Internasional

11 September dalam Sejarah: Rezim Demokratis Cile Pimpinan Allende Digulingkan Pasukan Dukungan AS

Share the knowledge

Salvador Allende (gambar dari: https://venezuelanalysis.com/analysis/11521)

Salvador Allende, digulingkan oleh pasukan dukungan AS karena mengancam kepentingan AS (gambar dari: https://venezuelanalysis.com/analysis/11521)

Pada tanggal ini, 1973, pemerintahan demokratis Cile pimpinan Salvador Allende, digulingkan oleh pasukan dukungan AS; bukti keculasan negeri adidaya ini. Allende terbunuh dalam aksi kudeta tersebut. Ribuan warga Cile juga dibunuh, “dihilangkan”, dipenjara, dan dipaksa beremigrasi atau masuk ke pengasingan.

Istana kepresidenan Cile, La Moneda, dibom secara luas. Janda dan keluarga Allende sejak kejadian itu terpaksa bersembunyi di Meksiko selama bertahun-tahun. Amerika Serikat (AS) kemudian memasang penggantinya, Jenderal Augusto Pinochet; salah satu diktator pasca-Perang Dunia Kedua paling terkenal.

Dilansir laman Global Research, selama 17 tahun ke depan kediktatoran Pinochet, sekitar 40.000 warga Cile  disiksa, seringkali dengan cara paling sadis, dan diawasi oleh dokter dengan gaya Josef Mengele; dokter Nazi di kamp konsentrasi Auschwitz.

Para dokter ala Mengele ini akan memastikan para korban tetap hidup selama mungkin, memberikan obat-obatan untuk menyadarkan mereka, sehingga penyiksaan dapat terus dilanjutkan. Mereka disebut tidak diadili hingga kini.

Sebelum kudeta tersebut, Cile adalah tempat yang hidup dan bersemangat di mana orang-orang saling menyapa dan ceria. Sejak Pinochet berkuasa, mimpi buruk menfhantui warga Cile yang merasakan suasana saling curiga dan teror terus-menerus.

Beberapa hari setelah kudeta, Penasihat Keamanan Nasional AS, Henry Kissinger, menggambarkan situasi di Cile  sebagai, “Tidak ada konsekuensi yang sangat besar”. Sikap AS terhadap Allende telah tercermin dari ucapan Kissinger setelah pemilihan Allende tiga tahun sebelumnya.

Postcomended   Via Ferrata di Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat

Waktu itu Kissinger mengatakan kepada Direktur CIA, Richard Helms, melalui telepon, “Kami tidak akan membiarkan Cile sia-sia.” Helms menanggapi, “Aku bersamamu”. Kissinger adalah pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, yang telah terlibat dalam kejahatan perang lainnya seperti panggilan terbuka untuk genosida di Kamboja pada 1969.

Terganggu oleh kemenangan Allende pada awal September 1970, Presiden AS, Richard Nixon, memerintahkan CIA untuk mencegah Allende dari berkuasa atau untuk menggesernya. Allende baru akan menjabat dua bulan kemudian. Departemen Luar Negeri AS menyarankan, “biarkan Allende masuk dan lihat apa yang bisa kita lakukan”.

Namun Nixon menyatakan dengan hati-hati, “Kami tidak ingin berita besar bocor bahwa kami berusaha menggulingkan pemerintah.” Kissinger meneruskan kepada Sekretaris Negara, William Rogers, bahwa,
“Pandangan Presiden (Nixon) adalah melakukan semaksimal mungkin untuk mencegah pengambilalihan oleh Allende”.

Postcomended   26 Mei dalam Sejarah: Vatikan Diguncang Vatileaks

Tujuan pemerintahan Nixon menggulingkan Allende, kata Global Research, adalah untuk menghancurkan nasionalisme independen, atau apa yang disebut “virus” yang mungkin “menulari” orang lain; semacam efek domino.

Henry Stimson, Sekretaris Perang AS selama Perang Dunia II, menggambarkan Amerika Latin dimana Cie berada,  sebagai “wilayah kecil kami di sini yang tidak pernah mengganggu siapa pun”. Stimson mengatakan, hak-hak negara untuk mengelola urusan mereka sendiri adalah prospek yang tidak dapat diterima oleh perencana AS. Kami melihat contoh-contoh ini hingga hari ini.”

Akhir 1970, CIA dikirim untuk bekerja membangun dukungan untuk saingan Allende, mantan Presiden Jorge Alessandri, tetapi tidak berhasil. Sebaliknya CIA memberikan tekanan rahasia, termasuk membayar jutaan dolar kepada kelompok oposisi untuk mempercepat pemecatan Allende.

Kedekatan Allende dengan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, membuat AS kian kebakaran janggut. Mereka saling berkunjung. Saat berkunjung ke Kuba sekitar 1962, Allende terkesan dengan kemajuan yang dibuat oleh revolusi Castro, sebelum kembali mengunjungi negara pulau itu pada 1972.

Setelah Allende terguling, penggantinya, Augusto Pinochet, segera memprivatisasi ekonomi Cile agar sesuai dengan persyaratan perusahaan Amerika (suatu pola licik AS yang dikerjakan CIA di banyak negara termasuk di Indonesia).

Postcomended   Seorang Kepala Riset Terkemuka Peringatkan Ancaman Brexit Terhadap Sains

Pinochet menurut Global Research adalah pengedar narkoba besar yang menjual kokain ke AS dan Eropa pada 1980-an, mengumpulkan kekayaan pribadi dalam prosesnya bersama dengan para kroni-kroninya. Cile pun meluncur ke jurang kemiskinan dan kehancuran di bawah Pinochet.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top