Ferdinand Marcos dan Imelda, beserta keluarganya (https://cdn.asiancorrespondent.com/wp-content/uploads/2011/06/FerdinancMarcosAndFamily.jpg)

Hari ini, 1973, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos, memproklamasikan dirinya sebagai Presiden Filipina seumur hidup. Pernyataan ini didahului pengumuman darurat militer pada 21 September 1972, sekaligus mengumumkan dirinya sebagai diktator. Marcos berkuasa sejak 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986. 

Rezim Marcos dirusak oleh korupsi yang meluas dan manajemen yang keliru. Marcos, dan istrinya yang glamor, Imelda, menjalani gaya hidup yang sangat mewah sementara sebagian besar penduduk negara itu tetap terperosok dalam kemiskinan. Ketidakpekaan semacam itu pada akhirnya akan menyebabkan jatuhnya mereka.

Pada 25 Februari 1986, Marcos dan istrinya melarikan diri dari Filipina menyusul demonstrasi publik besar-besaran setelah sebuah usaha yang tidak sukses untuk melakukan pemilihannya kembali sebagai presiden.

Setelah 21 tahun menjabat sebagai presiden Filipina, Marcos telah mencurangi terlalu banyak pemilihan umum. Tentara telah berbalik melawan dia, dan orang-orang telah keluar ke jalan dalam jumlah ribuan orang.

Marcos dan keluarganya telah melihat krisis yang mungkin terjadi dimasa datang. Mereka pun mempersiapkan pelariannya. Ketika mereka mendarat pagi itu di pangkalan Hickham USAF di Hawaii, mereka membawa banyak barang.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Catatan resmi AS menunjukkan daftar barang bawaan mereka mencapaih 23 halaman. Di dua pesawat transportasi C-141 yang membawa mereka pergi, mereka telah mengemas barang-barang yang mereka anggap berharga.

Barang-barang tersebut antara lain: 23 peti kayu; 12 koper dan tas, dan berbagai kotak yang isinya termasuk cukup banyak pakaian untuk mengisi 67 rak; 413 keping perhiasan, termasuk 70 pasang manset bertabur permata; sebuah patung gading bayi Yesus dengan mantel perak dan kalung berlian; 24 batu bata emas, bertuliskan “Kepada suamiku pada hari jadi kami yang ke 24”; dan lebih dari 27 juta peso Filipina dalam catatan cetak baru.

Nilai total barang bawaan itu adalah 15 juta dolar AS. Dengan melihat jumlah tersebut, cukup mudah untuk melihat bagaimana pasangan itu menghabiskan sisa hidup mereka. Namun pemerintahan baru Filipina tahu jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari kekayaan keluarga Marcos.

Mereka menemukan bahwa Marcos telah mengumpulkan uang hingga 650 kali lebih besar. Menurut perkiraan berikutnya oleh pengadilan tertinggi Filipina, dia telah mengumpulkan sampai 10 miliar dolar AS saat bertugas.

Postcomended   15 Desember dalam Sejarah: Blockbuster Terbesar dalam Sejarah Amerika, Dirilis

Karena gaji resminya sebagai presiden tidak pernah naik di atas 13.500 dolar AS per tahun, sangat jelas bahwa ini adalah kekayaan curian dalam skala yang paling spektakuler. Beberapa sekutu terdekat Marcos juga mencuri miliaran dolar.

Karena korban mereka adalah sebuah negara di mana 40% orang bertahan hidup dengan kurang dari 2 dolar AS per hari, Republik Filipina memutuskan untuk segera mengambil uang yang telah dikorupsi Marcos tersebut.

Postcomended   KPK Lelang Mobil Sitaan dari Para Koruptor

Diktator kelahiran 11 September 1917 ini menghabiskan sisa hidupnya di pengasingannya di Hawaii, hingga kematiannya pada 28 September 1989. Rakyat Filipina tidak pernah menerima pemulangan jenazahnya. (***/electricinca/theguardian)

Share the knowledge