Internasional

16 April dalam Sejarah: Albert Hofmann Temukan Efek Psikedelik pada Obat LSD

Share the knowledge

 

Albert Hofmann (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=cAV3UBlEh9U)

Albert Hofmann (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=cAV3UBlEh9U)

Pada tanggal ini tahun 1943, Dr. Albert Hofmann secara tidak sengaja menemukan sifat psikedelik pada LSD (Lysergic acid diethylamide) yang sedang ditelitinya. Ini terjadi ketika dia secara tidak sengaja menyesap sedikit LSD-25 melalui ujung jarinya, dan merasakan halusinasi.

Temuannya ini terjadi seusai dia lulus dari Universitas Zurich, Swiss, pada 1929, dengan gelar doktor di bidang kimia obat. Dikutip dari laman Britannica, setelah lulus dia disewa oleh Sandoz Laboratories di Basel, Swiss, di mana dia ditugaskan untuk program pengembangan metode untuk menyintesis senyawa yang ditemukan pada tanaman obat.

Fasilitas inilah yang membuat Hoffman sampai pada temuan LSD-nya, tepatnya LSD-25; turunan LSD ke-25 yang dia uji pada 1938. Penemuan awal Hofmann ini disisihkan selama lima tahun hingga April 1943, ketika ia kembali ke penelitian terapeutik sebelumnya pada senyawa ini, dan tak sengaja menyesap sejumlah kecilnya. Pada saat itu, dia mengalami halusinasi seperti mimpi.

Postcomended   Filipina Diguncang "Serial Killer" Walikota: Seorang Walikota Kembali Tewas Ditembak

Penasaran dengan efek stimulasi yang akan dipersepsi tubuhnya, Hofmann memutuskan mengeksplorasi lebih lanjut. Ditulis laman Wired, tiga hari kemudian dia menelan 250 mikrogram LSD, dan merasakan suatu sensasi yang melebihi pengalaman pertamanya menyesap LSD tanpa sengaja. Dalam otobiografinya, “LSD, My Problem Child”, dia menulis:

“Saya terpaksa menginterupsi pekerjaan saya di laboratorium pada sore hari dan pulang ke rumah, dipengaruhi oleh kegelisahan yang luar biasa, dikombinasikan dengan sedikit pusing. Di rumah saya berbaring dan tenggelam dalam kondisi seperti mabuk yang tidak menyenangkan, dicirikan oleh imajinasi yang sangat terstimulasi. Dalam keadaan seperti mimpi, dengan mata tertutup (saya menemukan cahaya siang menyilaukan terasa tidak menyenangkan), saya merasakan aliran gambar-gambar fantastis tanpa gangguan, bentuk luar biasa dengan permainan warna kaleidoskopik yang intens. Setelah beberapa jam, kondisi memudar.”

Pengalaman itu membuat Hofmann mulai bereksperimen dengan halusinogen lain dan dia menjadi penganjur penggunaannya, baik di arena psikoanalisis maupun pertumbuhan pribadi. Setelah pengalaman awalnya, Hoffman sengaja menelan obat itu beberapa kali, dengan keyakinan bahwa suatu hari obat ini akan berguna dalam pengobatan terapi skizofrenia dan gangguan psikiatrik lainnya.

Postcomended   Catat Tiga Lokasi Pelaksanaan Festival Maritim Raja Ampat Oktober 2019

Namun dia tidak menyetujui penggunaan LSD untuk alasan “rekreasi” yang menggejala pada 1960-an. Hofmann berpendapat bahwa obat ini ketika diambil dalam keadaan terkendali dan dengan pengetahuan penuh tentang efek yang mungkin terjadi, dapat terbukti berguna dalam konteks psikiatri dan spiritual, argumen yang ia sampaikan dalam buku autobiografinya tersebut yang terbit pada 1979.

Hofmann, lahir pada 11 Januari 1906, di Baden, Swiss, dari keluarga sederhana, yang membuatnya harus mencari pekerjaan saat masih remaja ketika ayahnya jatuh sakit. Namun dia menghabiskan masa kanak-kanak yang indah menjelajahi bukit-bukit di sekitar Baden.

Pada 1988, untuk menghormatinya karyanya, didirikan Yayasan Albert Hofmann. Yayasan ini menganjurkan penggunaan halusinogen yang bertanggung jawab. Dia meninggal pada 29 April 2008, di negeri indahnya itu.***

Postcomended   13 Desember dalam Sejarah: Dari Sebuah Bunker, Saddam Hussein Ditangkap AS

 

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top