Lokasi ledakan bom Bali I (kredit: BBC)

Hari ini 15 tahun silam, sebuah bom mobil menghancurkan dua klub malam di Kuta, Bali. Sedikitnya 202 tewas dan 300-an orang terluka dalam aksi terorisme terburuk dalam sejarah Indonesia ini. Amerika Serikat (AS) kala itu khawatir Indonesia mulai menjadi sasaran operasi al-Qaida. Sebulan sebelumnya, kedutaan AS di Jakarta ditutup enam hari karena ancaman teror terkait organisasi muslim radikal tersebut. 

Korban tewas kebanyakan adalah warga Australia, selebihnya adalah orang asing dari negara lain seperti Inggris. Polisi mengatakan, ledakan tersebut berasal dari sebuah mobil Kijang.

Dilansir The Guardian pada 13 Oktober 2013, waktu itu masih belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun beberapa hari sebelumnya Presiden AS George W. Bush mengeluarkan peringatan di seluruh dunia tentang ancaman serangan teror yang pelakunya diduga AS dari jaringan al-Qaida.

Postcomended   Pemimpin ISIS Dikabarkan Masih Hidup!

Saksi dan polisi menggambarkan ada dua ledakan,  yang lebih kecil terjadi di diskotek Paddys diikuti ledakan yang lebih kuate berapa menit kemudian di luar Klub Sari. Kedua klub malam ini adalah tempat hiburan malam populer bagi orang asing.

Korban tewas tercatat berasal dari Australia, Jerman, Kanada, Inggris, Swedia dan Indonesia. Besarnya ledakan di Klub Sari, telah meninggalkan sebuah lubang besar di pintu masuk ke klub malam yang terletak di pusat Kuta ini.

Ledakan itu memicu api besar, yang tampaknya disebabkan tabung gas, yang membuat struktur atap yang tipis runtuh menjebak ratusan orang di dalamnya.

Postcomended   9 November dalan Sejarah: Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, Dieksekusi Mati

Hanya dalam waktu satu bulan, tepatnya November, polisi berhasil menangkap pelaku yakni Amrozi, Ali Gufron, dan pemimpin aksi Imam Samudra. Terungkap juga bahwa dalang aksi ini adalah Noordin M.Top DR Azahari. Nama terakhir diduga sebagai pembuat kedua bomb tersebut. Mereka diduga memiliki hubungan dengan jaringan al-Qaida.

Amrozi ce-es kemudian dieksekusi pemerintah Indonesia pada 8 November 2008. Sedangkan Noordin dan Azahari yang sempat buron, dikabarkan kemudian mati terbunuh saat digerebeg.

Sebelumnya, otoritas Malaysia dan Singapura telah menuduh keterlibatan anggota Jamaah Islamiyah –kelompok terkait al-Qaida yang berusaha mendirikan negara Islam di Asia Tenggara– yang berbasis di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.(***/dari berbagai sumber)

Share the knowledge