USS Ancon, kapal yang pertama melalui Terusan Panama

Pada tanggal ini tahun 2005, perseteruan antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah RI berakhir dengan penandatanganan nota kesepahaman di Helsinki, Finlandia. Pada 1997 di tanggal sama, krisis moneter meletup di Asia yang ditandai suku bunga Hong Kong yang naik dari 8% menjadi 23% dalam semalam. Pada, 1914, setelah melalui krisis politik dan perang yang penuh rekayasa, Terusan Panama dibuka.

Sebuah kehormatan bagi USS Ancon, kapal kargo dan penumpang berbendera Amerika Serikat, untuk menjadi yang pertama kali menjajal Terusan Panama, suatu jalur air yang dibangun negara itu di Tanah Genting Panama. Berlalunya kapal Ancon di terusan tersebut menandai dibukanya kanal yang membongkar suatu dataran sempit yang semula memisahkan samudra Atlantik dan Pasifik, yang diresmikan tepat hari ini taun 1914.

Laman History menulis, serbuan para pemukim ke California dan Oregon pada pertengahan abad ke-19 mendorong AS membangun jalur air buatan di seluruh Amerika Tengah. Pada 1855, AS menyelesaikan pembangunan rel kereta api di seluruh Tanah Genting Panama (kemudian bagian dari Kolombia), mendorong berbagai pihak untuk mengusulkan rencana pembangunan kanal.

Pada akhirnya, Kolombia diberikan hak untuk membangun kanal untuk Ferdinand de Lesseps, pengusaha Perancis yang sebelumnya berhasil menuntaskan pembangunan Terusan Suez pada 1869.

Postcomended   30 Desember dalam Sejarah: Saddam Hussein Dieksekusi Mati, Sempat Berargumentasi dengan Sang Algojo

Pembangunan kanal permukaan laut ini sebenarnya telah dimulai pada 1881, namun terhambat perencanaan yang tidak memadai: selain masalah keuangan, para pekerja dijangkiti penyakit tropis. Perusahaan Lesseps pun bangkrut pada 1889.

Tiga tahun kemudian, Philippe-Jean Bunau-Varilla, mantan kepala insinyur proyek kanal  berkebangsaan Prancis, mengakuisisi aset perusahaan Prancis yang mati ini.

Pada pergantian abad, kepemilikan tunggal kanal menjadi penting bagi AS, yang akibat mengakuisisi kerajaan-kerajaan asing pada akhir Perang Spanyol-Amerika, membutuhkan cara yang praktis dan cepat untuk memindahkan kapal-kapal perang dan perdagangannya antara Samudra Atlantik dan Pasifik.

Pada 1902, Kongres AS mengesahkan pembelian perusahaan kanal Prancis (menunggu perjanjian dengan Kolombia), dan mengalokasikan dana untuk pembangunan kanal. Pada 1903, Perjanjian Varilla Hay-Bunau ditandatangani dengan Kolombia, yang memberikan hak penggunaan wilayah kepada AS sebagai ganti kompensasi finansial.

Senat AS meratifikasi perjanjian itu, tetapi Senat Kolombia, yang takut kehilangan kedaulatan, menolak. Presiden Theodore Roosevelt yang gusar akhirnya mengambil jalan belakang: memberikan persetujuan diam-diam kepada gerakan kemerdekaan Panama, suatu gerakan rekayasa yang dilakukan sebagian besar oleh Philippe-Jean Bunau-Varilla dan perusahaan kanalnya.

Pada 3 November 1903, sebuah faksi dari Panamanians mengeluarkan deklarasi kemerdekaan dari Kolombia. Perusahaan kereta api yang dikelola AS lalu memindahkan kereta dari stasiun utara Colon, yang memaksa Kolombia mengirim pasukan untuk memadamkan pemberontakan. Di sisi lain, pasukan Kolombia lainnya berkecil hati untuk berbaris di Panama dengan kedatangan kapal perang AS di Nashville.

Postcomended   21 Agustus dalam Sejarah: Kerajaan Portugal dan Kerajaan Sunda Sepakati Perjanjian Persahabatan

Pada 6 November, AS mengakui Republik Panama –sebagai bagian dari hasil rekayasa– dan pada tanggal 18 November Traktat Hay-Bunau-Varilla ditandatangani dengan Panama, yang memberikan kepemilikan eksklusif dan permanen AS di Zona Terusan Panama.

Sebagai gantinya, Panama menerima 10 juta dollar AS dan anuitas 250.000 dollar AS mulai sembilan tahun kemudian. Perjanjian itu dinegosiasikan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Hay, dan Bunau-Varilla, yang telah diberikan kekuatan penuh berkuasa untuk bernegosiasi atas nama Panama.

Hampir segera, perjanjian itu dikecam oleh banyak warga Panama sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional baru negara mereka. Namun AS bergeming. Pada 1906, para insinyur Amerika memutuskan untuk membangun saluran kunci, dan tiga tahun berikutnya dihabiskan untuk membangun fasilitas konstruksi dan memberantas penyakit tropis di daerah tersebut.

Pada 1909, pembangunan dimulai. Di salah satu proyek konstruksi terbesar sepanjang masa ini, para insinyur AS memindahkan hampir 240 juta meter kubik bumi dan menghabiskan hampir 400 juta dollar AS untuk membangun kanal sepanjang 40 mil (atau 51 mil panjangnya, jika dasar laut yang terdalam di kedua ujung terusan diperhitungkan).

Postcomended   Kanada Umumkan Pembalasan atas Tarif Amerika di “Ibukota Tomat”

Panama kemudian mendorong untuk mencabut Perjanjian Hay-Bunau-Varilla, dan pada 1977 Presiden AS, Jimmy Carter, dan diktator Panama, Omar Torrijos, menandatangani sebuah perjanjian untuk menyerahkan kanal ke Panama pada akhir abad ke-20 silam. Transfer yang damai terjadi pada siang harinya pada 31 Desember 1999.***

 

 

Share the knowledge