Internasional

12 Mei dalam Sejarah: Darurat Wabah Virus Zika Diakhiri

Modernitas dalam hal toilet mengalami pencapaian baru pada tanggal ini, 1792, ketika toilet yang bisa membilas sendiri secara regular dalam interval tertentu, dipatenkan. Di hari ini pula, situs Onthisday menulis, sebanyak 1.500 orang Yahudi tewas digas di Auschwitz. Satu tahun lalu di hari sama, Brasil mengumumkan berakhirnya keadaan darurat kesehatan publik atas virus Zika, yang sebelumnya menyebarkan kepanikan setelah foto-foto bayi cacat menyebar ke seluruh dunia.

Pengumuman ini dilakukan 18 bulan setelah lonjakan kasusnya menjadi berita utama di berbagai media dunia. Meski begitu, otoritas kesehatan tetap menyarankan kewaspadaan. Selama 18 bulan tersebut, foto-foto bayi yang cacat menyebarkan kepanikan di seluruh dunia, terlebih saat virus itu dilaporkan telah menyebar ke banyak negara.

Banyak calon pelancong membatalkan perjalanan mereka ke tempat-tempat terinfeksi Zika. Kekhawatiran semakin menyebar ketika petugas kesehatan mengatakan bahwa penularan Zika bisa terjadi melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.

Postcomended   30 Mei dalam Sejarah: Janda Malcolm X Dibakar Cucu Lelakinya yang Berusia 12

Ketakutan makin menjadi-jadi, pasalnya Brasil sebagai pusat wabah akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016. Hal ini memicu kekhawatiran Olimpiade bisa membantu menyebarkan virus. Seorang atlet selancar angin Spanyol mengatakan, dia tertular Zika saat berlatih di Brazil menjelang Olimpiade.

Virus yang ditularkan nyamuk itu awalnya tidak dianggap sebagai ancaman kesehatan, sampai wabah yang melanda pada 2015 mengungkapkan bahwa Zika dapat menyebabkan cacat lahir yang parah. Salah satu cacat tersebut, mikrosefali, menyebabkan bayi dilahirkan dengan tengkorak kepala jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.

Sebagai tanggapan terhadap wabah itu, Brasil meluncurkan kampanye pengusiran nyamuk. Kementerian kesehatan mengatakan bahwa upaya tersebut telah secara dramatis mengurangi kasus-kasus Zika. Antara Januari dan pertengahan April (2017), 95% lebih sedikit kasus telah dicatat daripada selama periode yang sama tahun lalu. Insiden microsepali juga telah menurun.

Postcomended   Pulau Liwungan Potensi Wisata yang Terlupakan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut kedaruratan internasionalnya sendiri pada November 2017, namun tetap mengatakan bahwa virus itu tetap menjadi ancaman.

Adeilson Cavalcante, sekretaris untuk pengawasan kesehatan di kementerian kesehatan Brasil mengatakan, berakhirnya keadaan darurat tidak berarti berakhirnya pengawasan atau bantuan bagi keluarga yang terkena dampak. “Kementerian kesehatan dan organisasi lain yang terlibat dalam bidang ini akan mempertahankan kebijakan melawan Zika, demam berdarah, dan chikungunya,” ujar Adeilson.

Zika, demam berdarah, dan chikungunya, adalah tiga penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Namun WHO memperingatkan, bahwa Zika (tampaknya) akan tetap berada di Brasil, bahkan ketika jumlah kasusnya jatuh, dan bahwa memerangi penyakit ini akan menjadi pertempuran yang berkelanjutan. (***/theguardian)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top