Internasional

Wanita Cina Usia 67 Nekat Lanjutkan Kehamilan Kembarnya

Zhang, ibu 67 tahun “korban” kebijakan satu anak, memutuskan meneruskan kehamilan kembarnya. Anak Zhang satu-satunya meninggal di usia 32 (foto: Shanghaiist)

Seorang wanita Cina berusia 67 tahun yang hamil dengan bayi kembar menegaskan dia akan menentang saran dokter untuk melakukan aborsi meskipun mereka khawatir akan keselamatannya, menurut sebuah koran lokal. Jika berhasil, wanita bernama Zhang ini akan menjadi salah satu wanita tertua yang melahirkan. Zhang adalah “korban” kebijakkan satu anak di tahun 1980-an.

Zhang mengatakan dia bersikeras akan melanjutkan kehamilannya karena dia kehilangan putra satu-satunya dalam kecelakaan mobil empat tahun lalu, The Beijing News melaporkan pada 8 Agustus 2018, diteruskan SCMP.

Zhang diperingatkan bahwa tekanan darah tinggi dan usianya akan menjadikan kehamilannya sangat berisiko dan fakta bahwa ia membawa anak kembar akan menambah bahaya baginya. Namun dia mengatakan kepada surat kabar itu bahwa dia dan suaminya telah merindukan anak lain setelah putra mereka yang satu-satunya meninggal dalam usia 34 tahun akibat kecelakaan lau lintas.

Postcomended   Cina Legalkan Produk Harimau dan Badak, Surat Kematian Bagi Kedua Spesies

“Saya tidak bisa tidur tanpa pil tidur selama bertahun-tahun. Saya dulu bermimpi tentang mendidik anak-anak putra saya, tetapi (sekarang impian itu) tidak ada,” kata Zhang kepada koran tersebut. Pada saat kelahiran almarhum putranya itu pada 1980, kebijakan satu anak Cina masih berlaku, dan baru dihapus pada 2015.

Setelah putra mereka meninggal, Zhang dan suaminya mencoba mengadopsi anak lain, tetapi gagal karena usia mereka, kata laporan itu. Tahun lalu, pasangan itu memutuskan untuk menjalani program fertilisasi in vitro (bayi tabung) dan menemukan sebuah rumah sakit di Taiwan yang bersedia melakukan prosedur, yang kemudian dilakukan Juni lalu.

Sekembalinya Zhang dari Taiwan, dia menjalani pemeriksaan kehamilan di Baodao Healthcare, sebuah rumah sakit bersalin di Beijing, tetapi rumah sakit itu tidak mampu menangani kehamilan berisiko tinggi, jadi mereka memindahkannya ke Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking.

Li Shilan, dokter yang merawat Zhang di rumah sakit kedua, juga menganggap terlalu berisiko baginya untuk melahirkan bayi. Dia mengatakan dokter senior lain di rumah sakit mereka telah menyarankan Zhang melakukan aborsi tetapi dia menolak.

Postcomended   Bangun Pangkalan, Cina Semakin Menancapkan Kuku di Afrika

Setelah Zhang meninggalkan rumah sakit, Komisi Kesehatan Kota Beijing dan Keluarga Berencana memberi tahu rumah sakit lain di ibukota agar tidak mengikuti kemauan Zhang tanpa mengontaknya untuk meminta bimbingan. Zhang mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa nasehat itu membuat dia “merasa seperti seorang buronan”.

“Tidak ada yang peduli kepada saya ketika saya kehilangan anak tunggal saya, jadi saya menemukan jalan keluar sendiri, tetapi Anda menghalangi saya lagi. Saya tidak begitu kaya, tetapi saya siap untuk membesarkan seorang anak, dan saya percaya saya bisa hidup sampai 85, sampai anak saya tumbuh menjadi dewasa” ujarnya.

“(Bahkan jika saya tidak bisa), keponakan saya yang berusia sekitar 40 tahun, dapat membantu membesarkan anak. Memiliki anak adalah segalanya bagiku,” ujar Zhang.

Seorang profesional medis yang tidak dikenal mengatakan kepada surat kabar bahwa hukum Cina  tidak membatasi usia kehamilan, tetapi para profesional telah menyusun proposal untuk melakukannya. Wanita Cina tertua yang diketahui menjadi ibu adalah Sheng Hailin, yang melahirkan bayi kembar berusia 62 tahun pada 2010.***

Postcomended   Tarif Trump Bikin Harga Tak Masuk Akal, Ford Batalkan Impor Mobilnya Sendiri

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top