Nasional

17 Juli dalam Sejarah: JW Marriot dan Ritz Carlton Dibom, JI Diduga Dalangnya

internet

Hari ini adalah “Hari Emoji Internasional”, atau mungkin lebih tepat disebut ” hari emoji Apple” karena penetapannya sangat ditentukan Apple, yakni bertepatan dengan peluncuran aplikasi kalender iCal untuk Mac pada 2002. Sebanyak 283 penumpang tewas ketika pada tanggal ini, 2014, Malaysia Airlines Penerbangan 17 ditembak misil Ukraina dan jatuh di Donetsk, Ukraina. Pada tanggal ini pula, tahun 2009, terjadi ledakan dahsyat di hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton, Jakarta, yang memunculkan nama Jamaah Islamiyah.  

Pagi belum lagi usai, ketika pada tanggal ini tahun 2009, dua ledakan hampir bersamaan menghantam dua hotel Amerika yang lokasinya berdekatan di Jakarta Pusat. Sedikitnya sembilan orang tewas dan melukai lusinan lainnya. Warga negara asing termasuk di antara korban jiwa.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, tetapi tuduhan atas pengeboman ini –yang tampaknya dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri– diarahkan pada Jemaah Islamiyah (JI), kelompok teroris yang terkait al-Qaeda yang dicurigai melakukan serangan serupa lainnya di Asia Tenggara.

Postcomended   Mahakarya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG 2018)

Washington diketahui telah menempatkan Jamaah Islamiyah dalam daftar organisasi teroris. JI diduga menyerang hotel Marriott yang sama pada 2003 dengan menggunakan bom mobil yang menewaskan 12 orang

Tim sepak bola Manchester United semula dijadwalkan menginap di Ritz keesokannya untuk pertandingan persahabatan melawan Indonesia All Stars. Setelah serangan itu, MU membatalkan pertandingan dan penerbangannya ke Jakarta.

Polri, kementerian pertahanan, dan Kelompok Krisis Internasional telah mengimplikasikan Jamaah Islamiyah dalam pemboman sebelumnya di Marriott. Sang bomber dikenal sebagai anggota kelompok tersebut; yang teridentifikasi dari kepalanya yang terputus dan ditemukan di lantai enam hotel.

Postcomended   Obat Penunda Haid Bisa Bikin Mandul

Nama Jamaah Islamiyah juga mencuat dalam kasus pengeboman dua klub malam di Bali pada Oktober 2002. Dilanjut dengan pengeboman berikutnya di Bali pada Oktober 2005. Beberapa anggotanya, Imam Samudra cs, telah dihukum mati. Sementara sosok yang diduga merupakan pemimpin senior Jamaah Islamiyah, yakni  Abu Bakar Baasyir, masih dipenjara hingga saat berita ini dipublikasikan.

The New York Times dalam laporannya menyebutkan, hotel-hotel besar di luar negeri terutama, terutama milik Barat, telah menjadi target utama bagi teroris dalam beberapa tahun terakhir, dengan hampir selusin ledakan besar di hotel sejak Marriott diserang di Jakarta pada 2003. Kelompok intelijen Stratfor telah menyebut hotel-hotel terkenal ini sebagai “target mudah yang klasik”.(***/newyorktimes/theguardian)

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top