13 Juli dalam sejarah, Julius Caesar : Ista quidem vis est!

13 Juli dalam sejarah, Julius Caesar : Ista quidem vis est!

Internasional Politik
Share the knowledge

Pada tanggal 15 Maret 44 SM, Caesar dijadwalkan sebuah sesi di senat. Beberapa senator berkonspirasi untuk membunuhnya. Mark Antony, yang sudah mengetahui rencana ini malam sebelumnya dari seorang liberator yang ketakutan bernama Servilius Caca, takut akan terjadi hal terburuk, lalu menghadap Caesar.

Para konspirator, yang sudah memperkirakan ini, mengirimkan Trebonius untuk menghadangnya sebelum mencapai Theater Pompey, tempat di mana sesi akan diadakan dan menahannya di luar.
Menurut Plutarkos, begitu Yulius Kaisar sampai di senat, Tillius Cimber memperlihatkan kepadanya petisi untuk memanggil kembali saudaranya yang diasingkan.

Konspirator lainnya mengelilingi Caesar untuk memberikan dukungan. Plutarch dan Suetonius mengatakan bahwa Caesar mengusirnya, tapi Cimber meraih bahunya dan menarik tunik Caesar. Caesar berteriak kepada Cimber “Ini perbuatan yang kasar!” (Ista quidem vis est!).

Pada saat yang sama, Casca mengambil pisaunya dan akan menusuk leher sang diktator. Caesar berbalik dan memegang tangan Casca. Berdasarkan keterangan Plutarch, ia berseru dalam bahasa latin, “Casca, kau penjahat, apa yang sedang kau lakukan?” Casca, ketakutan, berteriak, “Tolong, saudaraku!” dalam bahasa Yunani. (“ἀδελφέ, βοήθει”, “adelphe, boethei”). Dalam sekejap, seluruh kelompok, termasuk Brutus, memukuli sang diktator.

Caesar berusaha lari, tetapi dibutakan oleh darahnya, terpeleset dan jatuh. Orang-orang terus menusuki badannya yang tanpa pertahanan di bawah portico. Berdasarkan Eutropius, sekitar 60 orang ambil bagian dalam pembunuhan ini. Ia ditusuk 23 kali.

Menurut Suetonius, seorang dokter, sebenarnya hanya satu luka, luka kedua di dada, yang berperan dalam kematian Caesar.

Kata-kata terakhir Julis Caesar tidak terlalu jelas, dan menjadi bahan perdebatan akademisi dan sejarahwan. Suetonius berpendapat bahwa kalimat terakhir Caesar dalam Bahasa Yunani “καὶ σύ, τέκνον;” (dibaca “Kai su, teknon?”: “Kamu juga, nak?”). Namun terhadap dirinya sendiri, Caesar tidak berkata apa-apa..

Plutarch melaporkan bahwa Caesar tidak berkata apa-apa, ia menarik toganya menutupi kepala saat ia juga melihat Brutus terlibat sebagai konspirator. Versi yang banyak dikenal dalam negara-negara berbahasa Inggris adalah kalima Latin phrase “Et tu, Brute?” (“Dan Kau, Brutus?”, atau dikenal juga “Kau juga, Brutus?”); ini berasal dari karya Shakespeare Julius Caesar, yang berasal dari kalimat pertama dalam karyanya: “Et tu, Brute? kemudian jatuhlah Caesar.”

Postcomended   Menyusul Bob Dylan, Penulis Inggris Keturunan Jepang Raih Nobel Sastra 2017

Tidak ada dasar dalam fakta sejarah dan penggunaan Bahasa Latin di sini tidak merujuk pada penggunaan Bahasa ini oleh Caesar,

Berdasarkan catatan Plutarch, setelah pembunuhan, Brutus maju dan akan mengatakan sesuatu kepada rekan senatornya. Hanya saja, mereka malah lari dari bangunan tersebu. Brutus dan rekannya berjalan ke Capitol sambil beteriak kepada kota yang mereka cintai, “Rakyat Roma, kita sekali lagi telah terbebas!” Mereka ditanggapi keheningan, para penduduk Roma mengunci dirinya di rumah karena rumor kejadian tersebut sudah tersebar sebelumya. Jenazah Caesar sudah terbaring tiga jam sebelum dibereskan oleh petugas berwenang.

Tubuh Caesar dikremasi, dan di tempat kremasinya Kuil Caesar dibangun beberapa tahun setelahnya daerah Forum Roma). Hanya altarnya saja yang tersisa hingga kini. Sebuah patung lilin Caesar ukuran penuh dibangun di forum tersebut, memperlihatkan luka 23 tusukan yang terjadi.

Massa yang berkumpul di sana telah menyalakan api yang merusak forum dan bangunan sekitarnya. Menyusul keributan yang ada, Mark Antony, Octavian (kemudian menjadi Caesar Agustus), dan lainnya bertempur dalam lima perang saudara, yang berakhir dengan pembentukan Kerajaan Roma.

Penaklukan Galia

Caesar memiliki hutang yang sangat besar di awal kariernya. Untuk menutupinya, ia memanfaatkan jabatannya sebagai gubernur, baik melalui pemerasan atau kampanye militer.

Caesar memiliki empat legiun di bawah komandonya, sementara dua dari provinsinya berbatasan dengan wilayah yang belum ditaklukkan, dan daerah Galia dikenal tidak stabil. Beberapa suku Galia yang merupakan aliansi Romawi dikalahkan lawan mereka dalam Pertempuran Magetobriga, dengan bantuan suku Jerman.

Bangsa Romawi ketakutan mereka akan bermigrasi ke selatan dan memicu perang. Caesar membangun dua legiun baru dan mengalahkan suku ini.

Pinterest Gauls vs Romans | Rome antique, Armée romaine, Légion romaine Images may be subject to copyright. Learn More Related images
Pinterest Gauls vs Romans | Rome antique, Armée romaine, Légion romaine Images may be subject to copyright. Learn More Related images

Sebagai respon atas aktivitas Caesar, suku-suku di timur laut mulai mempersenjatai diri. Caesat menganggap ini sebagai langkah agresif dan menyerang balik. Sementara itu, salah satu legiunnya mulai menguasai suku-suku di timur jauh, berkebalikan dengan penaklukan Inggris.

Postcomended   Ogah Pakai Kondom, Pria Italia Sengaja Tularkan HIV Kepada 32 Korbannya

Selama musim semi 55 SM, Triumvirat mengadakan konferensi, karena Romawi mengalami kekacauana dan aliansi politik Caesar berantakan. Konferensi Lucca memperbaharui Triumvirat Pertama dan memperpanjang jabatan gubernur Caesar selama lima tahun.

Penaklukan di utara segera diselesaikan, dengan beberapa kantong masih melakukan perlawanan. Caesar kini memiliki basis untuk penaklukan Britania.

Pada tahun 55 SM, Caesar mengalahkan serangan ke Gaul oleh dua suku Jerma, dan meresponnya dengan membangun jembatan menyeberangi Sungai Rhine dan membuat pameran kekuatan di daerah Jerman, sebelum pulang dan membongkar kembali jembatan tersebut.

Study.com Julius Caesar & the Gallic Wars | Study.com Images may be subject to copyright. Learn More Related images
Study.com Julius Caesar & the Gallic Wars | Study.com Images may be subject to copyright. Learn More Related images

Pada akhir musim panas, ia menyeberang ke Britania, mengklaim bahwa Bangsa Britania membantu lawannya tahun lalu, kemungkinan Veneti dari Britania. Laporan intelijen yang didapatnya sangat buruk. Walau ia berhasil menyeberang, tetapi tidak mampu berjalan lebih jauh.

Caesar kembali lagi tahun berikutnya dengan tentara lebih besar dan lebih siap, dan membuat penaklukan lebih baik. Ia berjalan lebih jauh dan membangun beberapa aliansi. Hanya saja, panen yang buruk memicu pemberontakan di Galia. Akibatnya Caesar harus kembali.

Saat Caesar di Inggris, anaknya Julia, Istri dari Pompey, meningggal saat melahirkan. Caesar berusaha menjodohkan keponakannya, tetapi ditolak Pompey dan malah menikah dengan anak lawan politiknya.

Sementara pada tahun 53 SM Crassus terbunuh dalam Pertempuran Carrhae di timur. Akibatnya Triumvirat hancur berantakan.

Meskipun sebenarnya Bangsa Galia sama kuatnya dengan Romawi, ketidakstabilan politik di sana membuat Caesar menaklukkan mereka dengan mudah.

Upaya Vercingetorix pada 52 SM untuk menyatukan mereka melawan Romawai terlalu terlambat. Ia terbukti sebagai komandan yang hebat, mampu mengalahkan Caesar beberapa kali, tetapi pengepungan dalam Pertempuran Alesia membuatnya harus menyerah.

Kronologi

13 Juli 100 SM – Lahir di Roma
84 SM – Perkawinan pertama dengan Cornelia
82 SM – Lepas dari hukuman mati Sulla
81/79 SM – Dinas militer di Asia dan Cilicia; pertemuan dengan Nicomedes dari Bithynia
70-an – Berkarier sebagai advokat
69 SM – Quaestor (semacam bendahara) di Hispania Ulterior
65 SM – Curule aedile
63 SM – Dilantik pontifex maximus dan praetor urbanus; konspirasi Catilinaria, skandal Bona Dea dan oleh karena itu perceraikan Caesar dari Pompeia
59 SM – Jabatan konsul pertama; awal Triumviratus Pertama dengan Marcus Licinius Crassus dan Gnaeus Pompeius Magnus, Julia mengawini Pompey
54 SM – Kematian Julia
53 SM – Kematian Crassus: akhir Triumviratus Pertama
52 SM – Pertempuran Alesia
49 SM – Penyeberangan Rubicon, mulainya perang saudara
48 SM – Mengalahkan Pompeius di Yunani; menjadi diktator; jabatan konsul kedua
47 SM – Kampanye di Mesir; bertemu Cleopatra VII
46 SM – Mengalahkan Cato dan Metellus Scipio di Afrika Utara; jabatan konsul ketiga
45 SM – Mengalahkan lawan terakhir di Hispania
Kembali ke Roma; menjabat konsul ketiga
44 SM – dilantik menjadi diktator abadi
Februari, Menolak diadem yang ditawarkan Antonius
15 Maret, dibunuh Marcus Iunius Brutus, Gaius Cassius Longinus dan orang-orang Romawi yang lain di rumah Senate


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work