Internasional

13 Juni dalam Sejarah: Dokumen Rahasia AS Terkait Dosanya di Vietnam Dibocorkan “New York Times”

Share the knowledge

Kliping koran The New York Times pada 13 Juni 1971 yang memuat secara bertahap dokumen Pentagon Papers yang dibocorkan ke media oleh orang dalam Departemen Pertahanan AS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=A8cStGS9rAQ)

Kliping koran The New York Times pada 13 Juni 1971 yang memublikasikan dokumen Pentagon Papers untuk pertama kalinya, dan kemudian bertahap. Pentagon Papers dibocorkan ke media oleh orang dalam Departemen Pertahanan AS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=A8cStGS9rAQ)

Pada tanggal ini tahun 1971, The New York Times menerbitkan 47 dokumen pemerintah yang dicuri yang dikenal sebagai Pentagon Papers. Dokumen ini membeberkan keterlibatan pemerintah AS yang semakin besar dalam Perang Vietnam yang melibatkan nama-nama penting AS.

Pentagon Papers berisi sejarah peran Amerika Serikat (AS) di Indocina, mulai Perang Dunia II hingga Mei 1968, yang ditugaskan pada 1967 oleh Sekretaris Pertahanan AS, Robert S. McNamara. Nama-nama mantan presiden AS seperti Harry S.Truman, Dwight Eisenhower, John F. Kennedy, dan Lyndon B. Johnson, disebut dalam dokumen ini.

Dikutip dari laman Medium, analis Departemen Pertahanan AS (Pentagon) yang tidak puas, Daniel Ellsberg –seorang penentang Perang Vietnam– mencuri dokumen “rahasia” ini. Ellsberg lalu mendistribusikannya ke koran The New York Times (NYT), Washington Post, dan kemudian 12 surat kabar lainnya.

Postcomended   Survei: Mayoritas Perempuan Menolak Perokok

Dokumen setebal sekitar 3.000 halaman narasi dan 4.000 halaman lampiran ini membutuhkan waktu 18 bulan untuk menyelesaikannya. Ellsberg, yang terlibat menyusun dokumen tersebut, awalnya merupakan pendukung awal yang bersemangat atas peran AS di Indocina.

Akan tetapi, pada akhir proyek, dia telah menjadi sangat menentang keterlibatan AS di sana. Dia merasa harus mengungkapkan sifat partisipasi AS di dalamnya dan membocorkan sebagian besar dokumen tersebut kepada media.

Laman Britannica menulis, pada 13 Juni 1971, NYT mulai menerbitkan serangkaian artikel berdasarkan dokumen  yang diklasifikasikan sebagai “rahasia” oleh pemerintah federal tersebut. Di hari ketiga pemuatannya yang diangsur oleh NYT, Departemen Kehakiman AS memperoleh perintah penahanan sementara di Pengadilan Distrik AS terhadap publikasi lebih lanjut materi yang dideklasifikasi ini.

Departemen Kehakiman berpendapat bahwa penyebaran materi lebih lanjut secara publik akan menyebabkan “kerusakan langsung dan tidak dapat diperbaiki” bagi AS dan kepentingan pertahanan nasional.

NYT bersama The Washington Post, yang juga memiliki dokumen tersebut, memperjuangkannya melalui pengadilan selama 15 hari berikutnya, selama penerbitan serial Pentagon Papers itu ditangguhkan sementara.

Postcomended   Lagi, Paus Fransiskus Sibuk Memecat Ulama-ulama Cabul

Pada 30 Juni 1971, dalam apa yang dianggap sebagai salah satu kasus penahanan paling signifikan dalam sejarah, Mahkamah Agung AS dalam keputusan 6-3 membebaskan media untuk melanjutkan penerbitan dokumen tersebut. Pengadilan menyatakan, pemerintah AS gagal menemukan alasan untuk membatasi publikasi dokumen tersebut.

Pentagon Papers mengungkapkan bahwa pemerintahan Harry S. Truman memberikan bantuan militer kepada Prancis dalam perang kolonialnya melawan Vietnam yang dipimpin komunis, yang artinya secara langsung melibatkan AS di Vietnam. Presiden-presiden AS berikutnya, seperti Eisenhower dan Kennedy, tak pelak menjadi pewaris kebijakan tersebut.

Ketika Kennedy terbunuh dan Johnson mengambil alih posisi presiden, Johnson mengintensifkan perang rahasia melawan Vietnam Utara dan mulai merencanakan untuk melakukan perang terbuka pada 1964, setahun penuh sebelum kedalaman keterlibatan AS di sana diungkap.

Publikasi Pentagon Papers menimbulkan perdebatan sengit secara nasional bahkan internasional. Pro kontra  pembenaran hukum dan moral dari intensifikasi tindakan AS di Vietnam, meletup.

Pengungkapan dan publikasi Pentagon Papers yang berstatus “sangat rahasia” yang berkelanjutan di media, sangat memalukan bagi rezim pemerintahan pengganti Johnson, yakni Pressiden Richard M. Nixon, yang sedang bersiap memenangkan pemilu 1972.

Postcomended   AS dan Iran Saling Tuding Sebagai Penyebab Ketidakstabilan Global

Begitu memalukannya pengungkapan-pengungkapan tersebut hingga Nixon mengizinkan upaya ilegal untuk mendiskreditkan Ellsberg; upaya yang terungkap selama investigasi skandal Watergate.

Makalah-makalah berstatus rahasia tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk buku sebagai “The Pentagon Papers (1971). Namun dokumen yang bocor itu tidak lengkap. Bagian-bagian tertentu tetap rahasia hingga 2011, ketika studi lengkap dirilis ke publik.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top