Internasional

13 Agustus dalam Sejarah: Seorang Metalurgis Inggris Temukan Baja Tahan Karat Bernama “Stainless Steel”

Share the knowledge

 

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=izG1zzlM6HU)

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=izG1zzlM6HU)

Pada tanggal ini tahun 1913, ahli metalurgi Inggris, Harry Brearley, memulai produksi baja tahan karat atau yang kemudian abadi dikenal dengan nama stainless steel. Temuan ini membuka jalan bagi terkembangnya teknologi modern sejak saat itu, saat ini dan yang akan datang.

Meskipun Brearley sering dikreditkan sebagai penemu stainless steel, namun temuan baja tahan karat itu sendiri sesungguhnya melalui proses bertahap yang cukup lambat. Dikutip dari laman History and Headlines, Asosiasi Stainless Steel Inggris bahkan mengakui, Brearley tidak sendirian.

Para peneliti Inggris dan Prancis telah belajar sejak 1820-an bahwa penambahan kromium pada baja dapat meningkatkan ketahanan logam terhadap korosi akibat asam.

Ahli metalurgi Prancis, Pierre Berthier, misalnya, pada 1821 mendemonstrasikan properti tahan karat tersebut, meskipun pada saat itu produk tersebut tidak cocok untuk penggunaan umum karena rapuh. Setelah Berthier, selama kira-kira 20 tahun kemudian banyak upaya dilakukan yang juga menghasilkan banyak kegagalan, termasuk dalam hal komposisi kromium.

Hingga kemudian, seperti dikutip laman Wired, seorang ahli metalurgi Jerman, Hans Goldschmidt, menyempurnakan suatu proses untuk menghasilkan kromium yang dibutuhkan untuk baja tahan karat pada akhir abad ke-19 dan segera setelah itu beberapa ilmuwan mengembangkan apa yang dapat dianggap sebagai baja tahan karat yang lebih modern.

Postcomended   Penutupan Washington Bisa Berdampak pada Pembaruan Informasi Tsunami Selat Sunda

Pada 1912, seorang Amerika, Elwood Haynes, telah mengajukan permohonan paten untuk memproses dan memproduksi stainless steel. Pada tahun sama, sepasang insinyur di Krupp, Jerman, mematenkan merek baja tahan karat mereka, produk yang mereka sebut Nirosta.

Masih di tahun sama, menurut Wired yang mengutip Asosiasi Stainless Steel Inggris, Brearley mulai mengerjakan sebuah proyek untuk satu pabrik senjata kecil yang ingin mencegah laras senapannya cepat terkikis oleh panas dan gesekan tembakan.

Dalam percobaannya, Brearley perlu mengetsa sampel paduan-bajanya untuk memeriksa struktur butirannya di bawah mikroskop. Tetapi ketika dia menggunakan asam nitrat, sampel-sampel kromium tinggi menolak dilarutkan.

Fokusnya bergeser dari ketahanan erosi ke ketahanan korosi. Setelah mencoba berbagai kombinasi dengan kromium 6 hingga 15 persen dan ukuran karbon yang berbeda, dia membuat paduan baru pada 13 Agustus 1913 yang mengandung kromium 12,8 persen dan karbon 0,24 persen. Paduan ini tidak hanya berhasil melawan asam nitrat, tetapi juga jus lemon dan cuka.

Postcomended   Siswa SMA Amerika Bagi-bagikan Kue yang Diduga Mengandung Abu Neneknya

Brearley lalu membawa penemuannya tentang “baja tak berkarat” ini ke alat pemotong Sheffield R.F Mosley. Seorang manajer di sana, Ernest Stuart, menamainya “stainless steel”. Jadi Brearley, bagaimanapun, memang merumuskan paduan pertama yang dinamakan “stainless steel”.

Sejak itu, keran pun terbuka untuk para pembuat baja untuk menemukan berbagai kegunaan dari produk komersial baru ini. Pada 1929, di AS saja, sebanyak 25 ribu ton barang diproduksi menggunakan stainless steel.

Stainless steel menjadi pilihan jelas untuk aplikasi pada alat seperti gunting, peralatan rumah tangga, jembatan, senapan, instrumen bedah, dll, dan aplikasi untuk teknologi lebih canggih seperti untuk bidang ruang angkasa, kedokteran gigi, kelautan, mobil, hingga gerbong kereta api yang kini sepenuhnya tergantung pada produk ini.

Selain kromium, nikel dan mangan sering ditambahkan ke ramuan stainless steel dalam jumlah yang bervariasi untuk mencapai sifat-sifat tertentu. Ketahanan karat berasal dari kromium yang membentuk lapisan kromium oksida di bagian luar baja tahan karat, yang melindunginya dari oksidasi lebih lanjut (korosi).

Postcomended   Inilah Produk-produk Terlaris Selama 36 Jam Amazon Prime Day

Bandingkan dengan baja karbon biasa yang mengembangkan lapisan besi oksida (karat), yang mengelupas dan mempercepat korosi logam. Menariknya, stainless steel hampir non-magnetik, yang membuatnya berharga untuk aplikasi tertentu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top