descubrirlahistoria.es

Pada tanggal ini tahun 1945, setelah dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Ini menandari berakhirnya Pedang Dunia II yang dirayakan di AS sebegai V-J Day. Pada hari ini juga, masih di tahun yang sama, pemerintah Jepang memberi tahu Sekutu bahwa mereka menerima Deklarasi Potsdam. Namun Jepang mendapat bantuan “surgawi” ketika armada Kublai Khan dihempas badai dalam upayanya menginvasi Jepang pada 1281.

Pada tanggal ini, 1281, selama invasi kedua Kublai Khan terhadap Jepang, sebanyak 3.500 kapal dalam armada Kublai, hilang ditelan topan di dekat Jepang. Badai besar yang datang mendadak, telah menyelamatkan para pejuang Jepang dari pasukan invasi Mongol yang besar. Para pejuang Jepang memaknainya sebagai “bantuan surgawi”

Kubilai Khan yang juga dikenal sebagai Khan Agung dari Kekaisaran Mongolia, mengirim armada untuk menyerang Jepang. Namun, seperti halnya upaya invasi sebelumnya pada 1274, dia dikalahkan cuaca.

Postcomended   Bagai Ingin Kucilkan AS, Jepang dan Eropa Tandatangani Perjanjian Dagang Raksasa

Pasukan invasi besar, dengan lebih dari 4.000 kapal yang membawa 140.000 pasukan, berlayar dari Korea dan Cina. Jepang tidak hanya kalah jumlah tetapi kalah senjata, karena orang-orang Mongol memiliki senjata baru termasuk panah dan granat.

Namun para pejuang Jepang terbukti ulet, sementara para penjajah tidak bisa mendapatkan pijakan yang kuat di pantai di Kyushu. Kemudian topan besar melanda.

Berharap dapat menghindari terdampar di wilayah yang tidak bersahabat, tentara penyerbu Kublai Khan kembali memulai dan mencoba untuk berlayar melewati badai. Beberapa kapal bertabrakan satu sama lain, yang lainnya terhempas ke karang. Sebagian besar tantara, tenggelam.

Postcomended   24 Juli dalam Sejarah: Situs Machu Picchu Ditemukan Arkeolog Amerika

Orang-orang Kublai Khan yang selamat yang terdampar di daratan Jepang, diburu para samurai yang bertahan. Invasi dikalahkan, dan hanya beberapa ratus kapal yang berhasil kembali ke pelabuhan. Di pihak Jepang, topan itu diambil sebagai tanda nikmat surgawi, dan dikenal sebagai “angin suci” atau Kamikaze dalam bahasa Jepang.

Topan kuat jarang terjadi di Kyushu. Dikutip The Guardian, beberapa pemerhati sejarah mengatakan bahwa badai itu dilebih-lebihkan. Namun, para peneliti yang mengamati sedimen dasar danau di daerah tersebut telah menemukan indikasi adanya genangan utama yang berasal dari periode yang tepat.

Selain itu, analisis kayu dari sisa-sisa kapal invasi armada Kublai Khan menunjukkan bahwa kapal-kapal ini dibangun dengan buruk, sehingga tak heran jika tidak selamat dari badai.***

Share the knowledge