Buy me a coffeeBuy me a coffee
Ekonomi

Cina Dituding Bakal Anaktirikan Hong Kong demi Shenzhen

Share the knowledge

 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=zEhlw0ha-MY)

Sejak penyerahan pada 1997 (dari Inggris kembali ke Cina), pentingnya Hong Kong untuk daratan Cina telah berkurang, baik dalam bobot ekonomi dan juga perannya sebagai jembatan antara Cina dan dunia luar. Cina kini lebih fokeus ke Shenzhen (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=zEhlw0ha-MY)

Tidak ada Shenzhen yang berhasil tanpa Hong Kong yang sukses dan stabil, ujar seorang mantan pejabat Beijing, Long Yongtu. Shenzhen adalah kota yang diplot Cina untuk menjadi kota percontohan, selain bagi Cina juga dunia. 

Keberhasilan Shenzhen, kata Yongtu, tidak bisa dengan mengorbankan wilayah administrasi khusus (seperti Hong Kong). Beijing pekan lalu mengumumkan rencana terperinci untuk reformasi luas yang akan dilaksanakan di Shenzhen, termasuk di sektor hukum, keuangan, medis dan sosial, dari kota selatan di daratan Cina yang berbagi perbatasan dengan Hong Kong ini.

Rencana itu dirilis di tengah ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Hong Kong, dengan protes anti-pemerintah berlangsung selama 12 minggu terakhir, menimbulkan pertanyaan di sejumlah kalangan apakah Beijing akan menurunkan peringkat Hong Kong dalam rencana Greater Bay Area-nya.

Postcomended   Neymar Dituduh Lakukan Serangan Seksual pada Perempuan yang Dikenal via Instagram

Rencana Greater Bay Area adalah skema pemerintah Cina untuk menghubungkan Hong Kong, Makau, Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Foshan, Zhongshan, Dongguan, Huizhou, Jiangmen dan Zhaoqing menjadi pusat ekonomi dan bisnis terintegrasi.

Namun banyak orang mengira (rencana Beijing untuk Shenzhen) ditujukan pada beberapa situasi saat ini di Hong Kong. Mereka berpikir, kata Yongtu, proposal kota model (Shenzhen) adalah untuk menggantikan Hong Kong sebagai pusat inovasi atau pusat keuangan.

“(Beberapa orang mengira itu) karena ada beberapa masalah di Hong Kong hari ini, maka Shenzhen harus mengambil kesempatan. Gagasan ini sangat salah. Hanya ketika Hong Kong membaik, Shenzhen akan lebih baik. Jika ada masalah di Hong Kong, Shenzhen pasti akan terseret ke bawah,” kata mantan wakil menteri dengan kementerian perdagangan luar negeri Cina ini.

Yongtu adalah sosok yang memimpin pembicaraan yang mengarah ke masuknya Tiongkok ke Perdagangan Dunia. Menurut Yongtu, keunggulan unik Shenzhen adalah kedekatannya dengan Hong Kong dan, mengingat ini, masa depan kedua kota sudah terintegrasi, katanya. Bisakah Shenzhen menjadi kota perintis di masa depan, sebanyak yang diharapkan pemerintah pusat?

Postcomended   Kelahiran Bayi "Campuran" Pangeran Harry dan Meghan Markel Bikin Canggung Media

Sebagian besar, kata Yongtu, tergantung pada apakah Hong Kong dapat memulihkan stabilitas dan persatuan sesegera mungkin. Setiap orang harus menyadari hal ini secara mendalam.

“Perkembangan Shenzhen tidak dapat bergantung pada pengorbanan oleh kota lain mana pun,” kata Yongtu dalam pidatonya di Konferensi Global pertama tentang Inovasi dan Kewirausahaan di Shenzhen, yang diterbitkan akhir pekan lalu, Seperti dilaporkan laman SCMP, Senin (26/8/2019).

Namun, beberapa analis percaya dengan memberi Shenzhen peran penting dalam reformasi ekonomi dan memperluas akses pasar, Beijing berupaya mengurangi ketergantungannya kepada Hong Kong sebagai jembatan ke pasar internasional.

“Sejak penyerahan pada 1997 (dari Inggris kembali ke Cina), pentingnya Hong Kong untuk daratan Cina telah berkurang, baik dalam bobot ekonomi dan juga perannya sebagai jembatan antara Cina dan dunia luar,” kata Adam Ni, seorang peneliti Cina di Macquarie University di Sydney.

Postcomended   15 Juni dalam Sejarah: Setelah Satu Dekade yang Dramatis, Charles Goodyear Patenkan Ban Vulkanisir

“Shanghai, Shenzhen dan kota-kota Cina daratan lainnya telah mengambil beberapa peran itu, mengurangi keunggulan Hong Kong, dan sisi pentingnya untuk Beijing,”

“Saya pikir Hong Kong akan terus memainkan peran sebagai pusat perbankan, keuangan, ekonomi dan konektivitas, tetapi dalam jangka panjang, kepentingannya akan berkurang di mata Beijing dari perspektif ekonomi dan kontrol imperatif akan menjadi lebih penting,” Kata Ni.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top