Internasional

17 September dalam Sejarah: Teroris Paling Dicari di Asia, Noordin M.Top, Tewas

Share the knowledge

Foto ini dirilis oleh Kepolisian Republik Indonesia 19 September 2009 yang menunjukkan sketsa polisi tentang pemimpin teror Malaysia yang terbunuh, Noordin Top, kiri dan tengah, dan penampilan terakhirnya yang sebenarnya. (Kredit: AP/Kepolisian Republik Indonesia via https://www.ctvnews.ca/dna-test-confirms-death-of-southeast-asian-terrorist-1.435939)

Foto ini dirilis oleh Kepolisian Republik Indonesia 19 September 2009 yang menunjukkan sketsa polisi tentang pemimpin teror Malaysia yang terbunuh, Noordin Top, kiri dan tengah, dan penampilan terakhirnya yang sebenarnya. (Kredit: AP/Kepolisian Republik Indonesia via https://www.ctvnews.ca/dna-test-confirms-death-of-southeast-asian-terrorist-1.435939)


Pada tanggal ini, 2009, pasukan komando Indonesia menggerebek tempat persembunyian teroris di Jawa Tengah. Dalam penggerebekan ini tersangka terorisme paling dicari di Asia Tenggara, Noordin Muhammad Top, tewas.

Selama enam tahun terakhir, Noordin (41), seorang militan Islam, menjadi figur yang hampir mistis di antara kelompoknya. Dalam laporannya, New York Times menulis, ketika dicurigai mengatur pemboman terburuk di Indonesia, Noordin berulang kali berhasil menghindari penangkapan.

Polisi bahkan disebut pernah membunuh orang yang salah; teroris lain yang telah bekerja dengan Noordin. Kapolri kala itu, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, mengatakan bahwa meskipun polisi masih menunggu hasil DNA, namun sidik jari salah satu dari empat yang tewas selama baku tembak cocok dengan Noordin.

Postcomended   Tekan Biaya, Malaysia Berencana Ambil TKW Tanpa Melalui Agen

“Di bulan suci Ramadhan ini, negara Indonesia telah diberkati,” kata Bambang. Meskipun para ahli kontraterorisme menyebut kematian Noordin adalah kemenangan besar bagi pasukan keamanan, mereka mengatakan itu tidak akan mengakhiri ekstremisme di Indonesia.

“Dia bisa mengabarkan versi Islam yang sangat radikal, tetapi bisa menyajikannya dengan cara yang sangat, sangat sederhana untuk menarik siswa yang berhasil diyakinkannya,” kata Rohan Gunaratna, kepala Pusat Internasional untuk Penelitian Kekerasan Politik dan Penelitian Terorisme di Nanyang Technological Universitas di Singapura.

Gunaratna juga mengatakan, Noordin telah membuat kontak dan merekrut pendukung dalam jaringan luas yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Filipina selatan.

Noordin menjadi tersangka terorisme yang paling dicari di kawasan itu dan simbol jihad dengan kekerasan ketika kelompok Islam utama di wilayah itu, Jamaah Islamiyah (JI), berpaling dari kekerasan skala besar dalam beberapa tahun terakhir dan ketika para tokoh utamanya terbunuh atau ditangkap satu demi satu.

Postcomended   Tes Memakai Dompet Hilang Tempatkan Swiss di Nomor Wahid Kejujuran

Dia telah menjadi bagian dari kelompok itu, tetapi para analis mengatakan dia memisahkan diri karena dia percaya bahwa kekerasan adalah bagian penting dari perjuangan Islam.

Dia membuat nama untuk dirinya sendiri sebagai pembuat bom paling terampil, inventif, dan berbahaya di negara ini dan diduga berada di belakang pemboman di Bali pada 2005, yang menewaskan lebih dari 20 orang; di Hotel JW Marriott di Jakarta pada 2003, menewaskan 12; dan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 2004, menewaskan 9.

Noordin juga terlibat dalam serangan bunuh diri terkoordinasi di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta. Pemboman itu menewaskan tujuh orang, enam di antaranya orang asing, selain dua pembomnya. Lebih dari 50 orang terluka.

Sekitar empat jam setelah penggerebekan, ada ledakan besar dari dalam rumah, mungkin dari bom bunuh diri. Tetapi pihak polisi menolak berkomentar tentang bagaimana Noordin terbunuh. Di dalam rumah yang telah rata,
mereka menemukan 440 pon bahan peledak, senapan M-16, laptop, dan dokumen.

Postcomended   Restoran Halal nan Elegan Ini Memberi Makan Rutin Tunawisma Washington

Dokumen-dokumen itu mengungkapkan hubungan antara kelompok-kelompok militan Indonesia dan Al Qaeda, kata Jenderal Danuri. Namun menurut Sidney Jones, ahli terorisme dari International Crisis Group mengatakan tidak jelas apakah Noordin memiliki hubungan langsung dengan Al Qaeda.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top