Indonesian National Police spokesman Nanan Soekarna holds a photograph of Asia's most wanted militant Noordin Mohammad Top at the national police headquarters office in Jakarta September 19, 2009. REUTERS/Supri

 Juru bicara Kepolisian Nasional Indonesia Nanan Soekarna memegang foto Noordin Mohammad Top, teroris paling dicari di Asia, di kantor pusat polisi nasional di Jakarta 19 September 2009.  REUTERS/Supri

Pada tanggal ini tahun 1978, Perdanan Menteri Mesir dan Israel, Anwar Sadat dan Menachem Begin, serta Presiden AS, Jimmy Carter, menandatangani Perjanjian Camp David, suatu kerangka kerja untuk perdamaian di Timur Tengah antara Mesir and Israel. Pada tanggal sama tahun 2009, gembong teroris asal Malaysia yang menjadi dalang sejumlah insiden bom bunuh diri di Indonesia, tewas dalam satu penyergapan, bersama dengan seorang wanita hamil.

Dalam satu pengepungan sekitar 9 jam, pasukan polisi elit anti-teror Indonesia, Densus 88, pada hari ini, 2009, menyerbu sebuah rumah di kota Solo. Pihak Densus mengatakan kemudian bahwa di antara yang tewas adalah Noordin M.Top, pemimpin kelompok sempalan Jemaah Islamiyah yang bersekutu dengan al-Qaidah.

Seperti diketahui Al-Qaidah berada di belakang aksi bom Bali I dan II dan serangkaian serangan teroristis lainnya di Jakarta. Noordin juga dianggap sebagai dalang bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yang menewaskan tujuh orang termasuk enam orang asing, dan 53 orang terluka. Dia juga disalahkan atas pemboman di Kedutaan Besar Australia pada tahun 2004.

Postcomended   Ustaz Yusuf Mansur dan Ridwan Kamil Posting Momen Jokowi, Prabowo, dan Atlet Pencaksilat Berpelukan

Noordin yang berusia 41 saat dinyatakan tewas, memimpin kelompok yang disebut Al-Qaidah di Asia Tenggara, dan telah lama berada di puncak daftar yang diinginkan Indonesia. Sebagai seorang veteran perang dan teroris paling terkenal di Asia Tenggara, ia adalah perekrut, ahli strategi, dan pemodal kelompok.

Polisi kali ini  yakin bahwa salah satu yang tewas dalam penyerbuan di Solo adalah Noordin, setelah pada penyergapan di Temanggung 8 Agustus lalu salah menduga. Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan sidik jari Noordin yang disimpan di database polisi cocok dengan yang ada di tubuh.

“Itu Noordin M. Top,” katanya pada konferensi pers yang disiarkan secara nasional waktu itu. Dokumen dan laptop yang disita dari rumah membuktikan bahwa Noordin adalah pemimpin al Qaidah Asia Tenggara.

Postcomended   HAARP: Hugo Chavez Menyebutnya "Senjata Tektonik"

Dalam penyergapan itu, empat tersangka teroris tewas dan seorang wanita hamil ditangkap di satu rumah di Desa Kepuh Sari, tempat sejumlah senjata, granat tangan dan delapan karung bahan peledak ditemukan, kata polisi. Dua tersangka lainnya, yang diidentifikasi sebagai seorang pria bernama Rohmat, ditangkap sebelum serangan itu yang memimpin polisi menuju rumah tersebut

Noordin, seorang warga negara Malaysia, melarikan diri ke Indonesia pada 2002 di tengah tindakan keras pemerintah negerinya sendiri terhadap ekstremis Muslim setelah serangan 11 September 2001 di AS. Dia juga dikaitkan dengan pemboman di pulau resor Indonesia Bali pada 2002 dan 2005 yang menewaskan 222 orang, kebanyakan orang asing.(***/dariberbagaisumber)

Share the knowledge