Internasional

14 Juni dalam Sejarah: “Oudheidkundige Dienst” Didirikan untuk Revitalisasi Peninggalan Purbakala Indonesia

Share the knowledge

 

Nicolaas Johannes Krom (gambar dari: https://ru.wikipedia.org/wiki/Кром,_Николас_Йоханнес)

Nicolaas Johannes Krom (gambar dari: https://ru.wikipedia.org/wiki/Кром,_Николас_Йоханнес)

Saat menjajah Pulau Jawa, Belanda melihat begitu banyak peninggalan purbakala di tanah jajahannya ini, kebanyakan dalam bentuk candi. Peduli pada peninggalan sejarah ini, pemerintah kolonial Hindia Belanda lalu membentuk “Oudheidkundige Dienst” (OD).

Lembaga kepurbakalaan ini dibentuk berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda, yang ditujukan terutama untuk menangani peninggalan candi-candi secara lebih intensif. Pemerintah lalu menunjuk Nicolaas Johannes Krom (1883-1945) sebagai direkturnya.

Jabatan tersebut dia pegang sampai dia kembali ke Belanda pada awal 1916. Krom adalah seorang orientalis, epigrafis, arkeolog, dan termasuk peneliti sejarah dan budaya tradisional Indonesia paling awal. Dikutip dari laman Wikipedia, dia merupakan salah seorang tokoh kelompok “mazhab Belanda” atas kajian historiografi filologis Indonesia.

Salah satu karyanya yang pernah lama menjadi acuan mengenai sejarah kuno Indonesia adalah buku “Hindoe-Javaansche Geschiedenis” yang ditulis pada 1926. Krom diakui menjadi kekuatan penggerak intelektual di balik OD.

Salah satu kiprah awal OD yang digagas Krom adalah ketika pada 1925 Kementerian Kolonial Belanda mempersembahkan sejumlah besar cetakan foto peninggalan purbakala Indonesia kepada Universitas Leiden.

Postcomended   3 September dalam Sejarah: Nokia Dibeli Microsoft, Menandai Senjakala Raksasa Ponsel Finlandia Ini

Laman Digitalcollections.universiteitleiden.nl melalui tulisan berjudul “Collection Photographs Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië” yang ditulis Gerda Theuns-de Boer, menyebutkan bahwa foto-foto itu akan ditempatkan di Institut Kern yang baru didirikan di Leiden untuk tujuan pendidikan dan penelitian.

Krom disebut mengambil set foto ini bersama dengan Jean Philippe Vogel (1871-1958), salah seorang dari dua pendiri Institut Kern.

Krom sangat menyadari pentingnya koleksi foto tersebut sejak dia pada 1910 mulai menjabat sebagai Ketua Commissie in Nederlandsch-Indië voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera (Komisi Survei Arkeologi di Jawa dan Madura); suatu lembaga yang didirikan pada 1901.

Postcomended   Induk Lumba-lumba Biarkan Diri Disaksikan Manusia Saat Lakukan "Prosesi" Kematian Anaknya

Pada tahun 1925, Gerda menulis, koleksi Kern Institute memiliki sekitar 7.000 cetakan foto. Pada akhir 1950-an jumlahnya mencapai lebih dari 21.000. Pihak-pihak yang terlibat mengompilasi foto-foto koleksi OD ini, selain difasilitasi Kementerian Urusan Kolonial Belanda, juga melibatkan –selain Vogel dan Krom– juga Frederik David Kan Bosch (1886-1967), dan AJ Bernet Kempers (1906-1992).

Menurut Gerda, foto-foto koleksi OD tersebut tak hanya secara sistematis mendokumentasikan kegiatan OD –dan selanjutnya dari Dinas Purbakala Republik Indonesia– antara 1901 dan 1956, tetapi juga mencakup cetak ulang kegiatan seni dan arkeologi yang terkait sebelum 1901.

“Sebanyak 95% dari cetakan adalah cetakan vintage, yang menjadikan tubuh foto yang cukup besar ini juga menarik untuk dipelajari sebagai media. Tidak ada lembaga lain di Belanda atau bahkan Eropa yang memiliki set foto asli yang serupa. Semua foto sekarang disimpan di Perpustakaan Universitas pusat,” tulis Gerda.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top