Internasional

Mohammad bin Salman Kirim 11 Pesan kepada Penasehatnya Sebelum dan Sesudah Khashoggi Dibunuh

Share the knowledge

 

Alih-alih memberi sanksi, Donald Trump malah kian mesra dengan MBS (foto dari: variety.com)

Alih-alih memberi sanksi, Donald Trump malah kian mesra dengan MBS (foto dari: variety.com)

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) disebut mengirim 11 pesan kepada penasehat terdekatnya, yang dilaporkan mengawasi operasi yang membunuh jurnalis Jamal Khashoggi pada jam sebelum dan sesudah pembunuhan wartawan tersebut pada 2 Oktober 2018, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ).

WSJ mengatakan Sabtu (1/12/2018), mereka telah meninjau kutipan dari dokumen intelijen yang diklasifikasikan “sangat rahasia”, yang mengutip penyadapan elektronik dan informasi rahasia lainnya antara MBS dan ajudannya, Saud al-Qahtani. Namun, isi pesan antara kedua pihak ini tidak diketahui.

“Untuk jelasnya, kami tidak memiliki laporan bahwa putra mahkota mengeluarkan perintah pembunuhan,”  menurut WSJ, seperti diteruskan laman Al Jazeera. Penilaian melaporkan bahwa Qahtani, yang mengawasi tim berjumlah 15 orang yang membunuh Khashoggi, juga dalam komunikasi langsung dengan pemimpin tim di Istanbul.

“Kami menilai sangat tidak mungkin tim operator ini melakukan operasi tanpa otorisasi (dari) Muhammad bin Salman,” katanya. Khashoggi, seorang pengritik vokal MBS, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul. Dia meninggalkan Arab Saudi untuk “mengasingkan dirinya sendiri” pada 2017 dan menetap di negara bagian Virginia, AS, di mana dia menjadi kontributor reguler untuk The Washington Post.

Menurut penilaian WSJ itu, MBS mengatakan kepada rekannya tersebut pada Agustus 2017 bahwa jika upaya membujuk Khashoggi untuk kembali ke Arab Saudi tidak berhasil, mereka akan mengatur cara lain di luar Arab Saudi. Penilaian itu mengatakan bahwa ini tampaknya (merupakan) pertanda operasi Saudi diluncurkan untuk melawan Khashoggi.

Postcomended   Kawanan Jutaan Kepik Tertangkap Radar dalam Bentuk Gumpalan

Seorang juru bicara badan intelijen Amerika Serikat, CIA, menolak mengomentari laporan itu. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Jumat (30/11/2018) bahwa pemerintah tidak mengomentari masalah intelijen.

Bulan lalu, dilaporkan bahwa CIA mengambil kesimpulan bahwa MBS kemungkinan telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Namun, Presiden AS, Donald Trump, menyangkal kesimpulan CIA tersebut, dengan mengatakan, “Mungkin dia melakukannya; dan mungkin dia tidak.”

Postcomended   Otak Remaja Perokok Ganja Tertinggal Tiga Tahun di Belakang Rekan-rekannya

Trump Gamang?

Trump tampak agak gamang menghadapi kasus ini. Pada 21 November lalu, dia menyatakan akan tetap menjadi “mitra setia” Arab Saudi. Trump juga menegaskan tidak akan membatalkan kontrak militer dengan kerajaan Saudi. Padahal sebelumnya dia juga pernah mengatakan bahwa MBS mungkin tahu tentang rencana untuk membunuh Khashoggi.

Keputusan untuk tetap setia ini menentang tekanan kuat dari anggota Kongres (parlemen AS), agar Washington menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Arab Saudi. Ketua senat (DPD) mayoritas, Mitch McConnell, mengecam kemungkinan peran Saudi dalam pembunuhan Khashoggi.

“Apa yang terjadi pada dasarnya telah dijelaskan CIA. Ini sangat mengerikan bagi Amerika Serikat dan mereka yang membela kasus ini di berbagai belahan dunia,” kata McConnell, 27 November lalu.

Pernyataan McConnell ini mematahkan ucapan Trump yang berdalih bahwa CIA belum mencapai titik kesimpulan apakah MBS bertanggung jawab atas kematian Khashoggi atau tidak. McConnell meyakini CIA pada dasarnya telah secara sah meyakini keterlibatan pejabat tingkat tinggi di negara kerajaan itu atas pembunuhan Khashoggi.***

Postcomended   Disebut Berbau Tajam, United Airlines Usir Wanita Afrika dari Penerbangan

 

 

 

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top