Internasional

13 November dalam Sejarah: Nevado del Ruiz Meletus, Dunia Tangisi Omayra Sanchez

Omayra Sanchez (https://www.elheraldo.co/nacional/omayra-el-doloroso-simbolo-de-la-tragedia-228182)

Foto Omayra Sanchez yang diambil oleh wartawan foto Frank Fournier sesaat sebelum dia meninggal diterbitkan di outlet berita di seluruh dunia. Foto ini menjadi World Press Photo of the Year 1985 (sumber gambar: Elheraldo.co)


Saat ditemukan di bawah reruntuhan rumah, tubuh Omayra Sanchez, 13, terkubur lahar. Hanya kepala dan tangannya yang muncul. Keterbatasan peralatan pada saat itu membuat tim penyelamat kesulitan mencabut tubuh Omayra dari lahar yang mengeras. Hingga kematiannya pada 16 November 1985 yang diduga akibat gangren atau hipotermia, tim penyelamat hanya bisa menghiburnya, dengan dunia yang menyaksikan melalui siaran TV turut menangisinya.  Kematian Omayra datang tiga hari setelah Gunung Nevado del Ruiz Meletus, tepatnya pada hari ini, 1985.

Material vulkanik bercampur dengan es yang mencair (gletser) dan longsoran tanah, membentuk aliran lahar raksasa yang bergegas mengisi lembah-lembah sungai di bawah gunung.  Sebanyak sekitar 23.000 warga yang hidup di sekitar 13 desa di wilayah Armero –tempat Omayra tinggal– di wilayah Tolima, Kolombia, tewas.

Kematian Omayra menyoroti kegagalan pejabat untuk merespon dengan benar ancaman gunung berapi ini. Pasalnya, Nevado del Ruis bukan tiba-tiba Meletus. Sekitar satu tahun sebelumnya, gunung ini mulai aktif yang ditandai dengan seringnya terjadi gempa-gempa Bumi kecil disertai munculnya ledakan-ledakan uap.

Postcomended   11 Desember dalam Sejarah: Pesawat Concorde Pertama Diperkenalkan Dibayangi Keraguan Komersialisasinya

Dilansir laman Geology.sdsu.edu, pada hari meletusnya yang dimulai pada pukul 3:06 sore, pecahan batu apung dan abu menghujani Armero. Namun, warga Amero tetap tenang. Mereka ditenangkan oleh pesan-pesan meyakinkan dari walikota melalui radio, dan dari seorang pendeta lokal.

Namun demikian, Palang Merah memerintahkan evakuasi kota pada pukul 7:00 malam. Hujan abu yang tiba-tiba berhenti, membuat seruan evakuasi dibatalkan. Namun pada pukul 9:08 malam, ketika suasana mulai tenang  kembali, batuan cair lava mulai meletus dari puncak kawah untuk pertama kalinya, mencairkan puncak es Nevado del Ruiz, yang menghasilkan aliran piroklastik panas.

Pada saat yang bersamaan, Armero dilanda cuaca buruk yang mengaburkan area puncak sehingga sebagian besar warga tidak menyadari letusan piroklastik. Es mencair bercampur dengan fragmen piroklastik menghasilkan serangkaian lahar panas, yang alirannya masuk  ke Sungai Cauca, menenggelamkan desa Chinchina dan membunuh 1.927 orang.

Lahar lainnya mengikuti jalur aliran lumpur 1595 dan 1845. Laman Geology.sdsu.edu melaporkan, dengan kecepatan 50 kilometer per jam, lahar meluncur melalui hulu sungai Lagunillas dan mencapai Armero hanya dua jam setelah letusan dimulai. Sebagian besar kota tersapu habis atau terkubur hanya dalam beberapa menit saja, menewaskan tiga perempat dari penduduk kota.

Postcomended   23 Oktober dalam Sejarah: "Ya Tuhan Ada Hidung!" Menandai Keberhasilan Operasi Plastik Pertama

Ketika tim penyelamat tiba di Armero pada tanggal 14 November, mereka disambut pemandangan yang mengerikan. Mereka menemukan tumpukan pohon, mobil, dan tubuh yang termutilasi yang tersebar di lautan lumpur kelabu. Di antaranya masih bisa ditemukan korban hidup yang mengalami luka-luka.

Secara keseluruhan, sekitar 23.000 nyawa melayang dan 15.000 hewan mati. Sebanyak 4.500 lainnya terluka dan sekitar 8.000 orang menjadi tunawisma, dengan perkiraan biaya bencana adalah 1 miliar dollar AS.

Nevado del Ruiz adalah gunung api strato aktif dengan sejarah menghasilkan semburan lumpur vulkanik (lahar) dari letusan volume yang relatif kecil. Pada 1595, lahar menyapu lembah Sungai Guali dan Sungai Lagunillas, menewaskan 636 orang. Pada 1845, lahar kembali membanjiri lembah atas Sungai Lagunillas, menewaskan lebih dari 1000 orang.

Desa muda Armero tempat Omayra tinggal, dibangun langsung di atas endapan lumpur 1845 tersebut. Selama tahun-tahun berikutnya, Armero tumbuh menjadi kota yang hidup dengan lebih dari 27.000 penduduk. Sejarah pun berulang pada 13 November 1985 setelah sekitar empat abad.

Postcomended   23 Desember dalam Sejarah: Tim J JKT48 Terbentuk, "Uncle Fans" Bahagia

Nevado del Ruiz memiliki ketinggian 5.389 meter, menjadikannya gunung berapu tertinggi di Kolombia. Meskipun terletak hanya sekitar 500 km dari khatulistiwa, ketinggian gunung ini menyebabkan puncaknya diselimuti salju; Nevado artinya “tertutup salju”. Karakteristik inilah yang sebenarnya bias dipelajari sebagai ancaman berulang bencana gunung ini, yakni factor pencairan es di puncak gunung.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top