Gunung es memisahkan diri dari rak es Larsen C. 

Pada tanggal ini tahun 1843, pemimpin Mormon, Joseph Smith, mengatakan bahwa Tuhan mengizinkan poligami. Enambelas tahun sejak itu, mesin pembuat kantong kertas dipatenkan William Goodale. Jauh hari kemudian, pada 2017, salah satu gunung es terbesar dalam catatan yang beratnya mencapai satu triliun ton, memisahkan diri dari Antartika. Kabar baiknya adalah…Para ilmuwan pada hari tersebut memperingatkan, terpisahnya gunung es yang ukurannya dikatakan kira-kira sebesar negara bagian Delaware, Amerika Serikat, atau seluas pulau Bali ini, dapat menciptakan bahaya bagi kapal-kapal di sekitar benua itu ketika terpecah.

Gunung es bervolume satu triliun ton dan berukuran 5.800 km persegi ini telah hampir putus selama beberapa bulan sebelumnya, dan kemudian memisahkan diri dari rak es Larsen C di Antartika pada sekitar 10 dan 12 Juli 2017, kata para ilmuwan di Universitas Swansea dan di British Antarctic Survey.

Sepanjang musim dingin Antartika, para ilmuwan memantau kemajuan keretakan di rak es menggunakan satelit Badan Antariksa Eropa. “Gunung es ini adalah salah satu yang terbesar yang tercatat, dan perkembangannya di masa depan sulit untuk diprediksi,” kata Adrian Luckman, profesor di Universitas Swansea dan peneliti utama Proyek MIDAS, yang telah memantau lapisan es selama bertahun-tahun.

Postcomended   18 Desember dalam Sejarah: Manusia Piltdown, Kecurangan Ilmiah Paling Sensasional dalam Sejarah

“Ada kemungkinan (gunung es ini akan) tetap utuh, tetapi lebih mungkin pecah menjadi fragmen. Beberapa pecahan es mungkin tetap berada di daerah itu selama beberapa dekade, sementara bagian gunung es-nya mungkin akan mengapung ke utara, ke perairan yang lebih hangat,” tambahnya.

Es yang akan menambah risiko bagi kapal-kapal yang berlayar di semenanjung sekitarnya ini sekarang telah rusak. Semenanjung ini berada di luar rute perdagangan utama, tetapi merupakan tujuan utama kapal-kapal pesiar yang berkunjung dari Amerika Selatan.

Pada 2007, lebih dari 150 penumpang dan awak kapal MS Explorer dievakuasi setelah tenggelam akibat menabrak gunung es yang melayang dari semenanjung Antartika.

Gunung es ini, yang kemungkinan akan diberi nama A68, sudah mengapung sebelum pecah sehingga tidak ada dampak langsung pada permukaan laut, tetapi telah meninggalkan rak es Larsen C yang menjadi berkurang di area tersebut lebih dari 12 persen.

Postcomended   15 Juli dalam Sejarah: Prajurit Napoleon Temukan Batu Bertuliskan Huruf Kuno

Rak es Larsen A and B, yang terletak lebih jauh ke utara di Semenanjung Antartika, runtuh masing-masing pada 1995 dan 2002. “Ini menghasilkan percepatan dramatis gletser di belakang mereka, dengan volume es yang lebih besar memasuki lautan dan berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut,” kata David Vaughan, glasiologis dan direktur sains di British Antarctic Survey.

“Jika Larsen C sekarang mulai mundur secara signifikan dan akhirnya ambruk, maka kita akan melihat kontribusi lain untuk kenaikan permukaan laut,” tambahnya.

Pecah Secara Alami

Pecahnya gunung es di kutub Bumi biasanya dikaitkan dengan efek pemanasan Bumi. Kabar baiknya adalah, peristiwa ini tidak melulu terkait hal tersebut. Gunung-gunung es memecah Antartika secara alami.

Artinya, para ilmuwan tidak menghubungkan keretakan gunung es ini dengan perubahan iklim buatan manusia. Namun bagaimanapun, es adalah bagian dari semenanjung Antartika yang telah menghangat cepat dalam beberapa dekade terakhir.

“Pada bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya, lapisan es dapat berangsur-angsur tumbuh kembali, atau mungkin mengalami peristiwa memecah diri lebih lanjut yang pada akhirnya dapat menyebabkan keruntuhan; pendapat dalam komunitas ilmiah terbagi,” kata Luckman.

Postcomended   1 Desember dalam Sejarah: Terowongan Kereta Api 40 Meter di Bawah Selat Inggris, Tembus

“Model kami mengatakan itu akan kurang stabil, tetapi setiap keruntuhan (gunung es) di masa depan, akan terjadi bertahun-tahun atau beberapa dekade lagi.”(***/reuters)

Share the knowledge