https://www.scmp.com/news/asia/southeast-asia/article/1846778/indonesian-government-wants-revive-suharto-era-law-makes-it

Soeharto, tidak tersentuh dalam peristiwa Tanjung Priok (kredit: AP)

Salah satu organisasi keislaman, Persis (Persatuan Islam) didirikan di Bandung pada tanggal ini tahun 1923, Mohammad Natsir, seorang ulama, politisi, pejuang kemerdekaan Indonesia, juga pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, menjadi anggotanya. Di tanggal sama tahun 1986, pemerintah mendevaluasi nilai tukar Rupiah dari 1.134,00 menjadi 1.664,00 per dollar AS. Dua tahun sebelumnya terjadi kerusuhan mematikan ketika rezim Orba menembak tewas 23 peserta protes.

Peristiwa yang dikenal dengan nama Tragedi Tanjung Priok ini terjadi ketika pasukan keamanan pemerintah menembaki demonstran sipil selama demonstrasi anti-pemerintah di daerah pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara. Protes itu menyusul penangkapan beberapa individu yang dituduh memberikan ceramah anti-pemerintah di Mesjid Rawa Badak, Tanjung Priok.

Tembakan dilakukan terhadap ribuan orang yang menghadiri khotbah rutin yang sekaligus digunakan demonstran untuk menunjukkan aspirasi menolak Pancasila sebagai satu-satunya ideologi. Dilansir laman Kontras.org, demonstran kocar-kacir ke segala arah.

Postcomended   22, 23, 24 Agustus dalam Sejarah: Usai Singgah di Bandung, Amelia Earhart Hilang

Banyak yang menderita luka tembak dikumpulkan di RSPAD. Korban lainnya ditangkap secara sewenang-wenang kemudian di hampir seluruh wilayah Indonesia, yang berlanjut hingga keesokan paginya.

Termasuk dalam korban adalah mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan itu, tetapi (dianggap)  aktif berkhotbah. Tanpa pemberitahuan kepada keluarga, para korban ditahan dan mengalami penyiksaan, baik di Kodim Jakarta Utara, kantor polisi militer (Mapomdam) Guntur, atau rumah tahanan militer (RTM) Cimanggis.

Di pengadilan mereka dijatuhi hukuman antara 1-3 tahun penjara dengan pasal subversif dan menolak penangkapan. Setelah insiden itu, para korban mengalami stigmatisasi komunitas karena mereka dianggap sebagai penjahat negara. Banyak korban stigmatisasai itu hidup dalam kemiskinan karena mereka kehilangan pekerjaan atau sulit mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan sekolah.

Postcomended   25 Juli dalam Sejarah: Bayi Tabung Pertama Dilahirkan ke Dunia, Kontroversi pun Meletup

Bagaimanapun, upaya penuntutan atas kasus pelanggaran HAM ini terus berlanjut. Pada 1998 Komnas HAM membentuk tim khusus, diikuti pembentukan komisi untuk penyelidikan pelanggaran HAM di Tanjung Priok (KP3T) pada 2000.

Melalui dua proses penyelidikan —salah satunya adalah pro justiciar– Komnas HAM dalam laporannya menyatakan bahwa pelanggaran HAM parah telah terjadi dalam peristiwa tersebut secara keseluruhan; tidak terbatas pada tindakan pembunuhan, penahanan sewenang-wenang, penangkapan, penyiksaan, dan penghilangan paksa. Seluruh rangkaian insiden adalah tanggung jawab pelaku di lapangan, komando operasional, dan tanggung jawab komando.

Komnas HAM menyerahkan laporan akhir kepada kantor Kejaksaan Agung. Penyelidikan di kantor Kejaksaan Agung diperpanjang sampai selesai pada Juli 2003. Pada September 2003 pengadilan HAM dimulai. Pengadilan menuntut 15 terdakwa yang bertanggung jawab sebagai pelaku lapangan dan komando operasional. Sementara itu, Presiden sebagai pihak yang bertanggung jawab, LB Moerdani sebagai Panglima ABRI dan Tri Sutrisno sebagai Pangdam Jaya, secara hukum tidak dapat disentuh.***

Postcomended   Aktor Nicholas Saputra Menghadang Pemotor yang Naik ke Trotoar

 

Share the knowledge