Pada tanggal ini, 1945, sehari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, UUD disahkan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal ini juga, 1868, saat terjadi gerhana matahari total, Pierre Jules Cesar Janssen menemukan helium.

Dalam spektrum matahari selama terjadi gerhana total yang telah diantisipasi pada tanggal ini tahun 1868, seorang astronom Prancis, Pierre Jules Cesar Janssen, menemukan suatu unsur yang tidak diketahui. Unsur ini lalu dikenal sebagai helium.

Peristiwa ini, seperti dilansir laman Wired, menandai penemuan pertama unsur “luar angkasa” karena helium belum ditemukan di Bumi. Namun hingga 1868 itu, para astronom itu mengira spektrum matahari hanya bisa diamati selama gerhana.

Para astronom telah bersemangat menunggu peristiwa gerhana matahari total ini sejak 1859, ketika fisikawan Jerman, Gustav Kirchhoff, menemukan cara untuk menggunakan analisis cahaya untuk menyimpulkan komposisi kimia matahari dan bintang-bintang.

Para ilmuwan ingin mempelajari api merah terang yang muncul, yang sekarang dikenal sebagai awan gas padat atau prominen. Demi itu Janssen berkemah di Guntoor, India, untuk menyaksikan saat-saat ketika bulan melintas di depan matahari dan mengungkap prominen matahari.

Seperti pengamat matahari lainnya pagi itu, Janssen menemukan bahwa prominen sebagian besar terbuat dari gas hidrogen super-panas. Tetapi dia juga memperhatikan sesuatu yang ekstra: menggunakan alat prisma khusus yang disebut spektroskop, dia memutuskan bahwa garis cahaya kuning yang diasumsikan orang-orang sebagai natrium tidak sesuai dengan panjang gelombang dari setiap elemen yang diketahui.

Janssen ingin terus mempelajari garis misterius itu, dan dia begitu terkesan oleh kecerahan garis emisi matahari yang dia yakini bisa dilihat tanpa gerhana, jika dia bisa menemukan cara untuk memblokir panjang gelombang lain dari cahaya yang terlihat.

Bekerja dengan tergesa-gesa selama beberapa minggu ke depan, Janssen membangun “spectrohelioscope” pertama, sebuah perangkat yang dirancang khusus untuk memeriksa spektrum matahari.

Tanpa sepengetahuan Janssen, 5.000 mil jauhnya, ilmuwan kedua juga meneliti hal sama. Astronom Inggris, Joseph Norman Lockyer berhasil melihat prominen matahari di siang hari biasa pada Oktober 1868.

Dalam sinkronan ilmiah yang menakjubkan, makalah dua ilmuwan ini tiba di Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis pada hari yang sama, dan hari ini kedua pria ini diberi kredit sebagai penemu pertama helium.

Dari Wikipedia, helium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang He dan nomor atom 2. Helium tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, hampir inert, berupa gas monatomik, dan merupakan unsur pertama pada golongan gas mulia dalam tabel periodik.

Helium digunakan sebagai gas pengisi pada kapal udara dan balon udara, karena gas ini lebih ringan daripada udara. Helium juga digunakan untuk menjaga agar hidrogen-oksigen sebagai bahan bakar roket tetap berwujud cair. Hal ini karena helium memiliki titik didih yang sangat rendah.***

Share the knowledge