UNSPECIFIED – SEPTEMBER 07: A bright meteor during Perseid meteor shower (Aug. 12) is captured in a star trail image of constellation Orion. (Photo by Babek Tafreshi/SSPL/Getty Images)

Bumi akan memasuki kembali orbit para debu kosmik Perseid pada 12 Agustus 2017. Beruntungnya, tamu antariksa dari peristiwa pecahan komet Swift-Tuttle seribu tahun lalu ini, akan mampir di angkasa Bumi tepat saat Indonesia sudah memasuki malam hari. Sayangnya, tanggal itu juga bertepatan dengan fase bulan cembung, sehingga pandangan akan terganggu oleh cahaya bulan.

“Puncak Perseid diperkirakan terjadi sekitar pukul satu siang EDT (22.00 WIB) pada 12 Agustus tahun ini, yang berada di tengah hari,” ungkap ahli asteroid NASA, Bill Cooke. Cooke menyebutkan, Perseid kali ini akan kaya dengan bola-bola api. “Tapi jika tidak terlihat, berarti bulan benar-benar mengacaukannya.”

Postcomended   Ayo Muter-muter Wisata Semarang Ora Mbayar

Sebenarnya debu komet Swift-Tuttle ini sudah mulai memasuki orbit Bumi tanggal 17 Juli – 24 Agustus 2017, namun akan mencapai puncaknya pada 12-13 Agustus.

Di malam puncak diperkirakan 150 meteor akan melintas setiap jam dengan kecepatan 59 km/jam. Debu-debu kosmik ini tampak datang dari rasi Perseus, karenanya dinamakan Perseid.

Hujan meteor Perseid terjadi saat Bumi melintasi puing-puing komet 109P/Swift-Tuttle yang lepas saat sedang menempuh orbitnya setiap 130 tahun. Puing-puing Swift-Tuttle ini berasal dari materi yang lepas hampir seribu tahun lalu. Materi terbaru yang akan ikut meramaikan adalah yang berasal dari puing-puing yang lepas tahun 1862.

Rasi Perseus baru akan terbit setelah lewat tengah malam yakni pukul 01:00 WIB. Kehadiran Bulan cembung yang terbit pukul 20:51 WIB, akan mengurangi jumlah meteor yang terlihat. Hujan meteor Perseid ini bisa diamati sampai menjelang fajar.

Postcomended   Tanda-tanda Kiamat Bumi Sudah Nyata

Jika beruntung, kita juga bisa mendapat bonus hujan meteor Eta Aquariid Selatan dan Alpha Capricornid sejak pukul 22:00 waktu lokal sampai fajar. Eta Aquariid dapat diamati sampai tanggal 23 Agustus 2017. Sedangkan Alpha Capricornid berlangsung sampai 15 Agustus.

Komet induknya, yakni Swift-Tuttle, terlihat terakhir kali di atmosfer Bumi pada 1992 dan diperkirakan akan melintas lagi pada 2125.

Perseid merupakan suatu rasi bintang di belahan utara, yang terinspirasi dari nama pahlawan mitologi Yunani Kuno yang melawan Medusa bernama Perseus. Rasi ini adalah salah satu rasi dari 48 rasi bintang Ptolemy dan juga satu dari 88 rasi bintang modern.

Jika sudah tak sabar menunggu 12 Agustus, hujan meteor Perseid sudah bisa diamati mulai 7 Agustus dengan menggunakan teleskop sederhana.

Postcomended   Tour de Singkarak ETAPPE 3, Senin 20 November 2017, SIJUNJUNG - DHARMASRAYA

Peristiwa angkasa tahunan ini akan diapit peristiwan Gerhana Bulan pada 7 Agustus 2017, dan Gerhana Matahari Total pada 21 Agustus 2017 yang akan akan melintasi Amerika Serikat setelah 38 tahun..***(ra)

Share the knowledge