Nasional

12 Mei dalam Sejarah: Unjuk Rasa Tuntut Suharto Lengser Berujung Kematian 4 Mahasiswa

Share the knowledge

 

Seorang mahasiswa terkapar di jalan d tengah insiden yang dikenal dengan tragedy Semanggi I pada 12 Mei 2998 (https://www.youtube.com/watch?v=rAVNpvge0uk)

Seorang mahasiswa terkapar di jalan di tengah insiden yang dikenal dengan tragedi Semanggi I pada 12 Mei 1998 (https://www.youtube.com/watch?v=rAVNpvge0uk)

Pada tanggal ini tahun 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas tertembak saat melakukan unjuk rasa menuntut Suharto mundur di kawasan Semanggi, Jakarta. Keempat mahasiwa tersebut: Hafidhin Royan, Elang Mulya Lesmana, Hery Hartanto, dan Hendriawan Sie.

Insiden ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia ejak 1997, yang tanpa ampun menghantam perekonomian kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia yang dibangun di atas fondasi yang rapuh oleh rezim orde Baru pimpinan Presiden Soeharto.

Rupiah terjun dari Rp 2.000-an ke Rp 17.000-an per dollar AS. Harga-harga terutama produk impor, naik tak terkendali. Inflasi tersungkur hingga 77%.

Postcomended   Seorang Pasien Menerima Donasi Ginjal yang Dikirim oleh Drone

Krisis ini menyebabkan protes mahasiswa di seluruh negeri, menuntut reformasi politik dan ekonomi rezim Orde Baru. Tuntutan agar Soeharto turun pun menggema di seluruh negeri, khususnya disuarakan para mahasiswa, termasuk oleh mahasiswa Trisakti di kampus Semanggi.

Namun aksi damai mereka berubah menjadi kacau ketika aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke kerumunan mahasiswa yang sedang berdemonstrasi. Mahasiswa pun kocar-kacir. Malam harinya, dilaporkan ada empat mahasiswa yang tewas tertembak peluru tajam, dan puluhan lainnya terluka.

Pada saat insiden terjadi, dikutip dari Wikipedia, sejumlah satuan pengamanan (Polri dan TNI) berada di lokasi, mulai Brimob, Batalyon Kavaleri 9, Batalyon Infanteri 203, Artileri Pertahanan Udara Kostrad, Batalyon Infanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam, serta Pasukan Bermotor. Mereka dilengkapi dengan tameng, gas air mata, Steyr, dan SS-1. Selama insiden juga diduga terdapat pasukan penembak jitu.

Postcomended   Migran Honduras, dan Bom untuk Soros, Obama, dan Clinton

Dalam perkembangannya, 18 orang polisi diajukan sebagai terdakwa dalam kasus penembakan Semanggi I ini. Adnan Buyung Nasution yang menjadi pembela mereka mengatakan, para terdakwa itu hanya korban, bukan pelaku sebenarnya. Hingga kini, dalang penembakan masih misteri.

Keesokan harinya, kerusuhan berlanjut dengan pembakaran dan pejarahan toko-toko, pusat perbelanjaan, hingga rumah-rumah pribadi orang Tionghoa. Jalanan di Jakarta mencekam dengan sejumlah kendaraan bermotor dibakar massa.

Belakangan, muncul laporan bahwa selain penjarahan dan pembakaran, terjadi juga perkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa. Akibat kerusuhan tersebut, sekitar 1.000 orang dilaporkan tewas, termasuk di gedung-gedung yang terbakar.(***/dariberbagaisumber)

Postcomended   Diwarnai Penentangan Gereja, Taiwan Pertama di Asia Legalkan Pernikahan Sejenis

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top