Internasional

15 April dalam Sejarah: Di Tengah Samudera Atlantik yang Membeku, RMS Titanic Tenggelam

Share the knowledge

Kapal jubah besi kerajaan, Titanic (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=TLfqB-3o4OM)

Kapal jubah besi kerajaan, Titanic (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=TLfqB-3o4OM)

Pada tanggal ini tahun 1912, jelang pukul 00.00 di tengah Samudra Atlantik Utara yang membeku, kapal penumpang yang diklaim terbesar, tercepat, dan termewah kala itu, RMS Titanic, menabrak gunung es raksasa. Lambungnya robek, dan tidak pernah sampai di tujuan akhirnya, New York.

Kapal yang berangkat dari pelabuhan Southamton, Inggris, untuk perjalanan perdananya ini, tenggelam 2,5 jam setelah gunung es mengoyak perutnya, di posisi sekitar 400 mil di selatan Newfoundland, Kanada. Dari total 2.200 penumpang dan awak kapal, hanya 700 orang yang selamat, kebanyakan wanita dan anak-anak.

Dilansir laman History, RMS Titanic dirancang oleh pembuat kapal Irlandia, William Pirrie. Pirrie membangunnya di Belfast, Irlandia, dengan keyakinan kapal ini memiliki segala yang “ter”: terkuat, terbesar, tercepat, termewah. Titanic diberi julukan RMS, kependekan dari Royal Mail Steamer atau kapal jubah besi kerajaan.

Dia membentang 883 kaki dari buritan ke busur, dengan lambungnya dibagi menjadi 16 kompartemen yang dianggap kedap air. Sementara itu, empat kompartemennya dianggap mengadopsi teknologi yang membuatnya dapat dibanjiri air tanpa menyebabkan hilangnya daya apung yang kritis.

Teknologi ini yang membuat Titanic diklaim tidak dapat tenggelam. Meskipun tak urung saat meninggalkan Southampton, dikutip dari laman History, penumpang disebut sempat menahan napas ketika Titanic melintas  dalam jarak beberapa kaki dari kapal uap New York, tetapi kemudian dapat terlewati dengan aman. Penumpang yang berkumpul di geladak Titanic pun menarik napas lega.

Sempat berhenti di Cherbourg, Prancis, dan Queenstown, Irlandia, untuk menjemput beberapa penumpang terakhir, kapal besar itu lalu memacu kecepatannya secara penuh menuju New York City. Namun entah teknologi apa yang terlewatkan, nakhoda kapal tak berhasil mendeteksi keberadaan gunung es besar di depan mereka.

Postcomended   20 Maret dalam Sejarah: Kongsi Dagang Belanda alias VOC, Didirikan

RMS Titanic gagal mengalihkan jalurnya dari gunung es tersebut, hingga es tajam merobek setidaknya lima kompartemen lambungnya, tepat sebelum tengah malam pada 14 April 1912. Air meluncur deras ke dalam lima kompartemen tersebut yang menyebabkan busur kapal tertarik.

Karena kompartemen Titanic tidak ditutup di bagian atas, air dari kompartemen yang pecah memenuhi masing-masing kompartemen dengan cepat, menyebabkan busur tenggelam dan buritan terjungkal ke posisi yang hampir vertikal di atas air.

Kondisi ini menyebabkan buritan tertarik oleh gaya grafitasi hingga menyebabkannya terbelah dua dengan posisi kembali horisontal, namun beberapa menit kemudian air yang mengisi bagian dalam kapal membuat kapal kembali ke posisi vertikal. Pada sekitar pukul 02.20 pagi, tanggal 15 April, semua badan kapal sudah tenggelam ke dasar samudera.

Postcomended   18 Oktober dalam Sejarah: Mata-mata Soviet Ditangkap dan Dieksekusi di Jepang, Soviet Menjadikannya Pahlawan

Karena kekurangan sekoci dan kurangnya prosedur darurat, lebih dari 1.500 orang yang tidak selamat mengalami proses kematian yang dramatis. Mereka yang telah berada di luar kapal, terjatuh ke air laut Samudera Atlantik yang membekukan. Meskipun tak ikut tenggelam bersama badan Titanic, mereka yang terapung banyak yang kemudian mati membeku.

Sejumlah warga kenamaan Amerika dan Inggris kala itu, ikut tewas, termasuk jurnalis Inggris terkenal William Thomas Stead dan pewaris kekayaan Straus, Astor, dan Guggenheim.

Satu jam 20 menit setelah Titanic tenggelam, kapal Cunard Carpathia yang melewati lokasi Titanic tenggelam, menyelamatkan mereka yang terombang-ambing di sekoci dan sebagian ditarik keluar dari air. Laman History menyebutkan, belakangan diketahui bahwa kapal Leyland, California, berjarak kurang dari 20 mil pada saat kecelakaan itu terjadi, namun gagal mendengar sinyal marabahaya Titanic karena operator radionya sedang tidak bertugas.

Pengumuman detail dari tragedi ini menyebabkan kemarahan di kedua sisi Atlantik. Setelah bencana, Konvensi Internasional untuk Keselamatan Kehidupan di Laut diadakan pada 1913. Peraturan diadopsi yang mensyaratkan bahwa setiap kapal harus memiliki sekoci yang cukup untuk setiap penumpangnya.

Postcomended   1 Januari dalam Sejarah: Sejak Hari Ini Darah Dapat Disimpan dan Dibekukan Sebelum Ditranfusikan

Badan Patroli Es Internasional didirikan untuk memantau gunung es di jalur pelayaran Atlantik Utara. Penyelenggara perjalanan kapal juga diwajibkan agar kapal memelihara arloji radio 24 jam. Pada tanggal 1 September 1985, ekspedisi gabungan AS-Prancis menemukan bangkai kapal Titanic yang tergeletak di dasar laut pada kedalaman sekitar 13.000 kaki.***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top