Internasional

17 Oktober dalam Sejarah: Tepuk Tangan Warnai Lolosnya Resolusi “Zionisme adalah Rasisme”

Perserikatan Bangsa Bangsa

Pada tanggal ini tahun 1968, Usman dan Harun, anggota Korps Komando Operasi, dihukum gantung oleh pemerintah Singapura karena meledakkan bom di pusat kota Singapura yang padat terkait “Konfrontasi Malaysia”-nya Sukarno. Albert Einstein lolos dari kekejaman Nazi ketika pada hari ini,1933, dia tiba di AS sebagai pengungsi. Taun 1975, PBB meloloskan resolusi yang membuat “bete” dunia Barat, namun riuk ditepuki negara-negara Arab dan Dunia Ketiga.

Hari ini tahun 1975, suasana di aula tegang ketika Majelis Umum PBB mengambil resolusi terhadap Zionisme yang telah disetujui oleh Komite Sosial, Kemanusiaan dan Budaya organisasi dunia itu dengan 70 suara setuju, 29 tidak setuju, dan 27 abstain.

Laman arsip New York Times menyebutkan, teks yang menuliskan bahwa Majelis Umum PBB menetapkan “Zionisme sebagai bentuk rasisme dan diskriminasi rasial” merupakan produk dari strategi Arab militan. Laman ini menyebut bahwa upaya ini dilakukan setelah kegagalan upaya sebelumnya untuk memenangkan dukungan untuk pemecatan Israel dari PBB.

Postcomended   29 November dalam Sejarah: PBB Setuju Palestina Dibelah Dua

Atas lolosnya resolusi ini  –yang tidak memiliki efek langsung atau otomatis karena dokumen ini seperti semua keputusan Majelis Umum, tidak mengikat negara-negara anggota– Juru bicara untuk Israel dan organisasi Yahudi lainnya di seluruh dunia, telah memperingatkan selama beberapa hari sebelumnya bahwa resolusi ini akan memacu anti-semitisme di seluruh dunia dan memberikan alasan bagi Uni Soviet dan negara-negara lain untuk mengambil tindakan tegas terhadap orang Yahudi.

Teks resolusi tersebut diadopsi pukul 20.30 dengan didukung suara negara-negara Arab dan negara Islam lainnya, negara-negara komunis, Brasil, Meksiko, dan banyak negara-negara dunia ketiga di Afrika dan Asia.

Negara-negara yang menentang Amerika Serikat, Kanada, sembilan negara anggota Masyarakat Ekonomi Eropa dan negara-negara lainnya di Eropa Barat dan Utara, Israel, Australia, Selandia Baru, beberapa negara Amerika Latin, dan empat negara Afrika (Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Liberia, dan Swaziland).

Postcomended   Studi: Cina Kirim Tentaranya "Belajar" Sains dan Teknologi di Universitas Barat

Pemungutan suara membawa tepuk tangan dari banyak delegasi negara-negara Arab, negara Dunia Ketiga dan negara-negara Komunis, menyusul kegagalan upaya untuk menunda keputusan Sidang Umum hingga musim gugur tahun depan. Permintaan prosedural itu, yang dibuat oleh kepala delegasi Belgia, Edouard Longerstaey, ditolak oleh sebanyak 67 suara, 55 setuju, 15 abstain, dengan lima delegasi tidak hadir.

Di antara beberapa delegasi yang berbicara mendukung resolusi dalam empat setengah jam perdebatan sebelum pemungutan suara adalah perwakilan Kuwait, Fayez Abdallah Sayegh. Dia berpendapat bahwa “banyak orang Yahudi yang juga menentang Zionisme.

Dia mengatakan, orang-orang Arab “menghormati Yudaisme” tetapi menentang Zionisme. “Kami menolak persamaan antara anti-Zionisme dan anti-Semitisme,” ujarnya.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top