Internasional

17 Juni dalam Sejarah: Gubjen Hindia Belanda Resmikan Pembangunan Jalur KA Pertama di Jawa

Share the knowledge

 

Gambar ilustrasi kereta api awal di Jawa (KITLV)

Gambar ilustrasi kereta api awal di Jawa (KITLV)

Pada tanggal ini tahun 1864, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron Sloet van Beele, meresmikan jalur kereta api pertama di Jawa. Jalur pertama yang beroperasi adalah antara Semarang dan Tanggung yang dibuka pada 10 Agustus 1867.

Pembangunan jalur kereta api pertama ini dilakukan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS/Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda). Jalur berikutnya yang dibangun adalah jalur yang menghubungkan ke kawasan Vorstenlanden (Yogyakarta-Surakarta) pada sekitar akhir 1860-an.

Pada 1873, mereka juga membuka jalur antara Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), namun karena terpisah dari jalur di Jawa lainnya yang dikelola NIS –meskipun menguntungkan– jalur ini dijual ke perusahaan Staat Spoorwagen (SS).

Laman keretapi.tripod.commenulis, negara kemudian mulai terlibat langsung dalam pembangunan kereta api, setelah periode keragu-raguan yang agak lama karena pemerintah Belanda lebih memilih perusahaan swasta yang membangun kereta api.

Bagaimanapun, kereta api negara dianggap perlu untuk tujuan strategis, maka pada Mei 1878, jalur pertama Staatsspoor-en Tramwegen di Nederlandsch-Indië (Kereta Api Negara) dibuka antara Surabaya dan Pasuruan. Tiga tahun kemudian, pembangunan dimulai pada jalur dari Bogor ke Cicurug di Jawa Barat, dengan maksud untuk mencapai Cilacap, pelabuhan penting di pantai selatan Jawa.

Postcomended   Dalam Postingan Terakhir di Akun Instagramnya, Dian PP Menulis Pengakuan Ini

Pada 1884, jalur SS dari timur mencapai Surakarta di jalur utama NIS, dan pada 1888 jalur barat mencapai Cilacap. Sekitar tahun 1894, pembangunan jalur kereta api terus dilakukan antara Jakarta dan Surabaya dengan penyelesaian bagian terakhir antara Maos dan Cibatu.

Jika dihitung, perjalanan antara kedua titik tersebut (Jakarta-Surabaya) hanya memakan waktu total tiga hari, termasuk jeda tidak beroperasi pada malam hari, dan waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan penumpang dan barang ke gerbong lanjutan di titik pertemuan Yogyakarta dan Surakarta, akibat adanya perbedaan alat pengukur. Waktu ini setara dengan sekitar 32 jam.

Postcomended   Raja Thailand Menikahi "Bodyguard"-nya dalam Sebuah Upacara Rumit

Dikutip dari laman Tirto, ide pembangunan jalur kereta api di Jawa bermula dari kebutuhan transportasi pengangkut hasil bumi yang bisa cepat dan efisien. Pada 1830-an, saat cultuur stelsel diterapkan di Jawa, perkebunan tanaman komoditas ekspor seperti tebu, kopi, nila, dan tembakau sedang tumbuh pesat.

Dalam dua dasawarsa sejak kebijakan itu diterbitkan oleh Gubernur Jenderal van den Bosch, telah terjadi peningkatan ekspor hasil bumi yang tajam di Pulau Jawa yang tajam.

Kolonel J.H.R. van Der Wijk, seorang insinyur militer, adalah yang pertama kali mengajukan usul pembangunan jalur kereta api di Pulau Jawa kepada pemerintah kolonial. Dalam usulannya, van Der Wijk mengajukan jalur dari Surabaya ke Batavia melalui Surakarta, Yogyakarta, dan Bandung sebagai prioritas.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top