Internasional

17 April dalam Sejarah: Invasi yang Disponsori AS untuk Jatuhkan Fidel Castro, Gagal

Share the knowledge

Pasukan orang buangan Kuba yang dipersenjatai dan dilatih oleh CIA, menyerah pada militer Kuba dalam peristiwa Invasi Teluk Babi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=7zqU_h6TTIo)

Pasukan orang buangan Kuba yang dipersenjatai dan dilatih oleh CIA, menyerah pada militer Kuba dalam peristiwa Invasi Teluk Babi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=7zqU_h6TTIo)

Jejak AS yang selalu mencampuri urusan negara lain, terekam pada tanggal ini tahun 1961, ketika sekitar 1.500 orang buangan Kuba mendarat di Teluk Babi, Kuba. Mereka didanai dan dilatih CIA (agen intelijen pusat AS) untuk menggulingkan Fidel Castro. Namun serangan itu gagal total.

Castro, pemimpin pemerintahan komunis Kuba, telah menjadi perhatian para pembuat kebijakan AS sejak dia merebut kekuasaan di Kuba dengan sebuah revolusi pada Januari 1959, terhadap ditator Fulgencio Batista.

Laman History menyebutkan, serangan-serangan Castro terhadap perusahaan-perusahaan dan kepentingan-kepentingan AS di Kuba, retorika anti-Amerika yang meradang, dan gerakan Kuba menuju hubungan yang lebih dekat dengan Uni Soviet, membuat para pejabat AS menyimpulkan bahwa Castro adalah ancaman bagi kepentingan AS.

Postcomended   11 Oktober dalam Sejarah: Samsung Menyetop Produksi Ponsel Seri "Bom"-nya

Peristiwa Invasi Teluk Babi merupakan proyek warisan Presiden AS, Dwight D. Eisenhower, yang harus ditanggung presiden penerusnya pada 1961, John F. Kennedy. Eisenhower lah yang memerintahkan CIA untuk melatih dan mempersenjatai sepasukan orang buangan Kuba untuk serangan bersenjata ke Kuba pada Maret 1960.

Sebenarnya, banyak penasihat militer Kennedy mengindikasikan bahwa peluang keberhasilan serangan amfibi ke Teluk Babi, kecil. Namun Kennedy tetap memberikan lampu hijau untuk serangan itu.

Dikutip dari laman Britannica, pada 15 April 1961, tiga pesawat buatan AS yang dikemudikan oleh orang-orang Kuba membom pangkalan udara Kuba, menyusul kemudian pada 17 April 1961, pasukan orang buangan Kuba yang dipersenjatai, dengan menggunakan kapal pendarat Amerika menyeberang ke Teluk Babi.

Pasukan ini diharapkan akan mejadi motor bagi warga Kuba yang tidak menyukai Castro untuk bangkit dan menggulingkan pemerintahan pemimpin revolusioner tersebut. Perkiraan para penasihat militer Kennedy terlalu cepat terbukti.

Postcomended   Malala Desak Sejawatnya Sesama Peraih Nobel agar Kutuk Kekerasan pada Rohingya

Serangan tersebut segera saja berantakan ketika pasukan pendaratan bertemu dengan serangan balik cepat yang tak terduga dari militer Castro, menurut History. Angkatan udara Kuba yang kecil sanggup menenggelamkan sebagian besar kapal pasokan orang buangan tersebut.

AS menahan diri untuk mencampuri langsung upaya tersebut, dengan mengorbankan nyawa 100 anggota pasukan penyerangnya, dan lebih dari 1.100 ditangkap. Pemberontakan pun gagal. Kegagalan di Teluk Babi ini telah merugikan AS baik secara finansial maupun rencana jangka panjang.

Setelah invasi yang gagal tersebut, para kritikus seperti dikutip dari Britannica, menuduh CIA memberikan informasi yang salah kepada Kennedy. Mereka juga mengeritik bahwa AS tidak cukup agresif dalam mendukung invasi Teluk Babi; insiden yang sangat penting bagi perkembangan krisis rudal Kuba Oktober 1962.

Di sebagian besar negara-negara Amerika Latin, AS dipermalukan atas peristiwa ini karena penggunaan angkatan bersenjata dalam upaya menggulingkan Castro. Castro bagi banyak orang di kawasan tersebut dianggap pahlawan karena pendiriannya yang melawan imperialisme dan campur tangan AS. Sementara itu, Kennedy terpaksa mengakui kegagalannya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top