Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

19 Agustus dalam Sejarah: Inggris Secara Memalukan Sponsori Penggulingan Mosaddeq, Pemimpin Iran Demokratis

Share the knowledge

 

Mohamad Mosaddeq, melambaikan tangan. Pemimpin Iran yang terpilih secara demokratis ini masuk dalam jebakan plot kudeta Inggris dan AS karena mengancam bisnis minyak Barat. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=IvSo9wowBAs)

Mohamad Mosaddeq, melambaikan tangan. Pemimpin Iran yang terpilih secara demokratis ini masuk dalam jebakan plot kudeta Inggris dan AS karena mengancam bisnis minyak Barat. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=IvSo9wowBAs)

Pada tanggal ini, 1953, Perdana Menteri Iran yang terpilih secara demokratis, Mohammad Mosaddegh, digulingkan dalam kudeta yang disponsori Inggris dan AS, masing-masing dengan nama Operation Boot dan TPAJAX. Pada tanggal ini juga, 2013, CIA dengan enteng  mengakuinya.

Pada peringatan yang ke-60 atas satu peristiwa yang sering disebut oleh Iran sebagai bukti campur tangan Barat, arsip keamanan nasional Amerika Serikat (AS) di Universitas George Washington, menerbitkan serangkaian dokumen CIA yang dideklasifikasikan (pernyataan resmi bahwa suatu informasi atau dokumen tidak lagi rahasia).

Dalam dokumen-dokumen yang juga menunjukkan bagaimana pemerintah Inggris berusaha memblokir pelepasan informasi tentang keterlibatannya sendiri dalam penggulingannya, badan rahasia AS ini secara terbuka mengakui untuk pertama kalinya bahwa mereka berada di balik kudeta terkenal tahun 1953 terhadap Mosaddeq,

“Kudeta militer yang menggulingkan Mosaddeq dan kabinet Front Nasional-nya dilakukan di bawah arahan CIA sebagai tindakan kebijakan luar negeri AS, disusun dan disetujui pada tingkat tertinggi pemerintahan,” demikian bunyi bagian yang sebelumnya dikeluarkan dari sejarah internal CIA berjudul The Battle for Iran itu, seperti dilansir The Guardian.

Dokumen-dokumen yang diterbitkan di situs web arsip di bawah undang-undang kebebasan informasi tersebut menjelaskan secara rinci bagaimana AS –dengan bantuan Inggris– merekayasa kudeta yang diberi nama kode TPAJAX oleh CIA dan Operation Boot oleh agen rahasia Inggris, MI6.

Postcomended   15 Juli dalam Sejarah: William Boeing Mendirikan Pacific Aero, Cikal Bakal Raksasa Dirgantara Boeing

Inggris, dan khususnya menteri luar negerinya, Sir Anthony Eden, menganggap Mosaddeq sebagai ancaman serius bagi kepentingan strategis dan ekonominya setelah pemimpin Iran ini menasionalisasi The British Anglo-Iranian Oil Company, perusahaan minyak yang belakangan dikenal sebagai BP. Tetapi Inggris membutuhkan dukungan AS.

Pemerintahan Presiden Eisenhower di Washington pun dengan mudah dibujuk. Dokumen-dokumen Inggris menunjukkan bagaimana para pejabat seniornya pada 1970-an berusaha menghentikan Washington dari merilis dokumen yang akan “sangat memalukan” Inggris ini.

Surat-surat resmi di Inggris tetap dirahasiakan, meskipun dokumen tentang peran Inggris dalam kudeta telah tersebar luas. Pada 2009, mantan menteri luar negeri Inggris, Jack Straw, secara terbuka menyebut banyak “campur tangan” Inggris dalam urusan Iran abad ke-20. Namun Kantor Luar Negeri Inggris pada 2013 mengatakan tidak dapat mengonfirmasi alias menyangkal keterlibatan Inggris dalam kudeta tersebut.

Dokumen AS yang sebelumnya dideklasifikasikan termasuk telegram dari Kermit Roosevelt, perwira senior CIA di darat di Iran selama kudeta. Lainnya, termasuk draft in-house sejarah CIA oleh Scott Kock berjudul “Zendebad, Shah! (Viva, Shah!)”, yang mengatakan bahwa menurut Monty Woodhouse, kepala stasiun MI6 di Teheran pada saat itu, Inggris membutuhkan dukungan AS untuk kudeta.

Eden pun setuju.  “Woodhouse mengambil kata-katanya sebagai izin untuk mengejar ide itu dengan AS,” Kock menulis.

Penggulingan Mosaddeq –yang masih dianggap sebagai alasan ketidakpercayaan Iran terhadap politisi Inggris dan Amerika– mengonsolidasikan pemerintahan Shah selama 26 tahun ke depan sampai digulinkan oleh revolusi Islam 1979. Kudeta itu bertujuan memastikan monarki Iran akan melindungi kepentingan minyak Barat di negara itu.

Postcomended   Kemesraan Trump dan Putin Patahkan Hati Pemberontak Suriah

Dokumen-dokumen CIA yang diarsipkan itu mencakup rancangan sejarah internal kudeta berjudul “Kampanye untuk memasang pemerintah pro-Barat di Iran”, yang mendefinisikan tujuan kampanye sebagai “melalui metode hukum, atau semi-hukum, untuk memengaruhi jatuhnya pemerintahan Mosaddeq, dan untuk menggantikannya dengan pemerintah pro-barat di bawah kepemimpinan Shah dengan Zahedi sebagai perdana menteri”.

Mosaddeq Digambarkan Gesit dan Menjengkelkan Barat

Satu dokumen menggambarkan Mosaddeq sebagai salah satu “pemimpin yang lincah, menjengkelkan, gesit dan provokatif dengan siapa pun mereka (AS dan Inggris) pernah berurusan”.

Dokumen itu mengatakan, Mosaddeq menemukan kejahatan Inggris tidak dapat dipahami, dan dia serta jutaan orang Iran percaya bahwa selama berabad-abad Inggris telah memanipulasi negara mereka untuk tujuan Inggris. Dokumen lain mengacu pada melakukan “perang saraf” melawan Mossadeq.

Ahli sejarah Iran-Armenia, Ervand Abrahamian, penulis “The Coup: 1953, CIA dan Akar Hubungan AS-Iran Modern”, dalam sebuah wawancara mengatakan, kudeta itu dirancang untuk menyingkirkan seorang tokoh nasionalis yang bersikeras bahwa minyak harus dinasionalisasi.

Tidak seperti para pemimpin nasionalis lainnya, termasuk Gamal Abdel Nasser dari Mesir, Mosaddeq melambangkan sosok unik “anti-kolonial” yang juga berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia, kata Abrahamian.

Beberapa analis berpendapat bahwa Mosaddeq gagal berkompromi dengan Barat dan kudeta terjadi dengan latar belakang ketakutan komunisme di Iran.

“Studi saya tentang dokumen membuktikan bahwa tidak pernah ada kompromi yang adil yang ditawarkan kepada Mosaddeq, apa yang mereka ingin Mosaddeq lakukan adalah menyerah pada upaya nasionalisasi minyak dan jika dia memberikannya tentu saja gerakan nasional tidak akan berarti apa-apa,” kata Abrahamian kepada majalah Iran online, Tableau, seperti dilansir The Guardian.

Meskipun ada rilis terbaru, sejumlah besar dokumen tentang kudeta tetap rahasia. Malcolm Byrne, wakil direktur arsip keamanan nasional, telah meminta otoritas intelijen AS untuk merilis catatan dan dokumen yang tersisa.
“Tidak ada lagi alasan untuk menyimpan rahasia tentang episode kritis seperti ini di masa lalu kita.

Postcomended   Moskow Tuding AS Mengalami "Histeria Anti-Rusia"

“Fakta-fakta dasar secara luas dapat diketahui oleh setiap anak sekolah di Iran. Namun merinci informasinya hanya akan mendistorsi sejarah, dan memberi makan pada terbentuknya mitos di semua sisi,” kata Byrne.

Para pejabat AS telah menyatakan penyesalan tentang kudeta tersebut, tetapi gagal mengeluarkan permintaan maaf resmi. Pemerintah Inggris tidak pernah mengakui perannya, sampai sekarang.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top