Nasional

14 Maret dalam Sejarah: Nasrudin Zulkarnaen Tewas Diberondong Peluru, Kasus yang Runtuhkan Karir Seorang Ketua KPK

Share the knowledge

 

Antasari Azhar di balik jeruji (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=0-4aNlKOrVw)

Antasari Azhar di balik jeruji (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=0-4aNlKOrVw)

Pada tanggal ini tahun 2009, Nasrudin Zulkarnaen, Direktur BUMN bernama PT Putera Rajawali Banjaran, tewas diberondong peluru saat dia berada di dalam mobilnya sepulang bermain golf. Peristiwa ini berhasil menyeret Ketua KPK saat itu, Antasari Azhar, ke balik jerusi besi, di tengah dia gencar menangkapi koruptor.

Nasrudin waktu itu sedang berada di Jalan Hartono Raya, Perumahan Modernland, Kota Tangerang, ketika timah panas memberondong kepalanya dari luar mobil sedan peraknya bernomor polisi B-191-E.

Bersimbah darah, Nasrudin yang waktu itu baru berusia 40, segera dibawa ke RS yerdekat (RS Gatot Subroto). Namun dia meninggal sehari kemudian setelah koma 22 jam akibat dua peluru yang bersarang di kepalanya.

Dalam waktu sekitar satu setengah bulan setelah insiden penembakan, polisi menemukan motor Yamaha Scorpio yang digunakan pelaku penembakan, dan menangkap Heri Santosa, pengemudi Yamaha Scorpio itu di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dari pengakuan Heri, muncullah nama tersangka lainnya, termasuk Kombes Pol Wiliardi Wizar dan Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) Sigid Haryo Wibisnono.

Postcomended   9 November dalan Sejarah: Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, Dieksekusi Mati

Meskipun pada awalnya nama Antasari Azhar belum diungkapkan oleh kepolisian, namun telah beredar lebih dulu kronologi kasus yang menyebut nama Ketua KPK ini. Belakangan, Antasari didakwa sebagai otak pembunuhan. Lima orang yang terbukti menjadi eksekutor di lapangan telah lebih dulu dipidana.

Penetapan Antasari sebagai otak pembunuhan melibatkan nama Rhani Juliani, seorang mantan caddy golf, yang kemudian dinikahi Nasrudin Zulkarnaen pada 2007. Kesaksian Rhani berperan besar dalam menjebloskan Antasari ke penjara. Kasus dikembangkan sebagai skandal cinta segitiga antara Nasrudin, Rhani, dan Antasari.

Nasrudin dikenal memiliki jaringan pergaulan yang luas sejak era Orde Baru. Dia biasa bergaul dengan petinggi-petinggi rezim Soeharto sembali bermain tennis atau golf. Dikutip dari Detikcom, menurut Ali Mohtar Ngabalin, yang mengaku sama-sama berasal dari kota Palu, Sulawesi Tengah, Nasrudin kenal dengan Hari Sabarno, AA Baramuli, Andi Ghalib, dll.

Postcomended   2 Maret dalam Sejarah: Gerakan Permesta Dideklarasikan; Ada CIA Menunggangi Mereka

Pada 2007, Nasrudin sempat dipromosikan untuk menjadi Direktur Pengembangan dan SDM, saat Menneg BUMN dijabat Sugiharto. Namun, ketika Kementerian tersebut dipimpin Sofyan Djalil, pengangkatannya dibatalkan, padahal SK pelantikan sudah turun. Dia akhirnya diangkat menjadi direktur anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia, yakni PT Putra Rajawali Banjaran.

Selama di dalam penjara, Antasari tak henti berupaya mengungkap yang sebenarnya dari kasus yang menimpanya. Setelah bebas bersyarat 2018 lalu, dia juga menerbitkan buku yangberjudul “Saya Dikorbankan”. Adik Nasrudin yang semula gencar menyalahkan Antasari, belakangan balik mendukungnya.

Menginjak tahun kedelapan berada di penjara, Antasari pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin. Dia juga mengatakan SBY telah mengkriminalisasi dirinya karena menolak membebaskan besan SBY, Aulia Tantowi Pohan.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top