15 Juli dalam Sejarah: William Boeing Mendirikan Pacific Aero, Cikal Bakal Raksasa Dirgantara Boeing

15 Juli dalam Sejarah: William Boeing Mendirikan Pacific Aero, Cikal Bakal Raksasa Dirgantara Boeing

Internasional
Share the knowledge

Pada tanggal ini, 1916, William Edward Boeing mendirikan Pacific Aero, cikal bakal raksasa dirgantara Amerika Serikat, Boeing. Saat merintis Pacific Aero, Boeing adalah seorang pilot pemula dan penggemar dunia dirgantara.

Kini perusahaannya telah menjadi identik dengan industri manufaktur maskapai penerbangan AS. Dilansir laman Komo News, Boeing sangat bergantung pada keberhasilan militer AS baik sekarang dan masa lalu, untuk identitas korporasinya.

Dimulai pada 1909 di Pameran Alaska-Yukon-Pasifik di Seattle, Boeing yang kala itu masih berusia 28 tahun, terpesona pada satu pesawat terbang.

Anak dari penambang dan raja kayu Jerman yang kaya ini adalah seorang perfeksionis yang sering bermain-main dengan merancang perahu. Terpesona oleh kendaraan yang dapat mengarungi langit, Boeing bertekad untuk mempelajari semua hal tentang teknologi penerbangan yang kala itu tergolong masih baru.

“Pada saat itu saya hanya berhasrat belajar terbang,” kata Boeing kepada seorang penulis bernama Harold Crary. Boeing berkisah, pada Agustus 1914, dia memulai kursus pilot di bawah pengawasan Lloyd Smith. Saat menyelesaikan kursus, Boeing memesan sebuah pesawat yang dikenal sebagai Model TA dari pabrik pesawat terbang Martin untuk penggunaan pribadi.

“Mesin itu dikirimkan kepada saya pada Oktober 1915, dan karena yakin bahwa ada masa depan yang pasti dalam penerbangan, saya menjadi tertarik pada konstruksi dan juga menerbangkan pesawat,” kata Boeing. Martin mengatakan kepada Boeing bahwa akan memakan waktu berbulan-bulan untuk membuat suku cadang yang diperlukan.

Postcomended   1 Desember dalam Sejarah: Terowongan Kereta Api 40 Meter di Bawah Selat Inggris, Tembus

Martin yang dimaksud di sini adalah Glenn Luther Martin, perintis dunia penerbangan AS, yang dalam perjalanannya membangun apa yang sekarang dikenal sebagai perusahaan pesawat terbang Lockheed Martin.

Setelah itu, Boeing mengatakan kepada teman dekatnya, Letnan George Conrad Westervelt (USN), bahwa mereka bisa membangun pesawat sendiri yang lebih baik dan dengan lebih cepat.

Westervelt lalu bekerja merancang pesawat yang bersama Boeing dinamakan “B&W” untuk Boeing dan Westervelt. Tetapi sebelum mereka memulai perusahaan ini, Westervelt ingin memastikan keamanannya. Tekad Westervelt ini mengarah pada prosedur baru yang radikal yang digunakan oleh perancang pesawat hingga hari ini: terowongan angina.

Westervelt, lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengirim model pesawat rancangan B&W (pertama) ke almamaternya untuk evaluasi. Model itu menghabiskan enam jam di terowongan angin universitas sebelum Westerveldt menyatakannya layak terbang.

Postcomended   Pendiri Siri Adam Cheyer Tinggalkan Apple

Mengenai terowongan angin tersebut, insinyur aeronautika Boeing, Sarah Musi, mengatakan, bahwa ini sesuatu yang baru. “Sekarang, kita menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam pengujian terowongan angin sebelum kita membangun (pesawat) apa pun,” katanya.

Desain model pesawat yang diuji di MIT terbukti stabil. Berdasarkan itulah, Boeing dan Westervelt sebulan kemudian, bertempat di Seattle, mendirikan Pacific Aero pada 15 Juli 1916, dengan mempekerjakan 21 pegawai, pria dan wanita, yang diupah 23 sen per jam.

Kurang dari setahun kemudian, bisnis berkembang pesat. Pacific Aero yang kemudian berganti nama menjadi Boeing Airplane Company, mulai membangun Model C, pesawat terbang yang dirancang untuk melatih pilot Angkatan Laut. Pada akhir Perang Dunia I, Boeing telah mempekerjakan 355 pekerja.

Karena produknya sangat bergantung pada permintaan untuk keperluan berperang, maka masa-masa damai sempai membuat Boeing terseok-seok. Perusahaan ini sempat menjadi pabrik untuk membuat furnitur, kasing untuk foto, bahkan bahan yang digunakan untuk membuat korset wanita.

Kebangkitan dimulai ketika Boeing berhasil mentransformasikan bisnisnya yang bergantung pada pesawat militer ke penerbangan komersial sipil. Kadang-kadang, Boeing harus menggunakan uang dari bisnis kayu warisan ayahnya yang sukses untuk menjaga agar operasi pesawat tetap berjalan. Baru pada 1917, Pacific Aero berganti nama menjadi Boeing Airplane Company.***

 


Share the knowledge

Leave a Reply