Internasional

19 Juni dalam Sejarah: Tujuh Tahun Diburu, Gembong Narkoba Ini Menyerahkan Diri

Pablo Escobar (sumber: wyborcza.pl)

Pada tanggal ini tahun 1978, Jim Davis menerbitkan debut komik strip kucing gendut yang pemalas bernama Garfield. Masih tentang kucing, pada 2017 sebuah studi genetika menemukan, kucing domestik yang ada saat ini diturunkan dari satu spesies kucing liar Afrika yang dijinakkan 9.000 tahun lalu. Pada tanggal sama, 1991, gembong narkoba Pablo Escobar menyerahkan diri.

Pablo Escobar, raja kokain yang menghindari perburuan ulet yang dilakukan polisi selama tujuh tahun, akhirnya menyerah kepada pemerintah Kolombia pada 19 Juni 1991. Keputusan Escobar untuk menyerah dibarengi janji imbalan keringanan untuk kejahatannya terkait narkoba dan jaminan tidak akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS).

Bos besar terakhir Kartel Medellin ini diterbangkan oleh helikopter pemerintah dari hutan rimba ke penjara puncak gunung yang dibangun khusus di dekat kota Medellin di satu perusahaan milik Pastor Rafael Garcia Herreros, Imam Katolik Roma berusia 82 tahun, yang membantu merundingkan penyerahannya.

Imam itu mengatakan dia memeluk raja obat bius itu dan mengucapkan, “Selamat kepada Anda atas nama Kolombia.” Escobar, kata Herreros, mengucapkan terima kasih atas sikap pertemanan sang pastor, seraya mengatakan sang pastor harus sering mengunjunginya.

Dengan mengenakan jins dan jaket kulit putih serta janggut yang tumbuh tersembunyi, buron berusia 41 tahun itu menyerahkan pistol 9 milimeter ke sipir dan menjadi tahanan terkaya di dunia.

Para saksi mengatakan dia dikawal ke sel yang luas di penjara bergaya rumah peternakan di kampung halamannya, pinggiran kota Medellin, Envigado, dan diinterogasi oleh pejabat tinggi wilayah itu, Marta Luz Hurtado.

Dalam pernyataan singkat kepada seorang jurnalis Medellin di atas helikopter, Escobar menyatakan penyerahan dirinya sebagai “tindakan damai”. “Untuk tujuh tahun perburuan ini, saya ingin menambahkan semua tahun untuk hukuman penjara yang diperlukan untuk berkontribusi pada perdamaian keluarga saya dan perdamaian Kolombia,” katanya.

Tiga pemimpin kelompok teroris kartel lainnya turut menyerah bersama bos mereka ini. Mereka diidentifikasi sebagai John Jairo Velazquez yang dikenal sebagai Popeye, Otniel Gonzalez alias Otto, dan Carlos Aguilar.

Escobar dituduh menciptakan jaringan internasional terbesar untuk memproduksi dan mendistribusikan kokain dan mengarahkan perang tujuh tahun penuh teror terhadap siapa pun di Kolombia yang menentang perdagangannya atau mendukung ekstradisi para pelakunya ke AS.

Presiden Kolombia kala itu, Cesar Gaviria, yang mengumumkan penyerahan-diri Escobar pada malamnya, mengatakan, Escobar akan diadili berdasarkan dekrit presiden berusia sembilan bulan yang menyatakan bahwa pedagang obat bius yang menyerahkan diri tidak akan diekstradisi untuk diadili di luar negeri.

Tawar-menawar ini juga mencakup janji mengurangi sebanyak setengah hukuman penjara untuk setiap gembong narkoba yang menyerahkan keuntungan yang diperoleh secara tidak sah dan memberi tahu rekan-rekannya.

Escobar mengumumkan melalui imam Katolik tersebut setelah pertemuan rahasia bulan lalu bahwa ia bersedia menyerah di bawah keputusan presiden. Namun ia sempat menunda tindakannya beberapa jam untuk menunggu Majelis Konstituen menulis ulang konstitusi Kolombia yang memilih melarang ekstradisi.

Keputusan majelis tersebut membuat pemerintah secara hukum tidak mungkin mengirimnya ke AS, negara yang juga sangat “menginginkan” Escobar. AS menuntut gembong narkoba ini dengan delapan dakwaan, termasuk untuk pembunuhan seorang informan polisi.

Sementara itu pemerintah Kolombia memburu Escobar antara lain untuk kasus pembunuhan seorang menteri kehakiman, seorang jaksa agung, seorang penerbit surat kabar, tiga kandidat presiden, dan untuk pemboman yang menewaskan ratusan orang.

Gaviria menggambarkan penyerahan diri Escobar sebagai kemenangan besar terhadap perang narkoba. Dia berjanji bahwa kampanye pemberantasan narkoba akan menerus dengan intensitas sama, tetapi dia juga berharap agar semakin banyak kerja sama dengan negara-negara konsumen kokain.

Sejak menjabat Agustus lalu, Gaviria dengan strategi tawar-menawar dan taktik polisi yang agresif, berhasil menyita 47 ton kokain dalam empat bulan pertama tahun 1991, sebuah rekor. Selain itu, pada 19 Juni 1991 itu juga ada 10 dealer narkoba yang menyerahkan diri, dan 10 lainnya berencana menyusul.

Akan tetapi faktanya, meskipun di bawah Gaviria perdagangan narkoba sempat mengalami kejang-kejang, namun produksi kokain Kolombia kala itu diketahui berada di titik tertinggi. Kartel Medellin tidak turut lumpuh bersama dipenjaranya sang bos.

Tiga rekan Escobar yakni Jorge Luis, Juan David, dan Fabio Ochoa, diketahui tetap mengendalikan operasi narkoba dari penjara sejak mereka ikut menyerahkan diri. (***/latimes)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top