegovina timur. Tujuan akhirnya adalah untuk menganeksasi wilayah ini untuk bergabung dengan Republik Serbia yang saling berdekatan (bersama dengan Montenegro).

Untuk melakukan itu, mereka percaya, diperlukan pengusiran penduduk Muslim Bosnia di wilayah tersebut, yang menentang aneksasi. Pada Maret 1995, Radovan Karadzic, presiden otonom Republika Srpska (Republik Serbia Bosnia) yang dideklarasikan sendiri, mengarahkan pasukan militernya untuk menciptakan situasi ketidakamanan total bagi penduduk Srebrenica, yang memuncak dalam pembantaian 11 Juli 1995.

Diserbu di “Daerah Aman PBB” Tanpa Perlawanan

Serangan dimulai pada 6 Juli 1995, dengan pasukan Serbia-Bosnia maju dari selatan dan membakar rumah-rumah warga Bosnia di sepanjang jalan. Di tengah kekacauan dan teror, ribuan warga sipil melarikan diri dari Srebrenica ke desa terdekat, Potocari, di mana sebuah kontingen sekitar 200 penjaga perdamaian Belanda (atas nama PBB) ditempatkan.

Sejumlah penjaga perdamaian Belanda menyerah, sementara yang lainnya mundur. Tidak ada yang mencoba menembaki pasukan Serbia-Bosnia yang merangsek maju. Pada hari pembantaian terjadi, pemimpin militer Serbia Bosnia, Ratko Mladic, berjalan melalui Srebrenica.

Postcomended   Kantor Berita Asing Soroti Bakal Pindahnya Ibukota Indonesia dan Jakarta yang Terancam Tenggelam

Dalam sebuah pernyataan yang difilmkan oleh seorang jurnalis Serbia, dia mengatakan, “Kami memberikan kota ini kepada bangsa Serbia. Waktunya telah tiba untuk membalas dendam pada kaum Muslim.”

Pada malam 11 Juli, satu kelompok yang terdiri lebih dari 10.000 Muslim Bosnia melarikan diri dari Srebrenica melalui hutan lebat dalam upaya menyelamatkan diri. Pagi harinya, pasukan Serbia Bosnia dengan mengatasnamakan PBB, membuat janji keamanan palsu untuk mendorong para pengungsi menyerah. Faktanya, ribuan dari mereka yang menyerah itu ditangkap. Banyak yang kemudian dieksekusi.

Ribuan Muslim Bosnia lainnya, dengan cara diteror, dipaksa keluar dari Potocari hari itu. Selain dibunuh, pemerkosaan juga dilakukan oleh pasukan Serbia Bosnia. Meskipun aksi pembantaian dimulai pada 11 Juli, namun eksekusi terus berlanjut setidaknya sampai 16 Juli. Belakangan diketahui bahwa banyak korban pembantaian diikat dengan tangan dan kaki. Banyak mayat juga menunjukkan tanda-tanda mutilasi.

Pengadilan internasional telah membuat sejumlah hukuman terkait pembantaian dan genosida Srebrenica ini, yang antara lain baru selesai pada 2017. Ratko Mladic misalnya melalui Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 22 November 2017.

Sementara itu, arsitek pembantaian lainnya, Radovan Karadzic (73), juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup Maret 2019 lalu. Sedangkan pemain utama pembantaian Balkan lainnya, Slobodan Milosevic, meninggal di selnya di penjara Mahkamah Kejahatan Perang PBB di Den Haag pada Maret 2006, untuk sebab yang disebut alami.

Postcomended   3 Mei dalam Sejarah: Novel "Gone with the Wind" Mendapatkan Pulitzer, Lalu Diapdaptasi Menjadi Film

Dalam proses pengadilan terhadap mereka, PBB dan para pendukung Baratnya, dituding harus menanggung kesalahan juga karena gagal melindungi para pengungsi di daerah yang disebut “daerah aman” di Srebrenica yang diserbu pasukan Serbia-Bosnis yang berujung pada pembantaian 11 Juli 1995 tersebut.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top