Internasional

13 Desember dalam Sejarah: Dari Sebuah Bunker, Saddam Hussein Ditangkap AS

Hari ini, 2003, mantan presiden Irak, Saddam Hussein (alm), ditangkap di dekat kampung halamannya di Tikrit, Irak. Penangkapan ini terjadi setelah mantan diktator tersebut menghabiskan sembilan bulan dalam pelarian. Saddam diadili dan dihukum mati, namun tidak untuk kasus yang membuatnya diburu AS: kepemilikan senjata biologis pemusnah masal.

Kejatuhan Saddam dimulai pada 20 Maret 2003, ketika Amerika Serikat (AS) memimpin pasukan invasi ke Irak untuk menggulingkan pemerintahannya, yang telah menguasai negara tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Saddam Hussein lahir dari keluarga miskin di Tikrit, 100 mil di luar Baghdad, pada 1937. Setelah pindah ke Baghdad saat masih remaja, Saddam bergabung dengan partai Baath yang sekarang terkenal, yang kemudian dipimpinnya.

Dia berpartisipasi dalam beberapa usaha kudeta, hingga berhasil membantu membuka jalan bagi sepupunya sebagai diktator Irak pada Juli 1968. Saddam mengambil alih posisi sepupunya 11 tahun kemudian.

Selama 24 tahun menjabat, polisi rahasia Saddam yang bertugas melindungi kekuasaannya, meneror masyarakat, mengabaikan hak asasi manusia warga negara. Sementara banyak rakyatnya menghadapi kemiskinan, dia hidup dalam kemewahan yang luar biasa, membangun lebih dari 20 istana mewah di seluruh negeri.

Postcomended   Dihukum Gantung, Anggota ISIS Asal Sydney Mengemis Pertolongan Australia

Terobsesi pada keamanan, dia sering berpindah-pindah tempat tinggal; dia misalnya sering tidur di lokasi rahasia. Awal 1980-an, Saddam melibatkan negaranya dalam sebuah perang delapan tahun dengan Iran, yang diperkirakan telah memakan lebih dari satu juta nyawa di kedua belah pihak.

Dia diduga telah menggunakan agen saraf dan gas mustard pada tentara Iran selama konflik tersebut, serta senjata kimia pada penduduk Kurdi Irak di Irak utara pada 1988.

Tindakannya menginvasi Kuwait –sekutu AS– pada 1990, menjadi alasan bagi AS menyerang Irak. Satu koalisi pimpinan AS menginvasi Irak pada 1991, dan berhasil memaksa tentara sang diktator meninggalkan tetangganya yang lebih kecil itu, namun gagal menyingkirkan Saddam dari kekuasaan.

Sepanjang 1990-an, Saddam menghadapi kedua sanksi ekonomi PBB dan serangan udara yang bertujuan melumpuhkan kemampuannya untuk menghasilkan senjata kimia, biologi, dan nuklir; hal yang selalu digembor-gembor AS.

Dengan Irak tuduhan penjualan minyak ilegal dan pembangunan senjata biologis, AS kembali menyerang negara itu pada Maret 2003. Alasan penyerangan diperkuat tuduhan AS yang tak terbukti bahwa Saddam terlibat tragedi runtuhnya menara WTC pada 11 September 2001. Dunia menduga AS mencari-cari alasan agar bisa menumbangkan Saddam sekaligus menguasai minyak Irak.

Postcomended   7 November dalam Sejarah: Seabad Revolusi Bolshevik, Lenin Pimpin Rusia

Saddam bersembunyi segera setelah invasi AS. Dia berbicara kepada rakyatnya hanya melalui rekaman suara sesekali. Setelah mengumumkan Saddam sebagai orang paling penting dalam daftar seluruh anggota rezimnya yang paling banyak dicari, AS mulai mencari Saddam dan para penasihat terdekatnya.

Pada 22 Juli 2003, anak-anak Saddam, Uday dan Qusay, terbunuh saat tentara AS menggerebek sebuah vila di mana mereka tinggal di kota Mosul, Irak utara.

Lima bulan kemudian, pada 13 Desember 2003, tentara AS menemukan Saddam Hussein bersembunyi di lubang yang dalamnya mencapai 6-8 kaki, sembilan mil di luar kampung halamannya, Tikrit.

Pria yang dulu terobsesi pada kebersihan tersebut tampak tidak terawat, dengan janggut lebat dan rambut kusut. Dia tidak menolak dan tidak terluka saat ditangkap.

Seorang tentara di tempat kejadian menggambarkannya sebagai “seorang pria yang mengundurkan diri dari takdirnya.” Saddam kala itu berada dalam tahanan Irak dengan keamanan dilakukan pihak AS. Saddam menghadapi pengadilan di depan sebuah pengadilan khusus mengenai beberapa kasus pidana yang tertunda terhadapnya.

Sidang pertama dimulai Oktober 2005. Setahun kemudian, tepatnya 5 November 2006, dia dinyatakan bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan dijatuhi hukuman mati dengan digantung.

Postcomended   14 November dalam Sejarah: Novel Moby Dick Pertamakali Terbit di Amerika, Sempat Sepi Pembaca

Setelah banding yang tidak berhasil, dia dieksekusi pada 30 Desember 2006. Meskipun ada pencarian yang berkepanjangan, senjata pemusnah massal tidak pernah ditemukan di Irak, dan Saddam tak pernah diadili untuk kasus yang menjadi alasan dia diburu AS tersebut.(***/history/republika)

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top