Internasional

19 Mei dalam Sejarah: Anne Boleyn Dipancung demi Raja Henry Dapat Menikahi Jane Seymour

Share the knowledge

Anne Boleyn (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=KFu1YYvBt_4)

Anne Boleyn (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=KFu1YYvBt_4)

Pada tanggal ini tahun 1536, Anne Boleyn, istri kedua Raja Henry VIII dari Inggris, dipancung di Menara London setelah dituduh melakukan perzinahan, inses dan konspirasi melawan raja kurang dari tiga minggu sebelumnya. Hantu Boleyn sering disebut menampakan diri di sana.

Dikutip dari laman History, Raja Henry mengenal Boleyn pada 1520. Boleyn bukan orang asing. Dia adalah wanita yang bertugas menemani istri pertama Raja Henry, Catherine dari Aragon. Anne tidak terlalu cantic, namun rambut gelapnya, kulit zaitun, dan leher yang jenjang anggun, jelas menawan hati Raja.

Dengan alasan istri pertamanya tidak memberinya ahli waris laki-laki, Henry menceraikan istri pertamanya agar bisa menikahi Boleyn. Laman National Geographic menyebutkan, keinginan Henry untuk menceraikan istri pertamanya dan menikahi Anne adalah salah satu alasan dia dan para pendukungnya mencari celah di Gereja Katolik.

Salah seorang sekutu Anne, Thomas Cromwell, pada 1532, memenangkan kendali dewan raja dan berhasil merekayasa revolusi yang berani: perpisahan dengan Gereja Katolik, yang lalu mengangkat Henry sebagai kepala tertinggi Gereja Inggris. Peristiwa ini dikenal juga sebagai Reformasi Inggris.

Reformasi Inggris, tidak hanya mengizinkan Henry dan Anne menikah –dimana Henry membentuk sebuah gereja Kristen baru (Gereja Inggris) dengan dirinya sendiri sebagai kepala– tetapi menghentikan pajak Inggris ke Gereja Katolik.

Setelah Reformasi Inggris, gereja-gereja Inggris diperintah oleh raja dan penguasa setempat, bukan oleh Paus di Roma. Reformasi Inggris adalah proses yang kontroversial. Banyak orang Inggris yang tidak bahagia menyalahkan Anne karena putus secara radikal dengan Roma.

Postcomended   Karakter Komik di Balik Lagu "I Am The Law"-nya Anthrax

Anne memberi Raja henry keturunan, namun Anne hanya memberi seorang anak perempuan, Elizabeth I (dua lainnya lahir mati, dan satu lagi keguguran yang diduga laki-laki). Ini dijadikan alasan Henry untuk menikah lagi.

Saat Anne dinobatkan sebagai Ratu pada 1533, hubungannya dengan Henry telah muai memburuk. Di sisi lain, Henry mulai tertarik pada perempuan yang bertugas menemani Anne, Jane Seymour; seorang perempuan yang sopan.

Setelah keguguran terakhir Anne dan kematian Catherine, pada bulan yang sama, desas-desus mulai berkobar bahwa Henry ingin menyingkirkan Anne agar dia dapat menikahi Jane. Untuk kebutuhan itu, Henry memfitnah bahwa Anne telah merayunya dengan sihir, dan juga mengatakan kepada Cromwell bahwa dia ingin mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan dengan Kaisar Charles yang adalah sekutu istri pertamanya.

Melihat posisi Anne yang lemah, banyak musuhnya memanfaatkan kesempatan untuk menjatuhkan sang “Selir” ini, dan meluncurkan penyelidikan yang mengumpulkan bukti untuk melawannya. Salah satu tudingan untuk menjatuhkan Anne adalah munculnya Mark Smeaton, seorang musisi yang mengaku –mungkin di bawah siksaan– bahwa dia telah melakukan perzinaan dengan sang ratu.

Hubungan perzinahan –dan berkomplot melawan Henry– juga dituduhkan kepada saudara lelaki Anne George Boleyn, Viscount Rochford; dan Sir Henry Norris, salah satu teman terdekat raja dan seorang pejabat kerajaan di rumah tangganya. Dalam suksesi cepat, Norris dan Rochford ditangkap (tuduhan incest dalam kasus Rochford).

Postcomended   Satu Kelompok Nirlaba Berhasil Paksa Starbucks Tempelkan Peringatan Kanker

Pada hari-hari berikutnya, giliran Sir Frances Weston dan Sir William Brereton yang diitangkap  dengan tuduhan sama, sementara Ratu Anne sendiri ditahan di Greenwich, bagian dari Menara London, pada 2 Mei 1533.

Persidangan Smeaton, Weston, Brereton, dan Norris berlangsung di Westminster Hall pada 12 Mei. Di akhir persidangan, pengadilan menghukum keempat pria itu dengan digantung dan dipotong-potong. Tiga hari kemudian, Anne dan saudaranya, Rochford, diadili di Aula Besar Menara London.

Duke of Norfolk memimpin persidangan sebagai pelayan tinggi, mewakili raja. Bukti paling memberatkan terhadap Rochford adalah kesaksian dari istrinya yang cemburu, yang mengklaim “keakraban yang tidak semestinya” antara suaminya dan saudara perempuannya.

Sebagian besar sejarahwan sebenarnya setuju bahwa Anne hampir pasti tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan tersebut. Anne disebut sangat tidak mungkin membahayakan posisinya dengan perzinahan atau berkonspirasi untuk menyakiti raja yang sangat dia andalkan.

Anne dan Rochford dinyatakan bersalah. Keduanya harus dibakar atau dieksekusi sesuai keinginan raja. Pada 17 Mei, kelima orang terhukum dieksekusi di Tower Hill. Dua hari kemudian, dengan mengenakan gaun abu-abu gelap dan mantel bulu, Anne berjalan menuju nasib terakhirnya.

Henry masih berbelas kasihan kepada ratunya ini, sehingga dia bisa dipenggal dengan pedang ketimbang kapak. Kurang dari 24 jam kemudian, Henry secara resmi bertunangan dengan Jane Seymour. Mereka menikah sekitar 10 hari setelah eksekusi.

Postcomended   Pakar Cina: Kemarahan Beijing atas Penangkapan Boss Keuangan Huawei, Mencurigakan

Dari Jane, lahir seorang putra, yang akan menjadi Raja Edward VI pada usia 9 tahun menggantikan Henry. Sementara itu Raja Henry masih menikah tiga kali lagi. Nasib keenam istri Henry VIII mudah diingat dengan sajak: diceraikan, dipenggal, mati, diceraikan, dipenggal, selamat.

Sekuat apapun upaya Raja Henry mendatangkan seorang keturunan laki-laki untuk meneruskan garis Raja, kerajaan Inggris justru diteruskan oleh pewaris yang akan meneruskan garis keturunan Tudor, Ratu Elizabeth I.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top