18 September dalam Sejarah: Voyager I Ambil Foto Angkasa Pertama Bumi dan Bulan

Internasional
Share the knowledge

Bumi dan Bulan difoto bersamaan untuk pertama kalinya oleh wahana nirawak Voyager I (gambar dari: https://gizmodo.com/voyagers-iconic-shot-of-earth-and-moon-shows-how-far-sp-1731690760)
Bumi dan Bulan difoto bersamaan untuk pertama kalinya oleh wahana nirawak Voyager I (gambar dari: https://gizmodo.com/voyagers-iconic-shot-of-earth-and-moon-shows-how-far-sp-1731690760)

Pada tanggal ini, 1977, wahana antariksa nir-awak milik NASA, Voyager 1, mengambil foto angkasa pertama Bumi dan Bulan dalam satu gambar. Butuh tiga gambar yang digabungkan dan dicerahkan untuk menampilkan Bulan dengan lebih baik.

Wahana antariksa ini diluncurkan dari Bumi pada 5 September 1977, dua minggu setelah kembarannya, Voyager 2, dengan misi lima tahun. Dilansir laman Electronic Design Network, sejak itu dia masih bepergian jauh lebih dari 40 tahun kemudian. Sepanjang waktu itu, dia menerima perintah rutin dan mengirimkan kembali data ke Deep Space Network.

Pada 12 September 2013, NASA mengonfirmasi bahwa Voyager 1 adalah objek buatan manusia pertama yang menjelajah ke ruang interstellar (antarbintang). Informasi dari instrumen gelombang plasma pesawat mengindikasikan mencapai ruang antarbintang pada Agustus 2012.

Postcomended   Empat Minggu Dadah pada Facebook, Kesehatan Mental Meningkat

Sistem komunikasi radio wahana ini dirancang untuk digunakan hingga dan melampaui batas tata surya. Sistem komunikasinya mencakup antena parabola berdiameter 3,7 meter untuk mengirim dan menerima gelombang radio melalui tiga stasiun Jaringan Luar Angkasa di Bumi.

Potret Keluarga Bima Sakti 

Voyager 1 memiliki karir yang cukup sebagai fotografer. Selain memberikan foto Bumi dan Bulan yang pertama bersama-sama, Voyager 1 mengambil “potret keluarga” pertama dari Tata Surya kita (Bima Sakti) seperti yang terlihat dari luar.

Potret keluarga benda antariksa ini mencakup gambar terkenal yang dikenal sebagai “Pale Blue Dot” dengan foto-foto Jupiter dan Saturnusnya, yang memberikan penampakan planet-planet ini yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Ketika Voyager 1 tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Bumi, perekam kaset digitalnya dapat merekam hingga 62.500 kilobyte data untuk transmisi di lain waktu.

Postcomended   Qatar dan Cina Memutuskan untuk Bermesraan

Kekuatan Voyager 1 berasal dari tiga generator termoelektrik radioisotop besar (RTG), yang masing-masing berisi 24 bola plutonium-238 oksida yang ditekan. Panas dari bola plutonium menghasilkan sekitar 157 watt daya listrik pada saat peluncuran, dengan total sekitar 470 watt daya listrik yang disediakan oleh tiga RTG. Output daya dari RTG memang menurun seiring waktu.

Wahana penyelidik ini mungkin akan terus membuat penemuan selama bertahun-tahun yang akan datang, tetapi di suatu tempat sekitar 2025 dia diduga tidak akan lagi mampu menyalakan instrumennya. Beberapa instrumen akan ditutup sebelum itu, termasuk alat perekam digital, yang mengakhiri penggunaannya pada tahun lalu (2018).***


Share the knowledge

Leave a Reply