Internasional

18 Oktober dalam Sejarah: Mata-mata Soviet Ditangkap dan Dieksekusi di Jepang, Soviet Menjadikannya Pahlawan

Richard Sorge (sumber gambar: ria.ru)

Richard Sorge (sumber gambar: ria.ru)

Pada tanggal ini tahun 2007, Benazir Bhutto tiba di Pakistan setelah 8 tahun di pengasingan, ketika pada malamnya seseorang meledakkan diri di dekat konvoi Bhutto. Seratusan orang tewas, sedangkan Bhutto lolos tanpa luka. Namun ini hanya bertahan dua bulan ketika seorang seorang remaja 15 tahun meledakkan diri dalam jangkauan Bhutto. Sementara itu pada 1941, seorang mata-mata tampan Soviet ditangkap di Tokyo, lalu dieksekusi. Soviet menahbiskannya sebagai pahlawan.

Seorang Jerman yang memata-matai Jepang untuk Uni Soviet dan sering dikreditkan telah membantu Moskow memenangkan Perang Dunia II, ditangkap pada hari ini tahun 1941 di Tokyo. Dia, Richard Sorge, yang digambarkan laman The New York Times dalam arsip berita pada 11 Oktober 1964 sebagai jangkung, tampan, dan bermata biru, menjadi jantung skandal mata-mata terbesar di Jepang selama Perang Dunia II.

Sorge menjadi satu dari 35 orang –banyak di antaranya juga pejabat Jepang– yang ditangkap. Sorge adalah kepala mata-mata Jerman, yang telah berjuang untuk Blok Sentral dalam Perang Dunia I, tetapi kemudian menjadi seorang komunis dan terlatih dalam spionase oleh intelijen militer Soviet.

Postcomended   Moskow Tuding AS Mengalami "Histeria Anti-Rusia"

Dikutip dari laman Britannica, Sorge lahir pada 4 Oktober 1895 di Baku, Rusia (sekarang  Azerbaijan). Selama hidupnya dia memainkan banyak sekali peran, mulai koresponden pers Jerman, mengabdi di Angkatan Darat Jerman selama Perang Dunia I, dan otak encernya membawa dia meraih gelar doktor dalam ilmu politik di Universitas Hamburg, Jerman. Pada 1919, dia bergabung dengan Partai Komunis Jerman.

Dia pergi ke Moskow pada tahun 1924, dan sekitar lima tahun kemudian Komunis Internasional mengirimnya ke Cina untuk mengatur lingkaran mata-mata. Selama di Cina, Sorge membangun reputasi sebagai jurnalis Jerman yang andal dan setia. Pada 1933 ia bergabung dengan Partai Nazi.

Komintern kemudian mengirimnya ke Jepang, di mana dia menjadi penasihat politik untuk duta besar Jerman, Mayor Jenderal Eugen Ott. Pada 12 Mei 1941, Sorge membocorkan informasi kepada Rusia bahwa 170 divisi Jerman akan menyerang sepanjang perbatasan Soviet pada 20 Juni (serangan itu datang pada 22 Juni), berlanjut ke arah Moskow.

Postcomended   10 Oktober dalam Sejarah: Singapura Negara Pertama yang Terjun ke Jurang Resesi 2008

Informasi ini memungkinkan Soviet, yang dipimpin Joseph Stalin, memindahkan ratusan ribu pasukannya dari Timur Jauh ke front Jerman, yang pada gilirannya membantu Uni Soviet memukul mundur Nazi dan memenangkan perang.

Pada Agustus 1941 Sorge melaporkan bahwa Angkatan Darat Jepang berencana maju ke selatan melawan target Pasifik daripada ke utara melawan AS. informasi ini membebaskan pasukan Soviet di sepanjang perbatasan Manchuria untuk mengarahkan pasukannya ke barat.

Setelah ditangkap pada 18 Oktober 1941 bersama dengan Ozaki Hotsumi, agen lain dari Rusia, dan setelah dilakukan investigasi paling menyeluruh dalam sejarah polisi Jepang, dia dan Ozaki digantung di penjara Sugamo pada 7 November 1944, hari peringatan revolusi Bolshevik.

Dalam beritanya pada 11 Oktober 1964, The New York Times melaporkan bahwa pada September 1964, Uni Soviet mengakui Dr. Richard Sorge untuk pertama kalinya sebagai salah satu mata-mata paling sukses abad ke-20. Pujian terhadap Sorge dimuat  surat kabar partai Komunis, Pravda, di bawah judul “Tovarisch (Kamerad) Richard Sorge”.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top