Internasional

12 November dalam Sejarah: Tentara Indonesia Tembaki Mahasiswa Timtim di Santa Cruz

Monumen pembantaian Santa Cruz di Timor yang didasarkan pada foto ikonik korban insiden tersebut (sumber: iamnothome.net)

Monumen pembantaian Santa Cruz di Timor yang didasarkan pada foto ikonik korban insiden tersebut (sumber: iamnothome.net)

Pada tanggal ini tahun 1945, melalui Konferensi TKR, Jendral Soedirman di usianya yang ke-31 terpilih menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR), panglima angkatan perang RI pertama dan termuda. Pada 1970, ilmuwan untuk pertama kali menciptakan sel hidup sintetis artifisial pertama, salah satunya adalah insulin sintetis. Di tangga ini pula pada 1991, terjadi insiden yang membuat nama Indonesia buruk di mata internasional: pembantaian Santa Cruz.

Pada tanggal 12 November 1991, ribuan orang Timor Timur (Timtim) –nama provinsi Indonesia ke-27 kala itu– berkumpul untuk pemakaman seorang separatis muda yang tewas saat kunjungan Pieter Kooijmans, Pelapor Khusus Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengenai masalah penyiksaan. Tiga ribu lima ratus pengunjuk rasa berbaris melalui jalan-jalan di Dili, melambai-lambaikan bendera dalam perjalanan ke pemakaman Santa Cruz.

Ketika di dalam kerumunan demonstrasi muncul seruan-seruan pro-kemerdekaan yang mulai menjadi liar, tentara Indonesia mulai menembaki kerumunan tersebut. Dikutip dari laman Etan.org, lebih dari 271 orang Timor tewas seketika di lokasi pemakaman Santa Cruz ataupun saat dibawa ke rumah sakit. Ini belum termasuk mereka yang dinyatakan hilang.

Postcomended   19 Oktober dalam Sejarah: Obat Tuberkulosis Ditemukan, Diwarnai Kontroversi Penemunya

Acara yang diliput wartawan tersebut tak pelak terekam kamera wartawan, termasuk wartawan internasional. Dikutip laman Sciencespo.fr, salah satu wartawan yang merekam peristiwa tersebut adalah Max Stahl. Laman Etan.org juga menulis, tentara memukuli dua wartawan Amerika Serikat (AS) selama insiden tersebut, yakni Amy Goodman dan Allan Nairn (nama Nairn pada pemilu presiden RI 2014 sempat mencuat lagi terkait pernyataannya yang menyebutkan berbahaya jika Prabowo Subianto menjadi Presiden RI).

Rekaman pembantaian yang disiarkan di televisi-televisi Barat ini, memancing protes  keras  dari negara-negara termasuk Kanada dan Belanda, dan mendorong AS untuk membekukan bantuan militer (terhadap Indonesia). Di bawah tekanan internasional –setelah awalnya menyangkal pentingnya nilai peristiwa itu– Presiden Suharto dipaksa membentuk komisi penyelidikan yang bekerja di bawah kendali tentara.

Hasilnya, jumlah resmi korban tewas mencapai  sekitar 50 orang. Akan tetapi, seperti ditulis laman Etan.org dari Durand, 2002: 184, organisasi advokasi Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkapkan hasil berbeda, yakni 271 tewas, 382 terluka, dan 250 hilang.

Postcomended   9 Oktober dalam Sejarah: Orang Eropa Pertama Injak Amerika Utara (dan Kontroversinya)

Namun usai insiden tersebut, tak ada reaksi keras lanjutan bahkan dari organisasi dunia seperti PBB, yang dapat memaksa Indonesia mengakhiri kekuasaannya atas Timtim –bahkan ketika aktivis HAM Timtim seperti Ramos Horta yang mewakili Timtim di PBB dan Uskup Dili, Carlos Filipe Ximenes Belo, diganjar Nobel Perdamaian pada Oktober 1996.

Kemerdekaan Timtim datang seusai Presiden Suharto dilengserkan pada 1998, dan menaikkan BJ Habibie sebagai penggantinya. Boleh dibilang, tanpa Presiden Habibie yang membuka peluang penyelenggaraan referendum pada 20 Mei 1998, Timtim tidak akan pernah merdeka dari Indonesia.***

Postcomended   Volkswagen Umumkan VW Beetle Terakhir Bakal Diproduksi Juli 2019

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top