Internasional

Teroris Terafiliasi ISIS Rencanakan Serangan dari Sibolga

Share the knowledge

 

Ancaman-ancaman ISIS terhadap Indonesia telah muncul sejak 2017, beberapanya selain mengaku akan menghancurkan Indonesia juga menantang Panglima TNI. Di video ini seorang simpatisan ISIS mengajak warga Indonesia bergabung dengan ISIS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=SSiG05PH6bA)

Semakin terdesak di wilayah asalnya di Irak dan Suriah, sel-sel ISIS mulai menunjukkan eksistensinya di Asia Tenggara. Setidaknya, teroris yang ditangkap dan yang meledakkan diri di Sibolga, Sumatra Utara, didentifikasi terafiliasi dengan kelompok pengusung khilafah, ISIS.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, mengatakan bahwa tersangka teroris yang ditangkap di Sibolga adalah bagian dari jaringan yang berafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Mereka milik jaringan yang berafiliasi dengan ISIS,” kata Tito di Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019) malam.

Tito mengatakan itu setelah beberapa jam sebelumnya pasukan anti-teror Polri, Densus 88, menangkap tersangka teroris Husain, alias Abu Hamzah (AH), di Sibolga. Dia ditangkap setelah penangkapan seorang tersangka teroris lain, yang diidentifikasi dengan inisial R, di Lampung. Jaringan AH ini disebut merakit bom untuk melakukan aksi teror ke pihak kepolisian yang getol memberantas terorisme.

Postcomended   28 September dalam Sejarah: Sempat Ribut, Rabin dan Arafat Tandatangani Kesepakatan Terkait Tepi Barat

Namun, istri AH –yang sedang bersama anak-anaknya– menolak panggilan untuk meninggalkan rumah mereka yang penuh bom, dan malah memilih meledakkan diri Bersama anaknya. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (13/3/2019), istri AH lebih radikal terpapar paham ISIS, dan ini kata Dedi merupakan pengakuan AH sendiri.

“Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik Densus, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan,” ungkap Dedi. Bahkan ketika sang suami sudah berusaha membujuknya agar menyerah. Proses negosiasi dengan istri AH dilakukan menggunakan pengeras suara masjid, karena tim masih belum berani mendekat ke TKP.

Kekhawatiran tim terjawab ketika terdengar ledakan kedua pada Rabu dini hari, sampai menimbulkan kebakaran di sekitar rumah AH. Tim langsung menangani kebakaran dan setelah itu melakukan proses evakuasi. Istri AH disebut bunuh diri menggunakan bom lontong bersama anaknya yang sedang di gendongannya. Saat dievakuasi, jasad mereka sudah tidak utuh.

Postcomended   Suriah Mulai Stabil, Uni Emirat Arab Bakal Buka Kembali Kedutaan Besarnya

Ancaman ISIS Jadikan Asia Tenggara Homebase

Kecemasan Indonesia akan dijadikan basis ISIS di Asia Tenggara, meningkat sejak ISIS semakin tersudut digempur pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dinegeri asalnya, Irak dan Suriah. Ancaman Asia Tenggara akan dijadikan basis ISIS ini telah muncul sejak 2017.

Ketika ISIS semakin terdesak dan para petempurnya kembali dari kekalahan ke negeri-negeri asalnya, mereka antara lain diduga akan mencoba berbaur dengan komunitas muslim di Asia Tenggara.

Pada pertengahan Juli 2017, satu video propaganda ISIS tersebar yang menyatakan perang terhadap Indonesia dan Malaysia. Kecemasan Malaysia cukup beralasan. Presiden Filipina pada Desember pernah memperingatkan militan ISIS akan lari ke Asia Tenggara jika kalah dan terusir dari Irak dan Suriah.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Kenyataannya, jaringan ISIS pada saat itu berhasil memorakporandakan salah satu wilayah di Filipina (Marawi), kendati kini sudah berhasil dikendalikan.

Untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian Pertahanan sejak Februari 2018 telah membuat kesepakatan “Our Eyes Joint Statement”. Kesepakatan bersama enam negara Asean ini untuk membentuk kerja sama pertukaran informasi terkait terorisme, ekstremisme, dan radikalisme.***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top