Internasional

12 Juli dalam Sejarah: Nabi Agama Mormon Menyatakan Tuhan Mengizinkan Poligami

Share the knowledge

 

Josep Smith (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=J_f5MdC_lGU)

Josep Smith (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=J_f5MdC_lGU)

Pada tanggal ini tahun 1859 mesin pembuat kantong kertas dipatenkan oleh William Goodale. Di tanggal sama tahun 1843, seorang yang mengaku nabi yang kemudian dianggap sebagai pemimpin agama Mormon, Joseph Smith, (1805-1844) mengatakan bahwa Tuhan mengizinkan poligami. 

Latar belakang dari turunnya “wahyu” poligami tersebut adalah saat Smith bertanya kepada Tuhan mengapa beberapa leluhur dan raja Israel memiliki lebih dari satu istri. Pada saat itu, Nabi Smith merasa mulai menerima wahyu tentang pernikahan jamak tersebut.

Smith pada tanggal 12 Juli 1843 itu, di Nauvoo, Illinois, Amerika Serikat (AS), lalu mendiktekan wahyu yang dicatat dalam Ajaran dan Perjanjian 132, di mana Tuhan disebut telah mengungkapkan kebenaran mengenai “perjanjian pernikahan yang baru dan kekal”.

Ajaran dan Perjanjian 132: 34–66, menyebutkan ajaran-ajaran Tuhan tentang pernikahan jamak dan nasihat-Nya kepada Joseph dan Emma Hale. Hale adalah istri pertama Smith. Pada tahun-tahun berikutnya Tuhan memerintahkan “Nabi Joseph Smith” dan beberapa anggota Gereja lainnya untuk menjalankan asas pernikahan jamak.

Namun ajaran pernikahan jamak ini berakhir ketika pemerintah AS dari tahun 1860-an hingga 1880-an mengeluarkan undang-undang yang melarang pernikahan jamak, yang membuat pengikut Nabi Smith, Wilford Woodruff, yang bergabung dengan Gereja yang didirikan Nabi Smith sejak 1833, mengeluarkan Manifesto yang menuntun berakhirnya praktik pernikahan jamak oleh anggota Gereja.

Woodruff memiliki otoritas tersebut setelah pada  23-24 September 1890 dia diangkat sebagai “Rasul”, setelah sebelumnya didukung sebagai Presiden Gereja, Gereja yang dikenal sebagai “Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Akhir Zaman”.

Menurut pengakuannya, keputusan untuk mengakhiri praktik pernikahan jamak ini dilakukan setelah banyak merenung dan berdoa, lalu  menerima wahyu bahwa Orang Suci Zaman Akhir harus menghentikan praktik pernikahan jamak. 

Kini, gereja kaum Mormon ini bahkan mempraktikkan hal sebaliknya, yakni melarang poligami bahkan mengucilkan siapa pun yang mempraktikkannya. Mereka juga melarang homosekualitas; merokok; minum alkohol, teh, dan kopi.

Postcomended   24 Jam Sejak Diresmikan, Patung David Bowie Sudah Dicorat-coret

Siapa Josep Smith?

Dikutip dari Wikipedia, sebelum mendirikan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, dia mengaku dipanggil dan dipilih oleh Tuhan untuk memulihkan Gereja Yesus Kristus yang sejati.

Dia juga mengaku bahwa dia dikunjungi oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes, (tiga rasul Yesus Kristus) dan diberi kuasa dan wewenang untuk bertindak dalam nama Tuhan serta mendirikan Gereja Yesus Kristus kembali di atas Bumi, yang mendorongnya mendirikan “Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir” tersebut.

Postcomended   10 Oktober dalam Sejarah: Batavia Banjir Darah, VOC Membantai Warga Etnis Cina

Disebutkan bahwa serangkaian pengalaman spiritual yang luar biasa mempersiapkan dirinya untuk panggilan kenabiannya. Dimulai pada 1820 di Palmyra, New York, pria yang lahir dari keluarga petani di New York ini, mengaku telah melihat Tuhan Bapa dan Yesus Kristus dalam penglihatan.

Melalui wahyu, dia menerjemahkan dan menerbitkan Kitab Mormon, yang diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 26 Maret 1830. Dengan petunjuk Tuhan, dia mengangkat rasul-rasul (termasuk Woodruff) dan pemimpin-pemimpin gereja lainnya, menetapkan doktrin, dan mengajarkan prinsip-prinsip dan tata cara yang akan membawa pada keselamatan.

Dalam sebuah esai yang diterbitkan di situs web Gereja Mormon, seperti dilansir laman BBC, Smith disebut mempraktikkan poligami terhadap wanita yang berusia antara 20 dan 40. Yang termuda dari 40 istrinya adalah Helen Mar Kimball, yang saat dinikahi masih berusia 14, yang merupakan putri dari teman dekatnya.

Postcomended   Bangun Pangkalan, Cina Semakin Menancapkan Kuku di Afrika

Namun Smith tidak melakukan hubungan seksual dengan semua istrinya. Beberapa di antara mereka dianggap hanya “dimeteraikan” kepadanya untuk kehidupan berikutnya. Agama yang berbasis di Utah, AS, ini,  membanggakan lebih dari 15 juta anggota di seluruh dunia.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top