Loading...
Internasional

15 Juni dalam Sejarah: Raja Hussein dari Yordania Menikahi Wanita Amerika 26 Tahun

Share the knowledge

 

Lisa Halaby saat menikah denga Raja Hussein (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lO4yaVeyjbo)

Lisa Halaby saat menikah denga Raja Hussein (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lO4yaVeyjbo)

Pada tanggal ini tahun 1978, Raja Hussein dari Yordania menikahi Lisa Najeeb Halaby yang kemudian diperkenalkan sebagai Ratu Noor. Halaby menjadi ratu kelahiran Amerika pertama di satu negara Arab. Saat menikah, Halaby berusia 26, sedangkan Raja Hussein 43.

Perannya sebagai ratu membuatnya menjadi terkenal secara internasional terutama ketika dia bergiat dalam pekerjaan advokasi dan filantropis, dan menerima banyak penghargaan. Dia menulis dua buku, termasuk buku terlaris The New York Times 2013, “Leap of Faith: Memoirs of a Unexpected Life”.

Laman Mylifetime menulis, Halaby lahir di Washington, D.C. Dia dibesarkan dalam keluarga yang memiliki hak istimewa yang menekankan pentingnya pelayanan publik. Setelah lulus SMA, dia mendaftar di kelas pendidikan bersama pertama di Universitas Princeton pada 1969.

Postcomended   Rebutan Mineral, Negara-negara yang Berbatasan dengan Kutub Lakukan Konsolidasi

Dia memperoleh gelar BA dalam bidang arsitektur dan perencanaan kota pada 1973. Di waktu bersamaan, ayah Halaby disewa oleh pemerintah Yordania untuk membantu mendesain ulang maskapai penerbangannya. Dia menawari putrinya posisi direktur perencanaan dan desain fasilitas perusahaannya itu, Arab Air Services.

Pada 1977, Halaby bertemu Raja Hussein pada pembukaan Bandara Internasional Queen Alia. Bandara ini dinamai sesuai nama istri Raja Hussein, yang secara tragis meninggal dalam kecelakaan pesawat. Setelah pertemuan awal mereka, Raja Hussein dan Halaby memulai persahabatan yang beralih ke percintaan pada tahun 1978. Raja Hussein melamarnya pada 13 Mei 1978.

Pada upacara pernikahan Muslim tradisional mereka di Istana Zaharan pada 15 Juni 1978, Halaby adalah satu-satunya wanita yang hadir. Setelah menilah, Halaby diberi nama Ratu Noor al-Hussein yang artinya “Sinar Hussein”.

Postcomended   Butuh Tenaga Kerja, Jepang yang "Menua" Longgarkan Aturan Imigrasi

Orang-orang Yordania awalnya waspada terhadap ratu baru mereka yang berlatar non-Arab dan non-Muslim ini. Namun mereka segera menyambutnya ketika dia menunjukkan apresiasi otentiknya terhadap Yordania.

Sebagai ratu, dia memusatkan upayanya pada pekerjaan filantropi. Beberapa proyeknya termasuk memperbaiki sistem pendidikan Yordania dan melestarikan budaya Yordania. Dengan tujuan meningkatkan peluang pendidikan dan pekerjaan bagi perempuan, Ratu Noor mendirikan Program Perempuan dan Pembangunan.

Ketika suaminya mangkat karena kanker pada 1999, agenda filantropisnya tidak melambat. Kontribusinya terbilang signifikan untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik.

Dia mempromosikan perdamaian di Timur Tengah melalui Yayasan Raja Hussein International dan merupakan penganjur yang penuh gairah untuk lingkungan dan mengurangi dampak buruk dari perubahan iklim.

Dia memperjuangkan penyebab orang terlantar di seluruh dunia sebagai anggota Dewan Direktur Pengungsi Internasional. Dia juga merupakan anggota pendiri Global Zero, suatu gerakan internasional untuk menghilangkan senjata nuklir.***

Postcomended   Studi yang Disponsori Harley Davidson: Bersepeda Motor Kurangi Stres dan Tingkatkan Kewaspadaan
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top