Nasional

16 Agustus dalam Sejarah: Belanda Baru Mengakui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

 

Bernard Bot, kanan, saat mengikuti upacara proklamasi Kemerdekaan RI pada 2005 (foto: Getty Images)

Pada tanggal ini tahun 1972, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) mulai diberlakukan. Di tanggal sama, 2012, pendiri situs pembocor informasi rahasia WikiLeaks, Julian Asange, diberi suaka politik oleh pemerintah Ekuador. Tanggal ini tahun 2005 juga mencatat, Pemerintah Belanda, melalui Menteri Luar Negeri Bernard Bot, akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Selasa, 16 Agustus 2015, pemerintah Belanda –yang diwakili Menteri Luar Negeri Bernard Bot– tumben-tumbenan bersedia datang ke acara malam peringatan Kemerdekaan Indonesia, yang bertepatan dengan peringatan yang ke-60.

Malam itu, Belanda mendapatkan sesi khusus untuk menyampaikan pengakuan bahwa tanggal Kemerdekaan Indonesia adalah 17 Agustus 1945. Sebelumnya, Belanda hanya mau mengakui bahwa Indonesia merdeka setelah penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949 yang ditetapkan melalui Konferensi Meja Bundar. Artinya kemerdekaan Indonesia seolah-olah diberi oleh Belanda.

Postcomended   Dr Zakir Naik Kehilangan Kewarganegaraan dalam Pelariannya

Dalam pidatonya saat itu, seperti dilaporkan Reuters, Bot mengatakan bahwa mereka berada di sisi yang salah dari sejarah ketika mencoba untuk mempertahankan kendali atas Indonesia setelah Perang Dunia II, dan menyatakan penyesalan atas kesalahan pada periode kolonial itu.

“Dalam retrospeksi, jelas bahwa pengerahan pasukan militer besar-besaran menempatkan Belanda di sisi yang salah dari sejarah,” kata Bot dalam pidatonya Selasa malam itu. Dia juga mengakui bahwa pengerahan pasukan tersebut telah menyebabkan ribuan orang Indonesia meninggal.

Pengerahan militer besar-besaran yang dimaksud Bot adalah ketika Belanda membonceng pasukan sekutu yang datang ke Indonesia setelah peristiwa menyerahnya Jepang kepada sekutu seusai pemboman Hiroshima dan Nagasaki. Belanda kala itu ingin kembali menguasai Indonesia.

Postcomended   15 Agustus dalam Sejarah: Terusan Panama Diresmikan

“Atas nama pemerintah Belanda saya ingin mengungkapkan penyesalan saya yang mendalam atas semua penderitaan itu.” Bot adalah anggota pemerintah Belanda pertama yang menghadiri perayaan kemerdekaan Indonesia.

Dialansir laman Tirto, Bot pada kesempatan itu mengatakan bahwa tugas yang diamanatkan kepadanya untuk menyampaikan pidato dalam acara itu cukup menguras perasaan, terlebih dia adalah orang Belanda yang lahir di Indonesia, tepatnya di Batavia (Jakarta) pada 21 November 1937.

Sehari sebelum mengirim Bot ke Jakarta, Kerajaan Belanda menggelar peringatan berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia. Ratu Beatrix hadir dalam acara yang berlangsung di Den Haag itu. Tak sepatah katapun diucapkan sang Ratu pada acara itu; dia hanya menyematkan karangan bunga di pengujung acara.

Menteri Luar Negeri Indonesia kala itu, Hassan Wirajuda, mengatakan, Indonesia menyambut baik itikad Belanda dan menganggapnya sebagai pengakuan bahwa Indonesia merdeka karena memutuskan untuk merdeka, bukan ketika mantan administrator kolonial itu pergi melalui formalitas transfer kekuasaan.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top